
" Mual 🥺, menyingkirlah Bendefidh "
" Tidak, muntahkan saja " balasnya
Hingga tumpahlah muntah Denna di jas yang Bende kenakkan, tanpa rasa jijik ia menerimanya
Setelah dirasa selesai, Bende melepaskan jas nya dan membuangnya asal, baginya tak ada yang lebih penting dari pada gadisnya saat ini
Tenanglah sayang.. " ucapnya, Denna terus menangis sesegukkan di dalam dekapan Bende
Jika sudah seperti ini, Bende bingung harus melakukan apa
Tak lama Dokter Willy dan Asisten Dava datang, sebelum memeriksa Denna ia menanyakan keluhannya
" Apa keluhannya Bend? " tanya Dr. Willy
" Tidak bisakah kau langsung memeriksanya hah! " Jawab Bende hampir emosi
" Noona, apa keluhanmu? " tanya Dr. Willy sedangkan Denna semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bende
Kepalanya pusing, mual-mual, hingga tubuhnya terasa sakit " jawab Bende
Dr. Willy tersenyum dan menaikkan sebelah alisnya menatap Bende
" Apa kau menanam benihmu padanya Bend? " tanya Dr. Willy
" Maksudmu? " tanyanya penuh selidik
" Gejala yang kau sebutkan persis seperti gejala wanita hamil " jawab Dr. Willy santai
" Berhenti bicara omong kosong, aku tidak pernah melakukannya lantas bagaimana ia bisa hamil!! " Bende mulai emosi
__ADS_1
" Bersama pria lain, maybe? " jawab Dr. Willy
" Tutup mulutmu! Jika tidak mengingatmu sebagai sahabatku sejak kecil aku sudah membunuhmu sejak kemarin Willy! " sentaknya
" Hanya karena ****** kau rela membunuh sahabatmu? "
" She is mine, bukan ******, dan dia Virgin! " jawab Bende penuh penekanan
" Sepertinya seorang Bendefidh Reginaldo Wilson banyak berubah " imbuh Dr. Willy
" Seperti yang kau lihat, kau pun juga harus berubah jika bisa "
Willy menyunggingkan bibirnya tersenyum " Bagaimana jika suatu saat aku mengambil gadis ini darimu Bend? " ucap Dr. Willy spontan
" Aku akan melupakanmu sebagai sahabatku dan aku juga yang akan membunuhmu hari itu juga " tegasnya
" Yeah kau beruntung aku sedang bekerja di Itali, jadi kau bisa menghubungi ku kapanpun kau mau. Tapi bulan depan aku harus kembali ke Tanah Air " jelas Dr. Willy
" Tuan Willy sebaiknya anda periksa nona Denna " lerai Dava supaya kedua manusia itu berhenti cekcok
" Baiklah.. " jawabnya sumringan lalu Dr. Willy mulai memeriksa keadaan Denna
" Lakukan pemeriksaan menyeluruh, kau akan mendapatkan bayaranmu 2 kali lipat " perintah Bende pada Dr. Willy yang hanya dibalas gelengan
" Aku salah, dia tidak hamil. Ia hanya kelelahan dan masuk angin serta insomnia ringan "
Ucapan Dr. Willy melegakan Bende, pasalnya ia khawatir jika Denna hamil sedangkan ia tidak pernah melakukannya. Segel gadisnya ia jaga walaupun sulit mengendalikan dirinya sendiri
" Apa kau yakin? " selidik Bende
" Apa pemeriksaan ku pernah salah?? " balas Dr. Willy
__ADS_1
" Pergilah.. Dava akan mengurus bayaranmu " usirnya
Hingga keduanya bergegas keluar meninggalkan sepasang manusia itu
" Bendefidh 🥺🥺 hikss.. hikss.. " keluh Danna
" Apa yang harus aku lakukan sayang.. "
" Apa aku terlihat seperti wanita ******? " tanya Denna
" Sttt.. Jangan memikirkan ucapan bedebah itu "
" Sakitt heuh.. hikss " tangis Denna dengan memegangi kepala dan perutnya
" Aku harus apa? " panik Bende
Bende beringsut karena tak mendapat jawaban, tanpa meminta persetujuan Denna, ia menaikkan sedikit baju Denna ke atas dan mulai mengusap-usap area perut dan pinggangnya berharap rasa sakitnya sedikit berkurang
" Aku tak suka kau seperti ini babee " lirih Bende
Sedangkan tangis Denna sedikit mereda, tak lagi sesegukan
Dengan tangan yang erat memeluk Bende, Denna tampak tidur dengan tenang meskipun ia masih setengah sadar
Hari berlalu, selama itupun Bende tak pernah beranjak meninggalkan Denna, ia tak mau meninggalkan gadisnya serta merawatnya penuh sabar
" Lekaslah membaik, aku merindukanmu " lirih Bende, ia mencium kening Denna untuk pertama kalinya
" Kurasa kau tidak bisa tidur jika tidak ku peluk, itulah yang membuatmu insomnia " ucap Bende sembari menatap wajah gadisnya
" Lihatlah, beberapa hari ini tidurmu sangat teratur saat aku memelukmu " tambahnya
__ADS_1