
Di bandara kini tengah banyak manusia berlari berhamburan mencari tempat aman untuk melindungi diri
Polisi setempat tengah mengecek keadaan lima manusia yang tewas di tempat
Setelah itu berita lokal pun telah di banjiri oleh pencobaan pembunuhan berantai itu, namun identitas pelaku belum diketahui dan masih dalam penyelidikan kepolisian Italia
" Baru lima menit keluar dari tempat itu, media pun sudah ramai memperbincangkannya " ujar Asisten Dava di dalam mobil
" Anda benar tuan, beruntung kita keluar tepat waktu " balas salah satu anak buahnya
" Hmm.. tambah kecepatannya, setelah sampai di apart kalian harus lewat lift belakang segera bersihkan diri jangan biarkan siapapun curiga pada kalian termasuk Noona Denna " ujarnya
" Baik, mengerti tuan " ucap semuanya serempak
Selama menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit itupun mereka tiba di apart, semuanya naik menuju lantai 4 dengan beraturan kemudian menuju ruangan masing-masing
" Untunglah mereka masih tidur " gumam Asisten Dava ketika melihat keduanya masih tertidur di sofa depan TV dan kemudian ia berlalu meninggalkan tempat Bende dan Denna yang masih tertidur
Dua jam berlalu..
Tak berselang lama, Bende bangun lebih dulu dari tidurnya. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah kedua benda kenyal milik gadisnya
__ADS_1
" Hmm.. kenyal " ucapnya menggelengkan kepalanya pada dada Denna
Kemudian ia menatap wajah Denna yang tertidur nyenyak " Sangat cantik " gumamnya pelan
Ultime notizie
C'è appena stato un omicidio seriale all'aeroporto Leonardo da Vinci di Roma, in Italia. Non si sa ancora quale fosse il movente dell'omicidio, la polizia non è nemmeno riuscita a trovare una traccia digitale dell'autore dell'omicidio. Si consiglia a tutti gli italiani di prestare attenzione
Berita terkini
Baru saja terjadi pembunuhan berantai di bandara Leonardo da Vinci kota Roma, Italia. Belum diketahui apa motif dari pembunuhan itu, polisi bahkan belum berhasil menemukan jejak digital pelaku pembunuhan itu. Di himbau untuk seluruh masyarakat Italia untuk berhati-hati
Kemudian keluar dari sana menuju ruangan staf dan menemui Asisiten Dava, sesampainya disana semua staf menundukkan pandangannya
" Dava! Kau melihat berita lokal hari ini? " tanya Bende langsung pada intinya
" Sudah tuan " jawab Asisten Dava singkat
" Bukankah itu bandara yang akan dituju Bonanno dan Lucchese? " tanyanya lagi
Kemudian Asisten Dava menceritakan semua kejadiannya pada Bende secara lengkap. Bende yang mendengar sedikit terkejut atas penuturan Asisten Dava
__ADS_1
" Wahh, kemampuan membunuhmu meningkat. Dalam waktu 15 menitan kau membunuh 5 orang " ucap Bende dengan senyumnya
" Dibantu pasukan khusus tuan " segah Asisten Dava
" Ya aku mengerti, kerja bagus. Kalian bahkan berhasil menghindari media " jawab Bende kemudian keluar dari ruangan itu dan mengecek handphonenya
Ia melihat ada pesan dari Lucchese yang belum terbaca
Terimakasih, penyelamatan anak buahmu sangat baik Regi. Kami telah sampai di AS sekarang menuju kota New York.
Isi pesan dari Lucchese, kemudian tanpa membalasnya Bende menyunging senyumnya
Bende menutup hp nya dan kembali kepada gadisnya yang masih tertidur pulas di atas sofa, ia mendekat dan mencium keningnya singkat.
" Huftt aku ingin bermalasan " ujarnya kemudian kembali memeluk tubuh Denna seperti posisinya saat ingin tidur tadi. Membenamkan wajahnya dan menghirup aroma tubuh gadisnya dalam-dalam
Ia menelusupkan tangannya kedalam pakaian Denna hingga menyentuh perut gadisnya " Sangat halus " ucapnya
Bende semakin menghirup aroma tubuh Denna yang memabukkan dirinya " Aku bisa gila jika seperti ini "
Bersambung...
__ADS_1