
" Ah tunggu Dava! " seru Bende yang kemudian Asisten Dava membalikkan badannya
" Ada apa tuan muda? " tanya Asisten Dava
" Apa kau tahu siapa yang menyerang ku dengan tembakan tadi malam? Seketika itu pula Calvin menghilang " tanya Bende
" Dia adalah Javin Moreno tuan "
" Apa dia juga kembali? Bukankah ia bergabung pada Yakuza di Jepang? " tanya Bende yang tak mengerti
" Ia mencoba membunuh Kiyoshi Takayama untuk menjadi ketua Yakuza. Namun gagal dan identitasnya terbongkar, Javin bahkan hampir mati namun berhasil melarikan diri " jelas Asisten Dava
" Lucu sekali, sekarang aku paham itulah sebabnya ia hampir di bunuh oleh Koji Nakata di Osaka, Jepang " balas Bende dengan tawa meledeknya
" Anda tahu dari mana tuan? " tanya Asisten Dava penasaran
" Bonanno dan Lucchese " jawab Bende singkat
Asisten Dava terlonjak kaget, yang baru saja Bende sebutkan adalah anggota besar Mafia di New York
" Tak usah terkejut, hari ini mereka juga akan datang menghancurkan keluarga Moreno " ungkap Bende
" Kapan ada memberi tahu mereka? "
" Tadi malam setelah kau keluar kamarku, Bonanno menghubungiku dari AS. Kau tahu berita seperti ini sangat cepat sampai ke telinga Mafia besar di berbagai negara "
Ucapan Bende membuat Asisten Dava sedikit ngeri, memang ini bukan kali pertama ia melihat Bende bekerja sama dengan Mafia besar dari berbagai negara. Namun untuk kali ini ia sangat terkejut bukan main
" Bersiaplah kita harus segera berangkat. Lucchese dan Bonanno telah tiba di Roma Italia "
Asisten Dava lantas bergegas memberi sinyal pada staf lalu menaiki lift dan pergi ke atap apart, disana ia dijemput oleh Jet pribadi milik Bende dan bergegas terbang membawa bom yang diperintahkan sang tuan muda
Sementara Bende melajukan mobilnya sendirian menuju lokasi kediaman Moreno
Bende tiba di halaman Mansion Moreno, ia langsung megetes kekuatan pistol nya dan menembakkannya
Dari arah luar ada serangan mendadak yang meruntuhkan atap kiri kediaman Moreno, kini tuan rumah pun keluar melihat yang terjadi
" Ternyata kau cukup berani datang kesini Regi! " ucap Calvin meremehkan sekaligus terkejut atas kedatangan Bende
Tiba-tiba Bende mendapat serangan mendadak dengan 4 anak panah sekaligus yang mencoba mengarah padanya
" Sial! Ini terlalu mendadak " gerutuk Bende dalam hatinya, kemudian ia menundukkan badan hingga anak panah itu tak mengenai tubuhnya
__ADS_1
Bende datang sendirian lebih dulu sedangkan ia telah di kepung oleh pasukan Moreno.
Ia mengeluarkan pistolnya dan menembak pria di hadapannya hingga satu per satu semua pria itu tewas tak berdaya
" Bagaimana mereka bisa mati secepat itu! " Calvin naik pitam
" Kau lupa peluruku ini peluru paling mematikan " ucap Bende menunjukkan pistolnya
" Bonanno! " seru Calvin kaget tak percaya
" Let me kill him, Regi "
" Untuk Calvin, biarkan aku yang membunuhnya Regi " seru Bonanno
Terdengar suara tembakan pistol yang sangat dahsyat dari arah belakang Calvin
Sontak saja semua mata tertuju pada suara itu dan
Damn!
" Javin tewas di tangan Lucchese dengan pistol besarnya "
" LUCCHESE!! "
Lucchese menembak kembali tubuh Javin yang kini tak bernyawa
" My revenge has been completed "
" Dendamku tuntas! " ucap Lucchese dengan memegang pistolnya yang berlumuran darah mayat Javin
Kini tinggallah Calvin Moreno sendirian yang tersisa
" I think it's ufair if it's three against one man! "
" Ku rasa tak adil jika 3 lawan 1 bung! " ucap Bende menoleh pada Bonanno dan Lucchese
Melihat hal itu, Calvin sontak berlari masuk ke dalam Mansion besarnya mencobaa untuk melindungi diri, kekuatannya tak cukup untuk melawan ketiga Mafia besar itu
Bonanno sontak ingin mengejar dan mencoba menembaknya " Stop, kali ini biarkan mereka yang menyelesaikannya " ucap Bende dengan menunjuk Jet pribadi yang dikemudikan anak buahnya
" What are you planning, Regi? "
" Apa yang kau rencanakan Regi? " tanya Bonanno
__ADS_1
" You will see it in a few seconds "
" Kau akan melihatnya beberapa detik lagi " balas Bende
Kemudian ia meminta supanya Bonanno dan Lucchese beserta anak buahnya meninggalkan kediaman Calvin Moreno
" Ini tak serumit yang ku bayangkan, bahkan ia masuk kerumah itu dengan sendirinya " gumamnya dengan menjalankan mobilnya kemudian ia segera memberikan sinyal biru pada Asisten Dava dan kemudian
DUUUAAARRRRRR!!!
Mansion besar milik keluarga Moreno hancur berkeping-keping, juga Calvin sendiri tewas didalamnya, ledakan bom yang sangat dahsyat
" Regi, you have a good strategy "
" Kau memiliki strategi yang bagus Regi " puji Lucchese setelah melihat hancurnya Mansion Moreno didepan mata kepalanya sendiri
" I learn from you "
" Aku berguru padamu " tambah Bonanno
Bende lantas menyungging senyum kemenangan, ini bahkan lebih cepat dari yang ia duga
" Nice to work with you man "
" Senang bisa bekerja sama denganmu Regi "
Bende mengaggukan kepalanya
" Mampirlah ke apart, kita perlu merayakan ini " ajak Bende pada keduanya
" Lain kali saja Regi, kami harus kembali ke AS nanti malam. Hari ini harus ke kota Milan untuk membunuh mata-mata sekelompok Mafia " ujar Bonanno
" Is that spy from this country? "
" Apa mata-mata itu dari negara ini? " tanya Bende
" Belum diketahui, ku rasa ia bersembunyi di negara ini " jawab Bonanno
" Ah apa perlu aku membantu, sudah sangat lama aku tak membunuh banyak manusia " tawar Bende
" Tidak perlu Regi, kurasa ia akan cepat tahu jika kau ikut serta karena kau sendirilah Mafia terbesar di negara ini " jawab Lucchese
" Baiklah, good luck. Kembalilah ke negara kalian dengan selamat, kalian bisa hubungi aku jika terjadi masalah selama perjalanan kalian. See you later man! " seru Bende kemudian melajukan mobilnya dan kembali ke apart
__ADS_1
Bersambung...