Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 69


__ADS_3

Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Lamanya penerbangan dari Amsterdam, Belanda - Roma, Italia menempuh waktu selama 2 jam 20 menit hingga keduanya tiba di apartemen pukul 11.47 malam waktu Italia


Karena tak ingin membangunkan Denna yang sudah nyenyak tertidur, Bende menggendong tubuh gadisnya menuju kamar sementara Asisten Dava dibantu staf apart untuk membawa barang mereka.


.


.


.


Burung berkicau terbang dengan seksama diiringi cahaya mentari pagi menyinari kedua manusia yang tengah terlelap dengan damai melewati celah jendela


Seorang gadis berparas bak ratu, memiliki mata hijau nan bulu mata lentik itu mengerpkan matanya. Menatap ke arah samping wajah damai seorang pria yang mengisi hidupnya selama 3 tahunan lebih


Denna mengulurkan tangannya mengusap kepala Bende penuh sayang, terlihat jelas wajah damai pria bermata biru itu.


" Kau sangat tampan " gumam Denna dengan memandangi wajah Bende


Sebenarnya pria itu sudah terbangun namun enggan membuka matanya karena rasa lelah akibat perjalanan tadi malam


Saat mendengar apa yang di katakan gadisnya, perasaan bahagia muncul dalam hatinya.


Merasakan pergerakan Denna sontak saja ia menarik pinggangnya penuh posessif " Mau kemana? temani aku tidur.. " lirihnya tanpa membuka mata


Denna mengusap rambut Bende ketika tubuh keduanya kini tak berjarak lagi " Bangunlah, pekerjaanmu menunggumu Tuan Muda Reginaldo " ucap Denna pelan


" Ini hari libur sayang, ayo bermalas-malasan " ucap Bende masih enggan membuka matanya, malah semakin menyembunyikan wajahnya

__ADS_1


" Baiklah tidurlah, kau pasti kelelahan. Aku harus mandi Bendefidh jadi lepaskan dulu " kemudian Bende menurut membiarkan apa yang akan di lakukan gadisnya itu


Denna beranjak dari atas ranjang menuju jendela kamar lalu membuka tirai nya, pria bermata biru itu membuka matanya karena merasa silau akan matahari yang masuk dari celah jendela


" Sayang kenapa kau buka tirai nya " ucap Bende sedikit kesal


" Matahari pagi bagus untuk kesehatan Bendefidh " jawabnya kemudian berlalu meninggalkan Bende sendirian di kamarnya


...***...


Sementara di Belanda


Bendriko harus kembali ke Inggris karena sebuah hal penting perusahaannya. Ia harus kembali bersama putra semata wayangnya Bender Kennath Ditya Wilson yang kerap disapa Ken kini sudah berumur 6 tahun


" Sayang sekali satu persatu dari kalian harus kembali ke negara yang kalian tinggali " ucap Papa El


" Maafkan Bendri Pa, ini sangat penting dan harus Bendri yang menanganinya " ucapnya pada Papa El


" Kalian juga, semoga perjalanan kalian semua lancar saat kembali pulang ke Indonesia " balas Bendri yang mendapat anggukan dari Papanya


" Seeyou again Grandpa, jaga dirimu and stay alive "


" Sampai bertemu lagi Kakek, jaga dirimu dan tetaplah hidup " ucap Ken yang kini semakin pintar berbahasa inggris


Seketika semua keluarga tertawa dengan ucapan cucu sulung keluarga Wilson itu


" Hei boy, berbicaralah yang baik dan benar kepada kakekmu " tegur Bendri kepada anaknya itu

__ADS_1


" I'm sorry, Dad "


" Maafkan aku, Dad " ujarnya dengan menundukkan kepalanya


" Tidak masalah, jaga dirimu juga sayang " ujar Mama Wina


" Yes Grandma, Ken dan Daddy pamit sampai jumpa lagi. I love u " ucapnya lalu mencium semua Grandma & Grandpa nya


" Hati-hati dude " ucap Peter memeluk Bendri juga diiringi semua saudaranya yang lain


" Selamat untukmu dan Lexi, cepatlah berikan junior-junior baru keluarga Wilson " balasnya


Kemudian Bendriko dan Ken pun terbang menuju negara yang ia tinggali saat ini, Inggris.


Papa Elson menatap putranya satu persatu meninggalkannya, Lalu ia mengingat hubungannya dengan Bende yang sudah lama tidak akur. Seketika hatinya merasa pedih, kini ia menyadari bahwa tindakannya berlebihan selama ini.


" Maafkan Papa, Bende " lirihnya dalam hati, sungguh ingin sekali ia memeluk putra bungsunya yang entah sudah berapa lama tak saling bertukar cerita


Tawa babby Jio menyadarkan lamunan Papa Elson, ia melihat cucu pertamanya dari Bendi dan Nayla tumbuh begitu cepat. Bahkan Jio kini sudah bisa berjalan, sedangkan disisi lain Nayla tampak menidurkan Gio yakni adiknya Jio putra kedua Bendi dan Nayla


" Bendi, berikan Jio pada Papa "


Kemudian Jio bermain dengannya menikmati masa-masa menjadi kakek, melihat hal itu Mama Wina pun merasa kembali pada moment anak-anaknya saat kecil dulu. Tanpa sadar ia mengusap air mata yang jatuh tanpa permisi.


Bersambung..


Halloo readers, gimana kabar kalian?

__ADS_1


Semoga sehat selalu ya, dan tetap dukung novel ini biar Author semakin semangat updatenya.


Jangan lupa tinggalkan jejak ❤


__ADS_2