
Waktu menunjukkan pukul 02.12 tengah malam..
Denna terbangun dari tidurnya, ia merasa sebuah tangan melingkar di pinggangnya juga helaan nafas yang sangat terasa di lehernya
Ia terbangun mengerjapkan matanya " Bendefidh.. " gumamnya lirih
Ia menggeser sedikit tubuhnya dan mencoba melepaskan pelukan Bende
" Biarkan seperti ini, aku merindukanmu " ucap Bende tanpa membuka matanya
" Kapan kau pulang? " tanya Denna pelan
" Jam 10.54 tadi " jawabnya
Tanpa menjawab Denna kembali menjauhkan tangan Bende dari pinggangnya, sontak saja hal itu semakin membuat Bende mempererat pelukannya pada gadisnya
" Bendefidh lepaskan! " ucap Denna berontak
" Jangan pergi, aku sangat lelah ayo kembali tidur "
" Bendefidh aku ingin pipis! lepaskan tanganmu dari pinggangku apa kau mau aku pipis disini huh?? " ucapan Denna terdengar kesal
Bende terkekeh pelan dengan tingkah gadisnya itu, lalu melepaskan tangannya dari pinggang Denna
Setelah selesai dengan kegiatannya, Denna kembali merebahkan diri di kasur empuk disamping Bende
" Kau tidak merindukanku? " tanya Bende
" Tidurlah, kau bilang kau lelah jadi tidurlah jangan banyak bicara "
" Kau ganas sekali sayang " sontak saja Bende langsung membalikkan tubuh Denna yang membelakanginya
" Bendefidh!! "
" Kau menyuruhku tidur bukan, kau tahu aku tidur harus dengan squishyku " ucap Bende kemudian langsung menempelkan kepalanya pada dua gundukan kenyal milik Denna
" Bendefidh, hentikan! " ucap Denna mencoba menjauhkan kepala Bende
" Hanya seperti ini, tidak lebih jadi ku mohon biarkan seperti ini " ucapan Bende terlihat memelas
Denna yang sudah diserang rasa kantuk kemudian membiarkan saja apa yang pria itu lakukan, dan memejamkan kedua matanya
Namun tiba-tiba dengan berani tangan Bende mencoba masuk kedalam baju yang dikenakkannya, mencoba mencari sesuatu disana dan,
" Bendefidh.. " Denna membuka matanya dan kaget dengan apa yang dilakukan Bende
" Aku tidak ingin kau merasa sesak, bukannya jika tidur kau tidak nyaman mengenakkan bra? aku hanya melepas kaitannya sayang " jawabnya enteng
" Tidurlah " ucap Denna pasrah, ia sangat malas berdebat dengan pria bermata biru di hadapannya ini
__ADS_1
" Berjanjilah hanya aku yang boleh melakukan ini padamu, karena semua yang ada di tubuhmu adalah milikku " ucap Bende namun tak ditanggapi oleh Denna
Gadis itu lebih memilih tidur menjemput mimpinya
Bende merapatkan tubuhnya pada Denna hingga menutup jarak diantara keduanya, ia memeluk posesif tubuh gadisnya dan mencoba tidur memejamkan matanya
Saat ia akan hanyut dalam mimpinya, samar-samar Bende mendengar suara aneh dari kamar sebelahnya
" Aahhhh "
Suara itu bahkan terdengar nyaring di telinga Bende
" Sial! apa Bendi dan Nay sedang olahraga malam? " gerutuk Bende
Ia kemudian melihat wajah Denna yang tertidur lelap, Denna bahkan tak sadar dengan suara nyaring khas suara orang sedang bercinta
" Akhh! Bendinath! " pekik Nayla
Pikiran Bende traveling kemana-mana setelah mendengar suara itu berkali-kali yang terus terngiang di kepalanya
" Sialan kau Bendi! " gerutuknya
Bende mencoba mengabaikan des*han-des*han yang lolos dari kamar keduanya, ia mencoba menahan sesuatu yang mencoba bangun
" Akhh shhh, Bendinath!! "
" Akhhhhhhhhh "
Ia kelimpungan dengan dirinya sendiri, mencoba mencari posisi nyaman menghadap ke kiri dan ke kanan.
Denna yang merasa ada pergerakan itu lantas bangun dan menoleh ke arah Bende " Ada apa kenapa kau gelisah sekali " tanya Denna
Bende menoleh, gadisnya terbangun olehnya " Maafkan aku, kau jadi terbangun "
" Tidurlah Bendefidh.. " ucap Denna
" Shhhhh Nay... " erangan panjang Bendi terdengar sangat lantang, keduanya tampak tidak memperdulikan sekitar
" Bendefidh apa.. " ucapan Denna menggantung
" Jangan di dengarkan, tidurlah " ucap Bende pelan
" Bendinath aakhhhhhh! " bahkan kali ini suara Nayla tak kalah lantangnya
" Bendefidh. i-itu??. " ucap Denna mencoba meyakinkan sesuatu
" Hmm, mereka sedang olahraga malam " balas Bende
Hal itu membuat Denna malu, bagaimana bisa keduanya bercinta dengan suara yang sangat lantang
__ADS_1
" Tidurlah abaikan saja suara sialan itu " ucap Bende lalu memeluk tubuh Denna, menenggelamkan wajahnya di kedua bukit kembar itu
" Bendefidh jangan seperti itu.. "
" Tidurlah sayang, aku tengah menahan sesuatu jadi tolong biarkan seperti ini aku tidak akan melakukan apapun. Hanya seperti ini "
Denna sedikit merasa kasihan pada Bende, namun ia juga tidak tahu harus melakukan apa dan lebih memilih tidur mengabaikan suara yang di timbulkan dari kamar sebelahnya.
.Bersambung....
Nih author kasih visualnya
Bendefidh Reginaldo Wilson
Putra ketiga Papa Elson dan Mama Wina
Pria tampan bermata biru
Edelenyi Dennastasya Yura
Gadis cantik bermata hijau
Bendinath Fabizion Wilson
Putra kedua Papa Elson dan Mama Wina, si pemilik mata biru
Nayla Braneycia Sizy
Istri Bendinath si pemilik mata coklat
__ADS_1