
Keesokan harinya Asisten Dava terbang ke Italy kebetulan pekerjaannya di Negara Singapore telah selesai, ia harus membereskan yang sedang terjadi di sana
Sementara di Jerman..
Bende telah rapi dengan setelan jasnya akan berangkat ke rapat tahunan yang di adakan di sebuah hotel berbintang karena rapat ini adalah rapat bersama dimana turut mengundang kolega bisnis besar se Asia
" Kau yakin tidak ingin ikut wife? " tanya Bende pada Denna yang sedang memasangkan dasinya
" Memangnya ada yang membawa istri? " tanya Denna
Bende tersenyum dan menjawab " Tentu sayang, kenapa? "
" Aku tidak mengenal siapapun disana Bendefidh, jadi kau saja yang pergi " balas Denna
" Baiklah aku akan segera pulang, kabari aku jika ada apa-apa okey? " ucap Bende lagi
Denna mengantar suaminya sampai depan pintu, bersamaan dengan hal itu seorang pria juga keluar dari pintu kamar sebelahnya
Tatapan keduanya bertemu antara Bende dan pria itu
" Bendefidh Wilson? "
" Rudy? " keduanya sama-sama tercegang
" Ya Tuhan brodii! bagaimana kabarmu kau semakin tampan! " seru Rudy dan memeluk Bende
__ADS_1
" Kabarku baik, apa yang kau lakukan disini? " tanya Bende
" Menghadiri rapat tahunan, dia siapa? " tanya Rudy setelah melihat Denna di depan pintu
" This is my wife, aku juga akan menghadiri rapat yang kau maksud " jawab Bende
" Benarkah? kau sudah menikah, wahh kau bahkan tidak mengundang sahabatmu " celah Rudy
" Ya, istriku sedang hamil. Sayang, ini Rudy temanku sama seperti Willy " ujar Bende kemudian Denna hanya tersenyum kepada Rudy
" Rudy dompetmu ke- " ucapannya terpotong
Wanita itu tertegun sebentar melihat pemandangan didepannya " Bende Wilson? "
" Akhirnya kau di nikahi juga olehnya Livy " ujar Bende
" Kurang ajar kau, kapan kau menikah? " tanya Rudy
" 7 bulan yang lalu, istriku sedang hamil 5 bulan akan memasuki bulan ke 6 " jawab Bende
" Kami sudah menikah 2 tahun lalu, belum mempunyai anak " lerai Livy
Bende mengerti situasi sekarang, tidak pas untuk membahas tentang kehamilan. Ia takut menyingung sahabatnya
" Mungkin Tuhan menginginkan kalian pacaran dulu, bersabarlah kalian juga akan memiliki malaikat kecil nanti " ucap Denna, mendengar hal itu membuat hati Livy terasa sejuk. Baru kali ini ada wanita yang memberikan semangat untuknya, selama ini dia selalu di cemooh karena belum mempunyai anak
__ADS_1
" Terimakasih, ku harap kita bisa berteman baik. Siapa namamu, aku Livy " ujarnya ramah
" Panggil saja Denna " balas Denna dengan tersenyum
" Baiklah sayang aku berangkat " ujar Bende lalu mencium kening istrinya seperti yang selalu ia lakukan saat hendak berangkat kerja
" Hati-hati "
" Bend, nebeng! " ujar Rudy kemudian ia juga berpamitan pada istrinya
Sejak kepergian kedua pria itu, Livy mengajak Denna makan bersama di apartementnya. Keduanya menjadi lebih akrab sejak perkenalan pagi tadi, mereka telah bertukar banyak cerita tentang masa mereka saling mengenal sampai menikah
Livy menceritakan pahitnya pernikahannya yang selalu mendapat cemooh dari pihak orangtua Rudy meskipun mertuanya sangat baik, namun saudara-saudara iparnya yang membuat hatinya hancur.
Denna memberikan semangat pada Livy, mencoba membuatnya senang supaya tidak perlu memikirkan hal itu dan menjalani hidup dengan tenang. Akan ada masanya Livy juga akan sama sepertinya untuk mengandung buah cintanya.
" Boleh aku pegang perutmu? " tanya Livy
" Tentu saja " jawab Denna dengan senyum, wanita itu tampak bahagia saat ia memegang dan mengelus perut Denna
Denna yang melihatnya tersenyum senang, dalam hati ia ikut mendoakan supaya Livy juga dikaruniai seorang anak
" Kau baik sekali Dee, hanya kau orang yang memberikan semangat untukku " ujar Livy, Denna hanya menanggapi dengan senyuman
Kemudian keduanya lanjut mengobrol lagi, Livy bahkan mengajak Denna nonton bersama di apartementnya.
__ADS_1