
Setelah selesai menggoda para adiknya kini Bendriko, Sean, Max dan Bendi memberikan sebuah lagu untuk kedua adiknya yang dinyanyikan dengan penuh makna
Keluarga dan tamu yang menyaksikan tampak terpukau dan suasana pun tampak haru, pesta pernikahan itu berlanjut dengan begitu meriah
Sekitar pukul 21.15 malam waktu Belanda
acara pun selesai dan semua tamu telah kembali ke kediaman masing-masing
Di sebuah hotel mewah dan besar itu, empat keluarga besar sekaligus berkumpul, pihak besan pun tampak sangat senang dan merasa puas dengan pernikahan yang berlangsung hari ini
Saat semua keluarga tengah berbincang, disisi lain Bende justru tengah prepare untuk kembali ke Italy
" Tidak bisakah malam ini saja kau berada disini berkumpul dengan saudaramu disini Bend? ayolah ini pernikahan kedua kakakmu! " Max mencoba mencegah niat Bende yang akan langsung terbang kembali ke Italy malam ini
" Setidaknya kau bisa berangkat besok pagi Bende " tambah Bendi
" Denna yakinkan pria es batu ini, dia tidak akan mendengarkan kami " ucap Sean karena Bende tetap teguh pada ucapannya
" Aku sudah memesan tiket, satu jam-an lagi take off jadi berhenti bicara. Beruntung aku hadir hari ini " jelas Bende
Semua kakaknya tampak bingung dan sangat susah menjelaskannya pada adik bungsu mereka itu
" Benarkah kau ingin kembali malam ini? " tanya Peter yang tiba-tiba muncul dari balik pintu bersama Lexi
__ADS_1
" Hmm " jawabnya
" Tidak bisakah menunggu waktu besok siang? ini pernikahan kakakmu tidak bisakah kau memberi waktu untuk berkumpul, kau tahu kita sangat jarang memiliki waktu Bende " kini Bendriko juga ikut angkat bicara
" Aku tidak akan datang ke pernikahanmu dan Denna nanti jika kau tetap ingin pulang " ancam Lexi pada adiknya yang keras kepala itu
" Kalau begitu aku tak perlu repot mengundangmu " balas Bende
Kata-kata savage yang selalu ia lontarkan ketika bersama saudaranya membuat semua kakaknya sedikit kesal, pasalnya Bende sangat sulit di ajak berkompromi
Ia menyuruh Asisten Dava untuk membawa kopernya ke bagasi mobil dan meletakkannya disana
" Asisten Dava, koper siapa itu dan mau dibawa kemana? " tanya Mama Wina yang melihat Asisten Dava melewati mereka
" Kenapa buru-buru sekali " tanya Mama Wina lagi
Setelah mengetahui hal itu, mereka meminta pada Bende untuk kembali besok lusa. Namun permintaan keluarga tidak diindahkan olehnya. Sehingga terjadilah pro-kontra malam itu
Namun seluruh keluarga kalah oleh kerasnya kepala Bende, bahkan jika sudah seperti ini ucapan Denna pun tak di dengarkan olehnya
Setelah berpamitan pada pihak besan, Bende menggandeng Denna dan membawanya pergi. Sementara Asisten Dava telah menunggu mereka di mobil
" Anak itu memang keras kepala " ucap Papa Elson setelah menatap mobil yang berangsur jauh dari hotel mereka
__ADS_1
" Hm, tak jauh beda denganmu Elson " ucap Papa Luke
" Ya, anak dan papanya sama saja " tambah Papa El
" Aku tidak sekeras itu " bantah Papa Elson
" Diamlah, sifatnya seperti itu karena menurun dari sifatmu! " seru Mama Wina angkat bicara
....
Sementara di perjalanan Denna melirik sekilas pria tampan di sampingnya ini yang dari tadi hanya diam, biasanya akan ada banyak hal yang akan pria itu tanyakan namun tidak dengan kali ini.
" Bendefidh.. apa aku melakukan kesalahan? " tanya Denna
" Tidak, kenapa bertanya seperti itu? " tanya Bende
Tak ingin memperpanjang obrolan, Denna hanya membalas dengan gelengan. Hingga keduanya pun kini telah berada di dalam pesawat. Selama perjalanan di pesawat pun Denna ataupun Bende tak banyak mengeluarkan suara, mereka hanya diam.
Denna yang mengantuk pun lantas tidur bersandar pada bahu Bende
" Dimanapun kau bisa dengan mudah tertidur, maafkan aku babe kau mungkin kelelahan dengan perjalanan kita hari ini " ucap Bende lalu berakhir mencium kepala Denna dengan penuh cinta.
Bersambung...
__ADS_1