Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 60


__ADS_3

Dari arah berlawanan seorang pria mencoba mengintai pergerakan Bende, ia selangkah lebih maju dan kemudian


DORR!!


Tembakan itu berhasil mengenai bahunya, saat Bende sedikit lengah. Pria itu menarik tubuh Calvin membawanya pergi


" ARGHHH!! "


" Tuan Muda!! " Seru Asisten Dava kemudian berlari mendekati Bende


Darah terus mengalir dari lengan kanannya, namun Bende masih bisa berdiri tegap


Dava membopong tubuh Bende kearah mobil mereka dan menuju pulang ke apartement


" Shhh.. " rintih Bende


" Bertahanlah Tuan Muda " ucap Asisten Dava dengan terus melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata


Sesampainya di apartement, Dokter sudah menunggu mereka yang kemudian Bende langsung di obati. Dava sudah mengabarinya saat mereka di perjalanan tadi


" Luka ini tidak terlalu parah tuan, anda harus istirahat " ucap seorang Dokter yang sudah paruh baya itu


Selesai di perban tangan kanannya, dokter itu langsung di antar staf apart untuk keluar


" Dimana handphone ku Dava? " tanya Bende pada Asisten Dava


" Sebaiknya anda tidak menelepon Noona Denna dulu tuan " ucapnya memberikan telepon milik Bende

__ADS_1


" Why? "


" Ini tengah malam tuan bahkan hampir pagi, mungkin saja Noona Denna sudah tidur " imbuhnya lagi


Bende mengangguk paham, ia bahkan lupa bahwa waktu pun hampir menjelang pagi


" Tidakkah kau mau memujiku? " ucapan Bende sontak membuat Asisten Dava tersenyum


" Anda sangat hebat tuan, mengambil banyak nyawa hanya dengan satu malam saja " puji Dava


" Mereka bisa datang kapan saja, ini belum berakhir Dava " ucap Bende


" Anda benar tuan, kita harus lebih teliti. Saya permisi dan anda bisa istirahat tuan "


" Ya pergilah " usirnya


Tak lama kemudian matahari menampakkan dirinya, menyilaukan Bende yang tengah berlatih bersama pedang tajam nya


Kemudian ia beristirahat dan menatap layar ponselnya yang berwallpaper wajah Denna


" Aku sangat merindukanmu " gumam Bende pelan


Ia membuka kontak hpnya dan mencari nama gadisnya disana, namun ketika hendak menelepon " Ah aku lupa, disana masih tengah malam "


Perbedaan waktu antara Italia-Indonesia berpaut selama 5 jam, di Italia sudah pukul 08.15 pagi sama dengan pukul 03.15 pagi waktu Indonesia


" Bagaimana keadaan anda tuan? " sapa Asisten Dava ketika melihat Bende disibukkan dengan benda-benda berbahaya itu

__ADS_1


" Yeah seperti yang kau lihat " jawabnya dengan memainkan pedangnya


" Aku ingin penyerangan ini segera berakhir Dava, berikan solusimu " ujar Bende dengan menyentuh ujung pedangnya


" Apa mungkin kita yang datang ke kediaman Moreno? "


" Ide bagus, ledakan bom dari atas dengan Jet pribadiku dari atas dan jatuhkan kerumahnya. Kurasa itu tidak buruk, aku ingin segera kembali menemui gadisku " ucapnya lalu meletakkan pedangnya


" Anda yakin akan melakukan itu tuan? " tanya Asisten Dava


" Ya, aku ingin cepat pulang menjemput gadisku " jawabnya enteng


" Tapi tuan, saya sangat yakin jika keluarga Moreno pasti telah memiliki persiapan. Pengamanan di kediamannya akan semakin di perketat setelah kejadian tadi malam " ujar Asisten Dava


" Keluarga Moreno hanya tersisa dua orang, apa kau ragu padaku? "


" Bukan seperti itu maksud saya tuan, namun kita juga harus lebih hati-hati karena mereka pasti telah merencanakan strategi "


Ucapan Asisten Dava ada benarnya, Bende mengangguk pertanda setuju dengan yang Asisten Dava katakan


" Baiklah, bersiaplah untuk hari ini " ucap Bende


Saat Asisten Dava hendak melangkah, tiba-tiba Bende memberi perintah


" Kau bersama staf lain naik Jet dan siapkan bom nya jika aku sudah memberikan sinyal biru segeralah ledakkan bom nya apa kau mengerti? "


" Bom sejenis apa yang harus saya bawa tuan? " tanya Dava pada Bende

__ADS_1


" Apa harus aku menyuruhmu meledakkan bom nuklir supaya tak hanya keluarga Moreno yang mati namun negara ini juga hancur " jawab Bende yang merasa terpancing emosi


" Maafkan saya tuan " ucap Asisten Dava menundukkan kepalanya kemudian ia bergegas pergi bersiap dan memberi peringatan pada staf untuk bersiap


__ADS_2