
Satu tahun berlalu begitu cepat, sebelumnya semua berjalan dengan sangat baik. Dan rencana Bende dan Denna akan menikah di tahun ini.
Namun hubungan Bende dan orang tuanya tak kunjung membaik, Bende masih menyimpan pilu di hatinya atas keegoisan kedua orang tuanya
Pagi ini, saat Bende hendak turun ke lantai 2, ia di hampiri Dava dengan tergesa-gesa dan mimik muka terlihat cemas
"Permisi tuan, ada yang mau saya sampaikan" ucap Dava datang tiba-tiba kepada Bende yang tengah duduk santai
"Hal apa?" tanyanya
"Ini tentang kedua orang tua asuh nona Denna" ucap Dava
"Maksudmu paman dan bibinya? Ada hal apa Dava, katakan!" ucap Bende tegas
"Kemarin anak buah dari Adipati Aryano mengintai Butik milik Bu Wati orang tua asuh Nona Denna, dan salah satu dari anak buah kita melihat bahwa keduanya tengah di bawa. Mereka hendak mengejar namun kehilangan jejak tuan, saya khawatir mereka dalam bahaya" tutur Dava
"Bodoh! Kenapa baru memberitahuku sekarang hah?!" dengan emosi yang menggebu-gebu Bende mengepalkan tangannya dan menonjok semua anak buahnya disitu
"Kalian liat plat mobilnya?" tanyanya dengan sangat tegas
"Iya tuan, kami ingat" jawab salah satu dari mereka
"Cari mereka, periksa seluruh CCTV jalan raya dan jangan biarkan mereka lolos! Ingat, kalian sudah bekerja sangat bangus selama ini! Saya tidak menerima kegagalan! Jangan berani kembali jika tidak membawa kabar apapun! Pergi!!" perintahnya. Dan semua anak buahnya bergegas melaksanakan perintah
Bende masuk dan mengambil sebotol minuman untuk menenagkan dirinya, entah lelaki itu sangat sulit mengendalikan emosinya sendiri.
"Bendefidh ay.." belum sempat meneruskan ucapannya Denna di kejutkan dengan kamar yang berantakan dan Bende yang tengah memegang sebotol minuman yang sangat di benci oleh Denna.
Dia mendekat dan bergegas menghentikan Bende
"Apa yang kau lakukan Bendefidh!" ucapnya dengan amarah
"De.. Denna, menyingkirlah sayang biarkan aku tenang" ujarnya
"Hentikan!! Aku bilang hentikan!!" ucapnya berusaha mengambil botol minuman itu dari tangan Bende
Dan Denna berhasil mengambilnya lalu memecahkan botol itu di hadapan Bende
__ADS_1
Plakk.. Denna menampar Bende sangat keras di pipi mulus milik pria bertubuh kekar itu "Ada apa denganmu? Kenapa kembali seperti ini lagi Bendefidh" tanyanya dengan marah namun menangis juga
"Aku ingin tenang! Ingin tenang!!" tekannya dengan suara yang tinggi
Denna berjalan keluar hendak meninggalkan Bende.
"Denna!" panggilnya lalu mengejar Denna dan memeluknya
"Maafkan aku" lirihnya
"Maafkan aku, maafkan aku" ulangnya lagi
Denna hanya diam, dia merasakan bahunya basah dan lalu menatap Bende, laki-laki di hadapannya itu menangis
"Ada apa?" tanya Denna
"Ku mohon maafkan aku" ulangnya lagi
"Katakan apa yang terjadi Bendefidh!!" paksanya dengan amarah yg meluruh
"Ini salahku, maafkan aku" ujar Bende tetap terus memeluk erat tubuh gadisnya
"Ini bukan kesalahanmu, aku yang tidak bisa menemani mereka hingga terjadi hal buruk seperti ini hikss.. Bundaa" ucap Denna sembari terus menangis
"Jangan salahkan dirimu! Ini salahku, sudah ku bilang mereka akan mengincarmu untuk menjatuhkanku! Namun aku salah, mereka juga bisa mengincar semua orang terdekatmu, ini salahku! Salahku!!" ucapnya dengan lantang
"Kita akan mencarinya kan? Iyakan? Katakan padaku Bendefidh!!"
Bende manghapus air mata Denna "Iya, aku akan mencarinya. Tenanglah"
"Ayoo.. Kau tunggu apa lagi ayo cari mereka Bendefidh, ayo" ujar Denna dan terus menarik tangan Bende
"Tidak sayang, kau harus tetap dirumah. Aku berjanji akan menemukan mereka" bujuknya
"Tidak, aku akan ikut!" bantah Denna
Tak lama Dava datang dengan berlarian "Tuan, mereka ada di sebuah rumah kosong di sebelah utara kota ini. Anak buah kita berhasil menemukannya dan sedang mengintai mereka" jelas Dava
__ADS_1
"Aku ikut kesana" ucap Denna kekeuh
"Sebaiknya Nona tetap dirumah, ini sangat berbahaya Non" bujuk Dava
"Kenapa kau tidak mengabariku" Bendinath datang tiba-tiba bersama kedua asistennya
"Bughh! Kau adikku bukan? Masalah sebesar ini, menyangkut nyawa seseorang dan kau tidak mengabariku?" marah Bendi
"Aku tidak memegang hp sejak tadi" jawab Bende santai
"Menurutmu apa yang mereka inginkan?" tanya Bendi kepada Bendi
"Apalagi? Sejak lama mereka mengincar semua aset perusahaan termasuk harta keturunan Antonio Wilson Kakek kita" jelas Bende
"Lalu apa lagi?" tanya Bendi
"Memusnahkan seluruh keturunan Antonio Wilson dan dia akan menajdi pebisnis terbesar di Asia" jawab Bende
"Lagi?" tanya Bendi lagi
"Hanya itu" jawab Bende
"Ada alasan lain lagi, mereka mencari keturunan Senter Richardson. Keturunan langsung dari putra keduanya Adrian Salesho Arth Richardson" jelas Bendi
"Bukankah papa bilang jika semua keturunan Senter Richardson sudah mati oleh Diko Aryano ayahnya Adipati Aryano?" tanya Bende penuh selidik
Denna sedari tadi diam, dia jengkel lalu mengambil kunci mobil dari tangan Dava lalu melajukan mobilnya
"Nona!" Dava berlari mengejar Denna
Bende dan Bendi yang melihatpun ikut mengejar. Namun mereka kurang cepat dan Denna sudah berlalu meninggalkan mereka
"Dava! Kau bawa mobil sendiri dan kejar mobil Denna aku dan Bende satu mobil" perintah Bendi
Jangan lupa tinggalkan jejak ya
Happy reading..
__ADS_1