
Kini tinggal lah keluarga Bende di hotel berbintang di Italy, tempat ia dan Denna mengadakan pernikahan.
Karena rasa lelah, mereka memutuskan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat
" Ah aku sangat lelah namun sangat senang seharian ini " ujar Sean
" Kau benar Sean, ini sungguh melelahkan namun party yang sangat fantastis " imbuh Max
" Rasanya aku ingin berparty lagi " tambah Bendi
" Aku dan Denna permisi kembali ke kamar " pamit Bende beranjak dari duduknya
Peter dan Lexi saling lihat, pandangan semua orang tertuju pada Bende dengan senyum yang sulit di artikan
" Yuhuu sepertinya ada yang tak sabar untuk malam pertama " pekik Auryn istri Lexi
Hal itu mengundang godaan dari kakak-kakaknya yang semakin mengompori keduanya
" Bende, jangan lupa anak perempuan " ucap Bendriko penuh penekanan yang di angguki semua orang
" Ya ya kalian berisik sekali " jawab Bende sedangkan Denna hanya bersemu merona
Kemudian Bende menggandeng tangan Denna untuk beranjak ke kamar, sekilas ia mencium bibir Denna singkat sebelum sampai kedalam kamar
" Hmm.. manis sekali, aku sangat candu " ungkap Bende
__ADS_1
" Aku sangat lelah Bendefidh.. " tutur Denna
Setelahnya mereka memasuki kamar dan membersihkan diri, Bende sedari tadi memperhatikan istrinya dengan penuh kagum karena sejuta pesona yang wanita itu pancarkan
" Sudah selesai? " tanya Bende saat Denna menghentikan aktifitasnya di depan cermin
" Sudah.. " balas Denna cepat
" Lelah? ayo tidur ini sudah jam 22.19 " ajak Bende yang kemudian menarik pinggang istrinya
" Kau tidak mau meminta hak mu sekarang? " tanya Denna yang menatap wajah Bende
" Aku tidak ingin membuatmu semakin lelah, aku masih bisa menahannya sayang.. " jawab Bende dengan membalas tatapan Denna
Sejujurnya apa yang di katakan Bende ada benarnya, ia memang merasa lelah. Namun Bende berhak atas dirinya sekarang dan Denna tidak boleh menolak apa yang sudah jadi hak Bende
Sedangkan di luar pintu kamarnya, semua kakak-kakaknya tengah menguping pembicaraan Bende dan Denna namun tak ada satupun ucapan yang mereka dengar
" Aku tidak mendengar apapun.. " ucap Lexi
" Apa Bende belum membobol gawangnya? " imbuh Sean
" Aku sangat ingin mendengar suaranya itu kenapa lama sekali " tambah Peter
" Apa mungkin mereka belum melakukannya? " tanya Bendi
" Kau yakin dia bisa menahannya? " ucap Max menimpali
__ADS_1
Semuanya saling melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mereka sendiri yang menjawabnya
Cukup lama mereka berada di depan pintu kamar Bende dan Denna namun hasilnya tetap sama, tak ada des*han dibalik pintu itu
" Aku lelah dan aku ingin tidur, persetan dengan malam pertama " umpat Max yang sudah kesal
Kemudian semuanya mengikuti Max dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Sekitar pukul 01.47 dini hari waktu Italia,
Denna terbangun dari tidurnya untuk ke kamar kecil
Saat sudah kembali dan merebahkan diri di ranjang, ia menatap wajah Bende yang tengah tertidur dengan damai
Sekilas Denna mengecup bibir Bende singkat, dan membelai rambutnya. Ia terus berusaha tidur namun tetap saja tidak bisa
Bende yang merasakan pergerakan dari sebelahnya pun terbangun dan melihat wajah cantik wanitanya yang tengah memainkan rambutnya
" Kau bangun, maafkan aku " ucap Denna pelan
" Hmm.. ada apa kenapa tidak tidur? " tanya Bende
Kemudian ia mendekatkan dirinya pada Denna menelusupkan tangannya didalam bajunya mencoba mencari sesuatu disana
" Bendefidh... "
Bersambung...
__ADS_1