
Satu tahun berlalu semenjak kejadian yang menewaskan kedua orang tua Denna. Kini gadis itu sudah mulai menerima hidupnya
.
.
.
.
Pagi-pagi buta seisi mansion kelimpungan, semua staff sibuk mencari keberadaan gadis yang suka membantah perintah Tuan Muda yang sangat di takuti
Kali ini Dava dan staff merasa takut akan kemurkaan seorang Bendefidh Reginaldo Wilson.
" Pergi ke lantai 2, cek cctv seluruh sisi mansion!! " perintah Dava, yang segera dilaksanakan oleh staff mansion
Tak lama berselang, Sekretaris Gino dan Bende menginjakkan kaki di Mansion. Seperti biasa, tak ada raut senyum di muka Bende, ia selalu menampakkan sisi tegasnya.
” Selamat pagi tuan muda, apakah perjalanan anda lancar?" tanya Asisten Dava
" Tentu. Dimana gadisku?? " tanya Bende penuh selidik dan tatapan dingin
" Maaf tuan, saya lalai lagi kali ini. Kami tak melihat nona Denna pagi ini. Kami sedang berusaha mencarinya " ucap Dava jujur
__ADS_1
Seketika muka bende memerah, rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya
" Aku tidak mengajakmu ke Las Vegas karena aku menyuruhmu menjaga gadisku, lalu apa yang kau lakukan disini Dava!! APA KAU BOSAN BEKERJA DENGANKU?!! " Suara bariton itu menggema seisi mansion, seluruh staff mulai ketakutan
Kemarahan Bende tidak terbendung lagi, ia mulai menghajar Dava sehingga membuatnya babak belur
" Apa yang kau lihat Sekretaris Gino?!! Kembalilah ke kantor dan perintahkan anak buahmu mencari gadisku!! " perintahnya
" Laksanakan tuan muda " jawabnya sembari berlalu
Bende melempar jas nya asal, mengendorkan dasi kebesarannya, padahal ia mengharapkan dapat melihat wajah gadisnya ketika pulang dari LV, ia rindu pada gadis itu yang sudah lama tak di temuinya
" Kenapa kau selalu berusaha lari dariku Denna! " umpatnya dalam hati
Sementara seisi mansion berusaha mencari jejak digital yang Denna tinggalkan, namun tak ada tanda aneh yang muncul
Hilang kendali lagi, itulah yang pria ini rasakan. Seolah ia gila jika Denna tak ada
Ia melangkahkan kaki dan mendapati sosok yang dirinduinya sedang duduk termenung
Tatapan keduanya bertemu, mereka saling memandangi satu sama lain
Ingin rasanya Denna berhambur pada pelukan lelaki dihadapannya itu namun suaranya sudah membuatnya takut lebih dulu
__ADS_1
" Dari mana saja kau? " tanya bende tegas
" Hanya duduk di balkon mencari udara segar " jawab Denna santai tanpa menoleh Bende
Bende lekas menarik tangan Denna sehingga tubuh mereka berdua tak berjarak lagi
" Apa kau tahu aku mencarimu, kenapa kau selalu berusaha sembunyi dariku, kenapa kau selalu mencoba lari dariku Dennastasya Yura!! " marah Bende
" Bende lepaskan tanganku "
" JAWAB AKU DENNA!! "
" Mengertikah kau aku gila jika tidak ada kau!! apa kau ingin melihatku gila?? kau senang mempermainkan ku seperti ini?? " emosinya tersulut
Denna mulai menitikan air matanya, ini bukan pertama kalinya bende membentaknya bahkan ini sudah yang kesekian kali, namun Denna tidak terbiasa dengan hal ini. Hatinya akan sakit jika di bentak, lalu air matanya meluruh tanpa permisi
" Bisakah tidak usah berteriak padaku? Bisakah kau tidak membentakku? " tanyanya lirih
" Kenapa kau sangat kasar, aku tetap di penjaramu ini dan tidak bisa pergi kemanapun. Ku mohon jika aku memiliki salah jangan membentakku, aku tidak suka dan aku tidak terbiasa hikss.. hiks.. " tangisnya
Bende diam, ia melepaskan cengkaraman tangannya pada Denna sehingga pergelangan tangannya nampak memerah
Bende lebih memilih meninggalkan Denna di kamarnya ia takut emosinya akan lebih meluap.
__ADS_1
Hallo semuanya, maaf saya sempat menghilang karena alasan pribadi yang sulit saya ceritakan. Saya hadir kembali, saya harap kalian tetap stay pada novel ini
Salam kangen, Author ❤