
Mendengar ucapan Bende, wanita bernama Vina itu merasa malu dan terkejut karena respon itu. Vina tidak menyangka respon yang Bende berikan akan seperti ini, tidak seperti pria yang ia goda sebelum-sebelumnya. Bende bahkan tak tertarik sama sekali
" Keluar! " perintah Bende dengan suara baritonnya hingga terdengar dari balik pintu, namun Vina tak bergeming dari tempatnya
" KELUAR!! " tambahnya, kali ini penuh penekanan dan diselimuti emosi
Tubuh Vina seketika gemetar dan ia langsung meninggalkan ruang CEO utama
Sementara di belakangnya Sekretaris Pradift hanya diam menundukkan kepalanya, Bende menoleh dengan menatap tajam ke arah Sekretaris Dift
" Jangan ulangi kesalahan seperti ini lagi apa kau mengerti Dift? " ucapnya dengan peringatan
" Maafkan saya tuan " balas Sekretaris Dift
" Aku tak butuh maafmu sialan! pastikan hal semacam ini tidak terulang pada siapapun termasuk kau! "
Sekretaris Dift menganggukkan kepalanya pelan juga penuh rasa takut, Bende adalah pria mengerikan jika sedang marah
Bende bangkit dari duduknya dan menendang pintu ruangannya, saat melihat Bende semua karyawan menundukkan kepalanya takut-takut.
Bende menatap semua karyawannya dengan tajam
" Dov'è questa guardia dell'ufficio?! "
" Dimana penjaga kantor ini?! " ucapnya khas dengan suara baritonnya
__ADS_1
" Sono qui signora "
" Disini, Pak " ucap kedua pria ber-jas hitam
" Ti viene affidato il compito di sorvegliare la porta d'ingresso dell'ufficio del CEO, non tutti possono entrare se non su mio ordine. Come è entrata quella puttana? "
" Kau diberi tugas untuk menjaga pintu depan ruangan CEO, tidak sembarang manusia bisa masuk kecuali atas perintahku. Bagaimanaa wanita ****** itu bisa masuk? "
Bende kini tengah diselimuti amarah, tidak ada satupun orang yang berani melawannya.
Asisten Dava datang melihat kegaduhan yang terjadi, ia paham seseorang pasti tengah membuat masalah hari ini hingga membuat Bende marah besar
" Mi dispiace signore, staremo più attenti "
" Maaf pak, kami akan lebih berhati-hati " jawab kedua penjaga pintu itu
" Semuanya, kembalilah bekerja! " ucap Asisten Dava kemudian ia mengatasi masalah yang terjadi
Kedua penjaga tadi di arahkan dan di tangani oleh Asisten Dava bersama dengan Sekretaris Dift.
Bende beranjak meninggalkan kantor dengan membawa amarahnya, tidak ada yang berani menegurnya saat ini.
" Beruntung kau tidak di cekik oleh Tuan Muda, Dift " ucap Asisten Dava yang menatap kepergian Bende
" Maafkan saya tuan " balas Sekretaris Dift yang masih ketakutan
__ADS_1
" Pastikan hal ini tidak terulang, kau tahu sendiri jika Tuan Muda sedang marah akan seperti apa " tambah Asisten Dava lagi
Kemudian keduanya menegur penjaga pintu CEO utama, Asisten Dava menegaskana bahwa kejadian seperti ini jangan sampai terulang. Jika tidak akibatnya akan lebih beresiko dari apa yang terjadi hari ini
Bende mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, menyalip siapapun di depannya beruntungnya ia selamat sampai di depan apartement
Bende melangkah tergesa-gesa menuju lantai 4 menggunakan lift, amarahnya bahkan belum mereda
Setibanya di kamar Bende melihat Denna yang sedang merapihkan kamarnya, dengan baju selutut dan rambut panjang yang di kuncir dengan jepitan rambut.
Melihat pemandangan di depannya membuat Bende sedikit lebih reda lalu memeluk Denna dari belakang hingga membuatnya terkejut
" Ya Tuhan! Bendefidh ku kira siapa " ucap Denna kaget
" Memangnya kau menunggu siapa? " tanya Bende penuh selidik
" Tidak ada, aku hanya takut ku kira kau orang jahat " balas Denna
" Kau belum mandi sayang? " tanya Bende menghirup aroma tubuh istrinya dalam-dalam
" Belum " jawab Denna
" Tetapi kenapa masih wangi? " tanya Bende setelahnya ia meremas gundukan kenyal itu dari belakang membuat Denna sedikit menjerit
" Bendefidh... " lenguh Denna
__ADS_1
Bersambung...