
hingga sekarang itu karena bantuan ARC Group " ujarnya menekankan nama perusahaan itu
"Pemegang saham terbesar di perusahaanmu juga dari Adsa Group, kau tau siapa pemiliknya?" ujar Denna dengan menekankan kata-katanya
"Pemilik perusahaan ARC Group adalah Pak Delto Pramama, dan pemilik Adsa Group adalah Louis Tantono, tidak usah sok tau kau!!" pekik Diko kepada Denna
"Hahahaha.. Kau tak sepintar yang ku kira Diko Aryano! Baiklah akan ku beritahu kenyataan terbesar ini, ARC Group adalah Adriana Richardson perusahaan itu milikku, kau begitu bodoh Diko sangat bodoh. Satu lagi, Adsa Group adalah milik Ayahku, Adrian Salesho. Akulah pewaris tunggalnya, jadi perusahaanmu bisa tumbang kapan saja, yang memegang alih perusahaan itu adalah tangan kanan Ayahku, sudah jelas?"
Diko tertegun dan terdiam, kemudian dia mengarahkan pistol pada Denna
"Ayah dan anak sama saja, suka bermain pistol. Ayo tembak aku, aku tidak memegang senjata apapun" ucapan Denna semakin membuat Diko geram
"Dennaaaa!!" teriak Bende saat Diko mengarahkan pistolnya
Namun Denna membalikkan tangan Diko hingga tembakan itu mengenai dirinya sendiri
"Ayahhh!!" teriak Arya menghampiri Ayahnya yang terjatuh karena tertembak oleh pistol yang dipegangnya sendiri
"Anakmu akan merasakan hal yang sama!! apa yang aku rasakan dia akan merasakannya juga Tn. Diko Aryano. Berdoa saja semoga kau masih hidup hingga bisa melarikan diri dari sini dan pulang melihat mayat istri dan kelima putra putrimu" ucap Denna lantang
"Kau berani menyakiti mereka, aku akan membunuhmu!" ucap Arya dengan penuh amarah, ia mengeluarkan pisau tajam dan mengarahkannya pada Denna
Denna mengayunkan kakinya lalu menendang Arya hingga pria itu jatuh tersungkur
"Arya, pisau adalah mainanku dulu. Pisau ini sering ku gunakan saat bermain masak-masakan jadi aku sangat ahli memainkan ini. Jika bisa larilah dari sini lalu pulanglah, lihat mayat Ibumu dan kelima saudaramu itu!" ucapan Denna begitu tajam, Bende dan Bendi terdiam melihat sisi lain dari Denna. Namun tetap saja mereka khawatir, Denna berulang kali di tarik Bende untuk menjauh namun Denna selalu menepisnya
__ADS_1
"Kau akan lihat, bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kau sayangi Diko Aryano!!" lalu Denna menancapkan pisau yang semula di tangan Arya itu ia balikkan ke tubuh Arya sendiri lalu menembaknya hingga laki-laki itu hanya tinggal nama sekarang"
"Aryaaa!!" ucapnya melihat putranya tak sadarkan diri
"Denna! Sadarlah ku mohon" ucap Bende mengguncang tubuh Denna
"Biarkan aku menuntaskan semua ini sekarang Bende, biarkan aku menjadi orang jahat seperti inilah aku!!" ucapnya menahan air matanya
"Bawa mereka ke kediamannya" ujar Denna memerintahkan anak buah Bende
Hingga setibanya di kediaman Diko Aryano
Dia terkejut dengan mayat istri dan kelima anaknya tergeletak di depan pintu, ditambah Arya yang baru di lemparkan.
"Kau puas? Semua keturunanmu juga telah aku habisi, kau sudah merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kau cintai hah? Ini semua karena ketamakanmu Tn. Diko.
"Aku juga tidak akan mengampunimu, aku tidak akan tenang sebelum kau ku habisi di tanganku sendiri! orang yang sudah menghabisi semua keturunan Senter Richardson, sekarang kau di tangan satu-satunya yang tersisa dari keturunan Richardson. Kau juga akan lenyap bersama istri dan anakmu!!" ucap Denna, ia mengesampingkan perasaannya sekarang, emosi sudah menjadi no 1 dalam dirinya saat ini
"Denna sudahlah, heyy sadarlah sayang!" Bende berusaha menenagkan Denna
"Lepaskan Bendefidh!!" ia terus berontak
Hingga, 5 tembakan mengarah ke tubuh Diko Aryano. Tuntas sudah pembalasan Denna. Semua keturunanya meninggal di tangannya
Hikss.. Hiksss.. Denna terus menangis di pelukan Bende
__ADS_1
"Tenanglah" Bende terus menenangkan Denna dan dia menggendong Denna lalu membawanya pulang bersama Bendi
"Aku.. aku.. aku membunuh mereka hikss..hikss.. Bendefidh aku hikss" Denna tidak busa menjelaskan perasaan apa yang dia alami sekarang, intinya dia terus menangis dalam dekapan Bende
"Dava, kau suruh anak buahku untuk mengurus mayat mereka semua" perintah Bendi
"Baik tuan" jawab Dava
Kejadian besar baru saja terjadi, Bende membawa Denna ke mansion A. Wilson. Mereka menceritakan semuanya dan hal itu membuat Oma Queena menangis lalu mendekap tubuh rapuh Denna
Karena lemas menangis, Denna meluruh dan pingsan di pelukan Oma
"Bend panggilkan dokter, tubuhnya sepertinya sangat lemas Bend ayo cepat" perintah Oma yang kepanikan
Bende mendekat dan menepuk-nepuk pipi Denna "Sayangg, hey bangunlah. Denna! Dennaa!" ia terus mengguncang tubuh Denna
Lalu mengangkatnya dan membaringkannya di kasur, Bende menatap Denna iba, ia khawatir sekaligus ia tak percaya bahwa wanita yang sangat manja padanya adalah wanita yang sangat pemberani dan pandai berbicara, kejadian hari ini yang di saksikan oleh mata kepalanya sendiri membuatnya gagal menjadi laki-laki karena tidak bisa menyelamatkan orang tua asuh Denna dan itu membuatnya semakin merasa bersalah
"Maafkan aku, aku berjanji akan menjagamu. Meskipun nyawaku sendiri taruhannya, aku sudah berjanji pada Ayah Bunda akan terus melindungimu sayang" Bende teringat keajadian di rumah itu dimana keduanya berteriak histeris menahan kesakitan dan meminta Bende untuk menjaga Denna, dan itu membuat hati Bende teriris saat ini.
"Maafkan aku" lirihnya, hanya itu yang bisa dia ucapkan
Sedetikpun ia tak beranjak dari sisi Denna, ia terus menunggu sampai gadisnya itu bangun, ia menatap sendu mata gadisnya yang membengkak karena menangis
"Pastikan setelah ini tidak akan terjadi apapun padanya, kau harus menjaganya Bend" ucap Bendi yang datang tiba-tiba bersama Sean
__ADS_1
"Tidak usah kau suruh, aku pasti akan menjaganya" jawab Bende tanpa menoleh
"Aku dan Bendri juga akan bertanggung jawab penuh padanya, Denna sudah seperti adik bagiku" ucap Bendi, Bende hanya diam tak menanggapi.