
Sudah hampir dua tahun lebih Bende dan Denna menetap di Italia, semenjak peristiwa kejadian yang mengenaskan kedua orang tua Denna, Bende lebih memilih pindah supaya gadisnya dapat melupakan kejadian yang telah berlalu itu
Hari ini di mansion kediaman A. Wilson sedang menggemparkan dunia bisnis tanah air
Putra kedua Elson yakni Bendinath, dikaruniai putra keduanya yang di beri nama Bend Nath Cassano Gio Ax Wilson
Dunia bisnis tanah air menggempar, berita kelahiran putra kedua Bendi juga sangat berpengaruh pada pesaing bisnis keluarga Wilson. Pasalnya mereka memiliki keturunan laki-laki semua, hal itu membuat para pesaing semakin menghawatirkan posisi mereka.
Bende yang mendapat kabar tersebut hanya ber " Oh " ria, saat Dava memberitahukan beritanya.
Saat kembali ke kamar, ia mendekati Denna dan duduk di sebelahnya
Telponnya bergetar pertanda telepon masuk, dan dengan santai ia menjawabnya
" Ada apa? " tanya Bende tanpa menyapa saat mengangkat telepon dari kakak keduanya itu
" Ayolah man. Kau menjadi Daddy lagi, anakku sudah lahir " ucap Bendi di seberang telepon
" Ya, aku mengetahuinya. Selamat untukmu dan Nayla " balasnya
" Thank you, bagaimana kabarmu? "
" Sangat baik " balas Bende
" Kau tidak berniat pulang? "
" Tidak terpikirkan "
" Kau tidak mau melihat anakmu? Ayolah sesekali jangan mendingin setidaknya lakukan demi kakakmu ini " ucap Bendi berusaha membujuk
" Aku sibuk " balas Bende acuh
" Bendriko baru saja sampai bersama Ken, semua saudara sedang berkumpul. Hanya kau yang tak datang, aku ingin melihat saudaraku ada di saat hari bahagiaku " tutur Bendi
" Bendi, kau- "
Ucapannya di potong oleh Bendi " Pikirkan dulu, aku menunggumu dan Denna "
Lalu mematikan teleponnya sepihak
Bende melihat berita di internet, begitu banyak berita yang memberitahukan tentang keturunan Wilson itu, ia mengukir senyum saat melihat wajah Gio
__ADS_1
" Sangat tampan, bermata hazel seperti ibunya " gumamnya dengan memandangi foto bayi mungil itu
Setelahnya, ia menoleh ke arah samping. Ia menatap lekat manik mata gadisnya yang sedang tertidur dengan damai
" Denna.. Hey bangunlah kau belum makan apa-apa " ucap Bende lembut yang membangunkan tidur gadisnya
Selesai makan keduanya memilih bersantai di ruang tengah, Bende sibuk pada berkas nya sedangkan Denna sibuk pada hp nya
" Bendefidh, kau tahu? Kak Nayla melahirkan putra keduanya tadi malam dan beritanya sangat banyak di media sosial " ucap Denna memecahkan keheningan di antara keduanya
" Hm, aku tahu " jawab Bende tetap fokus pada berkas nya
" Namanya sangat bagus, aku sangat ingin menggendongnya " lirih Denna dengan tersenyum menatap layar handphone
" Pria-pria itu sangat payah " ucap Bende
" Kenapa? "
" Di antara mereka tidak ada yang memiliki anak perempuan, selalu memproduksi laki-laki " jawabnya enteng
" Mungkin nanti mereka memilikinya "
" Oh.. " jawab Denna
" Ya, dia akan mirip dengan Mommy nya, memiliki senyum yang indah, wajah yang manis, dan mata hijau yang cantik sepertimu " ucapnya
" Berhenti menatapku! " marah Denna
" Kau sangat cantik " puji Bende
Denna memalingkan wajahnya tanpa menjawab ucapan Bende
Bende merenggangkan otot-otonya, ia melihat Dava yang disibukkan dengan beberapa map besar di tangannya
" Apa yang kau periksa Dava? "
" Saya menerima beberapa file dari Sekretaris Wira dari perusahaan Regions Corp di Singapura tuan. Ada sedikit kejanggalan yang saya temukan "
" Ya, aku sudah mengetahuinya. Pergilah ke Singapura malam ini, aku tahu kau ahli di bidang yang aku tugaskan sekarang " perintahnya
" Malam ini? " tanya Asisten Dava kaget
__ADS_1
" Ya, kau pergi bersama pengawalmu jika kau mau " balasnya
Denna sedari tadi hanya diam dan memperhatikan percakapan keduanya
" Denna.. " panggil Bende
" Heum? "
" Kau mau pulang ke Indonesia bersamaku? " tanyanya pelan
Bayang-bayang kejadian lalu mulai terlintas di kepala Denna. Ia diam membeku mencerna ucapan yang baru di lontar kan pria bermata biru itu
" Kita tidak akan pulang jika kau tidak menginginkannya " ucap Bende, ia tahu apa yang ada di fikiran gadisnya
" Jika kau ingin pulang, pulanglah bersama Asisten Dava. Aku tak apa sendirian disini " balas Denna
" Dan aku tidak akan membiarkan mu sendirian! Jika kau tidak ikut, maka aku juga tidak akan kembali "
" Bendefidh.. Kau adalah adiknya Bendi, jadi kau harus pulang " bantah Denna
" Dan kau kekasih dari Tuan Muda Bendefidh Reginaldo " balas Bende penuh penekanan
" Sungguh, aku tak apa " ucap Denna mencoba meyakinkan
" Kau yakin kau bisa sendirian? yakin kau bisa tidur tanpaku? tanpa memelukku? bahkan kau selalu saja menangis saat kesulitan tidur, dan kau akan lelap jika dalam dekapanku? " tanya Bende bertubi-tubi
" Aku akan mencoba tanpamu " jawab Denna
" Are you crazy? kau ingin pergi dariku begitu maksudmu? " tanya Bende menaikkan satu oktaf suaranya
" Bukan begi- " ucapannya terpotong
" Kau tahu seperti apa aku jika kau tak ada? sudah ku katakan jika kau tidak mau pulang maka aku juga tidak! "
" Aku mau " jawab Denna
" Tidak! jangan memaksakan dirimu " balas Bende
" Aku merindukan kak Nay " lirih Denna
Setelah perdebatan itu, mereka menemukan solusinya. Keduanya memutuskan kembali ke tanah air untuk beberapa waktu
__ADS_1