
The next day
.
.
.
Denna sedang meracu menggerutuk dirinya sendiri di hadapan cermin
" Apa aku terlihat gemuk? " tanyanya yang memantulkan diri di depan cermin meja rias di kamarnya
Tak lama seorang pria bermata biru sang pemilik suara bariton itu masuk tanpa permisi
" Sedang apa? " tanyanya
" Kau mengagetkan ku Bendefidh, tid- " ucapnya terpotong
Bende tiba-tiba menariknya duduk di pangkuannya
" Bendefidh jangan macam-macam " ucap Denna
" Hanya satu macam sayang "
Cup.. Bende mencium area leher Denna
Denna memutar tubuhnya lalu berdiri
" Apa yang kau lakukan hah? Berhenti menyentuhku jika tidak aku akan- " lagi ucapnya terpotong
" I don't care, aku akan menciummu sebanyak aku mau " jawabnya enteng
" Keluarlah Bendefidh " usirnya
" Why? Aku akan tetap disini "
" Aku ingin mengganti pakaian, jadi keluar! " ulangnya
Bende tersenyum sumringan, entah mengapa Denna semakin imut saat ia marah. Bibir itu mampu membuat kendali nya hampir hilang
__ADS_1
" Jangan menatapku seolah-olah kau ingin menelanjangiku! "
" Ya, aku sangat ingin " jawabnya enteng
" Kau banyak memiliki perempuan bukan? Lakukan dengan mereka maka keinginanmu terpenuhi! " tegasnya
Bende diam tak menjawab ucapan gadisnya, hal itu membuat Denna sedikit heran namun ia juga lebih memilih diam
Denna mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi di kamarnya tanpa memperdulikan Bende. Namun ia merasa sedikit tidak nyaman pada dirinya, sesak itulah yang wanita itu rasakan sekarang.
Sedari tadi Bende terus memperhatikan gerak gerik gadisnya yang sedikit aneh
" Ada apa denganmu? " tanyanya
" Heuh? Tidak "
" Apa kau tak nyaman pada pakaianmu girl? " tanyanya spontan
" Bendefidh, apa aku terlihat lebih gemuk? " tanya Denna lalu merentangkan kedua tangannya di hadapan pria matang itu
Bende kalang kabut, lekuk tubuh Denna membuatnya traveling jauh
" Tidak, kau tetap seperti biasanya " jawabnya linglung dan memalingkan wajah
" Permisi tuan, maaf di bawah sedang ada tamu " ucap Dava
" Palingkan matamu dari gadisku Dava! " segaknya
Dava buru-buru menundukkan kepalanya
" Siapa yang datang? "
" Direktur Utama Famous Group, Tn. Jimmy Louis " balas Dava singkat
" Kenapa si tua itu kesini, sangat mengganggu! " kesal Bende lalu meninggalkan Denna
Sejak kedatangan Jimmy Louis, Bende mengajaknya membicarakan hal bisnis mereka di kantor hingga malam hari
Sementara di sisi lain, Denna kesulitan tidur. Entah mengapa ia merasa sesak namun tidak tau dimana letak sesaknya itu
__ADS_1
" Dimana dia kenapa belum pulang " ucapnya lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Sedari tadi Denna mencoba untuk tidur, namun sialnya sesak nya itu membuatnya sulit untuk memejamkan mata
Ia mengambil handphone miliknya dan menghubungi nama yang tertera di layar
" Kau dimana huh.. " ucapnya menahan tangisnya
" Aku di kantor babee, kenapa kau belum tidur jam segini? " lirihnya lembut
" Pulanglah.. hikss " ia tak dapat membendung air matanya lagi
" Denna? Ada apa, kau kenapa hey? Kau masih mendengar ku? " panik Bende dari seberang telepon
" Cepatlah pulang Bendefidh aku hampir mati sekarang hikss.. "
" Tunggu di mansion jangan kemana-mana "
Bende berlarian dengan kepanikannya dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi
Dava yang melihatnya kalang kabut dan segera menyusul Bende dari belakang
" Apa yang terjadi, kenapa tuan muda sangat tergesa-gesa " lirih dava dengan tak kalah kebutnya mengejar mobil Bende
Sesampainya di Mansion, Bende membuka pintu dengan paksa namun sayangnya pintu itu terkunci
" BUKA!! " Suara bariton itu menggema sehingga membuat semua maid bergerak lebih cepat, seisi Mansion kelimpungan dan segera membukakan pintu
" KENAPA LAMA SEKALI! KAU INGIN KU BUNUH HAH?! "
Seketika maid itu gemetar mendengar ucapan Bende, entah apa yang merasuki tuan muda itu sehingga ia kalang kabut seperti ini
" DIMANA GADISKU? "
" Noona Denna masih ada di kamar tuan " jawab salah satu maid
Bende bergegas menuju kamar Denna buru-buru dan tanpa permisi ia mendobrak pintu kamarnya dan mendapati Denna tengah menangis duduk di lantai dengan kepala bersandarkan di atas kasur empuk miliknya
" Sayang.. Hey " ucapnya lembut, terlihat jelas raut kepanikan di wajah Bende
__ADS_1
Denna yang mendengar suara itu langsung menoleh dan merentangkan kedua tangannya
Bende yang memahami itu langsung memeluk tubuh gadisnya