
" Ututu tayangg gantengnya, muachh " Livy menggendong babby Ben dengan gemas, ia langsung jatuh cinta pada bayi mungil menggemaskan itu
Setelah mengetahui kabar Denna melahirkan seminggu yang lalu, Livy dan Rudy langsung mengunjungi apartement mereka dan menengok keadaannya.
Keduanya sama-sama tidak tahu tentang kelahiran babby Ben karena Bende sama sekali tidak mengabarinya, baru tahu setelah Asisten Dava yang memberi tahu kabar baik itu pada mereka
" Nanti dia nangis, dari tadi kau menciumnya terus " tegur Rudy pada istrinya
" Dia sangat lucu Rud " balas Livy, ia bahkan mengabaikan perintah suaminya karena terlalu sibuk bersama babby Ben
Melihat itu, timbul rasa sakit dalam hati Rudy karena ia belum berhasil membuahi sang istri. Ia terus berdoa supaya kelak mereka juga akan merasakan hal yang sama seperti Bende & Denna
" Coba lihat dia tersenyum, aaaa manis sekaliii " sorak Livy heboh sendiri, ia sangat bahagia dengan kehadiran babby Ben
" Tentu saja, sama seperti Daddy nya " ujar Bende
" Cihh.. kau bahkan selalu bermuka datar Bend " bantah Livy membuat Rudy tersenyum karena ucapan istrinya tidaklah salah
Mereka menghabiskan waktu seharian bersama, saling bertukar cerita tentang detik-detik Denna akan melahirkan dan ketidak tahuan Rudy juga Livy.
__ADS_1
Kedua pasangan itu membawa banyak sekali barang untuk babby Ben, saking merasa bahagianya mereka bahkan babby Ben sudah seperti anak mereka sendiri.
Setelah mereka selesai, Rudy & Livy pamit pulang ke apartementnya. Diam-diam Livy menangis di pinggir tembok menumpahkan semua rasa sesak di dadanya, karena tak mampu menutupi rasa sedihnya ia bahkan tak lagi bersembunyi dalam tangisnya
" Kau kenapa? " tanya Rudy kaget mendapati sang istri berderai air mata
" Aku hanya sedih, kenapa aku sangat susah untuk menjadi sepertu Denna? " tangisnya pilu
" Jangan terlalu di fikirkan, mungkin Tuhan masih ingin membiarkan kita berdua dulu "
" Rud, aku tahu kau menginginkan seorang anak. Kali ini aku berkata dengan sungguh, menikahlah lagi supaya kau memiliki keturunan " ujar Livy dalam tangisnya walaupun sagat sakit mengatakan itu
" Apa yang kau katakan? Kita akan berjuang sama-sama ku mohon jangan menyerah setelah kita menanti begitu lama Livy! " balas Rudy mulai kesal, entah apa yang ada di pikiran istrinya saat ini
Sementara di apartement Bende & Denna
Keduanya sama-sama menikmati hari dan peran baru, Bende seketika berubah menjadi seorang ayah yang siaga saat bersama anak & istrinya. Namun akan tetap seperti singa jika berada di luar
" Benni sudah tidur? " tanya Bende pada istrinya yang baru selesai memberi ASI pada anaknya
__ADS_1
" Sudah, kau lapar hm? " tanya Denna
Bende yang duduk di ranjangnya menarik tangan Denna untuk mendekat ke arahnya hingga ia memeluk Denna dengan erat
" Ada apa Bendefidh " tanya Denna mengelus rambut suaminya
Bende mendongakkan kepalanya menatap ke arah Denna yang berdiri di depannya namun ia peluk dengan erat
" Kapan aku bisa meminta jatahku " tanya Bende spontan lalu kembali menyembunyikan wajahnya diantara perut Denna
Denna tersenyum mendengar itu " Setelah 40 hari sayang " jawabnya
" Aku harus berpuasa selama itu? oh ayolah wife jangan bercanda seminggu saja okey? " tawarnya
" Sayang memang harus setelah 40 hari baru bisa melakukannya, itu sudah ketentuannya " jawab Denna
" Siapa yang mengatakan itu? artikel dari mana itu? " bantah Bende
Kemudian dengan penuh sabar Denna menjekaskan secara detail kepada sang suami supaya ia mengerti, walaupun Bende sedikit sulit menerima kebenaran itu namun ia harus menahannya hingga 30 harian kedepan
__ADS_1
" Jika sudah lebih 40 hari, aku akan memakanmu dengan puas " ujar Bende
Denna yang mendengar itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena tingkah sang suami.