
Tiga bulan berlalu, semuanya berjalan tanpa hambatan. Bahkan di Restoran Denna tak pernah sepi pelanggan, Restonya dikenal luas banyak masyarakat karena kesopanan dan keramahan pemilik yang jarang ada di dalam diri boss yang sebelumnya.
Jam istirahat tiba, semua karyawan duduk bersantai sejenak menghilangkan rasa lelah.
"Buu Denna, mari makan" ajak salah satu karyawan, dan Denna langsung mengikutinya
"Meja makan Ibu disana" ulang karyawan itu lagi
Denna memperhatikan semua karyawannya yang makan dan duduk di lantai beralaskan karpet lembut. Berbeda dengannya yang disiapkan kursi dan meja khusus untuk boss.
Dia mengambil piringnya lalu ikut duduk bergabung bersama karyawannya, sontak semua karyawan terkejut dengan perbuatan boss mereka itu
"Buu.. Kenapa ibu duduk di bawah bersama kami?" tanya karyawan 1
"Tidak boleh?" tanya Denna
"Bu..bukan begitu, tapikan ibu boss disini, apa ibu tid.."
"Saya tidak suka makan sendiri, saya lebih suka makan bersama dan berkumpul seperti ini, seperti sebuah keluarga" penuturan Denna membuat karyawannya merasa terharu, benar-benar luar biasa sikap boss mereka ini
"Kami sangat senang memiliki bos seperti ibu Denna, masih muda, baik cantik, ramah, pokoknya bu Denna itu paket komplit" ucap karyawan 2
"Iyaa, tidak galak dan sangat pengertian" tambah karyawan 3
__ADS_1
Denna membalas semua pujian karyawannya dengan senyuman, ketika bersama mereka, ada rasa bahagia di hati Denna. Dia seperti memiliki keluarga. Karena semua karyawannya sangatlah baik padanya.
Selesai beristirahat, restoran sudah mulai ramai karena ini jam makan siang. Banyak orang dari kantor lainpun makan di tempat itu karena penasaran dengan pemiliknya yang baru yang dikenal masih muda, cantik juga ramah itu.
Tak berselang lama, nampaklah papa Elson datang bersama asisten pribadinya menghampiri Denna yang tengah duduk bersama dengan penjaga kasir
"Permisi, saya ingin bicara sebentar" sapa papa Elson pada Denna
Denna sedikit terkejut dengan kedatangan Elson di restonya, namun ia langsung menyambutnya dan mempersilahkan duduk
"Langsung saja, saya tidak ingin mengulur waktu" ucapnya dengan muka datar, sangat mirip seperti Bende
"Ada apa Om?" tanya Denna sopan
"Maaf Om, tapi apa alasannya saya harus menjauhi Bendefidh?" tanya Denna bersitegang
"Kau membawa pengaruh buruk untuk masa depan anak saya, kau lihat? dia sangat membangkang kepada orang tuanya itu sejak kau masuk dalam kehidupannya" tumbalnya lagi
"Tapi sa.."
"Jika tidak mengikuti perintah saya, kau akan melihat bagaimana kedua orangtuamu itu hancur perlahan" ancam Elson
Jika menyangkut mereka, Denna kembali melemah. Air matanya meluruh, baik orangtuanya ataupun Bende, keduanya sangat penting baginya. Namun kali ini ia harus merelakan Bende agar orangtuanya tidak dalam bahaya. Denna belum bisa berbuat apa-apa saat ini, mau tak mau ia harus melakukannya
__ADS_1
.
Saat malam tiba, Denna engan berbicara pada Bende dan lebih banyak diam. Bende yang merasa anehpun menghampiri Denna, karena tak biasanya gadis itu diam ketika sedang bersamanya.
"Heyy.. Katakan padaku apa aku memiliki kesalahan?" tanya Bende yang duduk di samping Denna, gadis itu hanya menggelengkan kepalanya
"Kenapa kau diam? ayo bicaralah jangan seperti ini" ulang Bende karena gadisnya tak kunjung bicara
"Bendefidh.. Jika nanti ada seseorang yang masuk ke kehidupanmu, menggantikan posisiku dan mampu membuatmu bahagia melebihiku itu berar..."
"Diam!" Bende langsung menutup mulut Denna dengan kelima jarinya, ia geram dengan gadis yang sekarang tengah berhadapan dengannya ini
"Jangan ucapkan kalimat bodoh itu! kau tahu aku tidak menyukainya!!" bende hampir tersulut emosi karena ia sangat benci dengan kalimat yang baru di ucapkan gadisnya
"Bendefidh, boleh aku memelukmu?" tanyanya perlahan
Bende berfikir mungkin gadisnya ini ingin di manja, itulah sebabnya kenapa sikapnya berbeda dari biasanya. Ia menarik tangan Denna dan mendudukkan di pangkuannya menghadapkan padanya lalu memeluknya.
Denna membalas pelukan itu sangat erat, tanpa sepengetahuan Bende, air mata Denna lolos begitu saja.
"Aku menyayangimu" ungkap Denna dengan menahan isakan tangisnya
"I love you" Bende menjawab dengan memejamkan matanya. Hingga akhirnya keduanya tertidur pulas
__ADS_1