
Denna yang sedang merapikan pakaian Bende di lemari sontak dibuat terkejut oleh pelukan tiba-tiba lelaki bermata biru itu
" Bendefidh jangan macam-macam!! " bantah Denna lalu memutar kan tubuhnya
" Kita harus bicara " ucapnya menarik Denna dan mendudukkan di pangkuannya
" Jangan seperti ini aku bisa duduk di tempat lain " Denna mencoba berontak dan beranjak dari pangkuan Bende
" Diam dan dengarkan aku Denna " ucap Bende tegas
Denna sedikit takut, Bende yang ia lihat sekarang adalah Bende seperti 2 tahun lalu yang khas dengan suara baritonnya
" Aku harus kembali ke Italia " ucapnya merendahkan sedikit suaranya, mengangkat dagu Denna agar menatap wajahnya, ia paham gadisnya sedikit ketakutan atas perlakuannya
" Kapan kita kembali? Apa lusa juga sama seperti yang lain? " tanya Denna
Bende lantas menggelengkan kepalanya " Bukan kita, hanya aku yang kembali kesana "
" Ma-mak-sud-mu? " tanya Denna heran dengan ucapan yang baru pria itu lontarkan
__ADS_1
" Kau tetaplah disini, aku harus kembali ke Italy ada pekerjaan yang harus segera ku selesaikan disana " tambahnya lagi
" Kenapa aku tidak ikut? Kau bosan denganku yang selalu menyusahkanmu? " tanya Denna, matanya kini mulai berkaca-kaca
" Jangan berfikiran seperti itu sayang, aku berjanji akan segera menjemputmu "
" Aku ikut hiks.. " tangisnya pecah ia meremas kuat lengan baju Bende
" Ku mohon kali ini mengertilah, aku berjanji akan cepat kembali menjemputmu " ucapnya mencoba meyakinkan gadisnya, ia harus melakukan ini supaya Denna tetap aman
" Biasanya kau tak pernah mau meninggalkanku, kali ini kau sendiri yang mau pergi " singgung nya pada Bende
Bende menatap lekat mata hijau gadisnya, ia mengusap air mata yang jatuh di pipinya
" Bendefidh.. Kenapa kau diam hikss.. " ucapnya lalu memukul dada Bende
Bende membiarkan yang gadisnya lakukan, rasa sakit yang ia terima tak sebanding dengan rasa cintanya untuk Denna
" Sttttt, dengarkan aku. Aku memiliki pekerjaan sangat penting disana, berhentilah menangis sayang aku berjanji padamu akan kembali "
__ADS_1
" Kau berbicara seolah kau ingin berperang " ucap Denna dengan menyeka air matanya
" Aku ingin ikut hikss.. Bawa aku juga ya, aku berjanji tidak akan merepotkanmu sungguh Bendefidh hiks.. hiks.. Ku mohon bawa aku juga hiks.. " tangisnya pecah, ia memukul dada Bende terus menerus sedangkan lelaki itu hanya diam
" Jawab aku huhuuu.. aku takut disini sendirian hikss.. "
ucapan Denna membuat hatinya sangat sakit, ia sakit karena tak bisa memberikan kedamaian yang aman untuk gadisnya. Tangisan Denna terdengar pilu, Bende tetap diam namun memeluk tubuh rapuh itu dengan penuh sayang
" Aku takut Bendefidh.. hikss.. bawa aku bersamamu ku mohon hikss.. "
" Dengarkan aku, aku berjanji tidak akan lama. Kau akan aman disini ada Bendi yang akan menjagamu, juga ada Nayla yang menemanimu " ucapnya mencoba meyakinkan
" Ikut.. " lirihnya melemah, tubuhnya melemah dengan beriring tangis
Hingga akhirnya Denna tertidur di pelukan Bende dengan posisi Bende yang duduk memangku Denna, nafasnya sedikit tak beraturan
" Kau selalu seperti ini, selalu tertidur setelah menangis "
Bende membenahkan rambut panjang Denna ke belakang, ia melihat bahwa mata Denna memerah dan sangat bengkak.
__ADS_1
" Aku melakukan ini demi dirimu sendiri, aku tak mau membahayakan mu atas masalah ku disana " gumamnya pelan sembari mencium pucuk kepala Denna
" Kali ini cobalah untuk mengerti sayang.. " lirihnya pelan sembari menatap wajah damai gadisnya yang terlelap