
Bende buru-buru mengecek hp nya melihat file yang baru saja dikirimkan Asisten Dava
Kemudian tak lama hp nya kembali berdering
" Hallo? "
" Tuan Muda, apart sekarang mendapat serangan mendadak " seru staf apartement di Italia
" Bagaimana situasinya? " tanya Bende
" Sedang tidak baik, kami sedang menyiapkan strategi 4A sekarang, saya minta anda tetap di Jerman sampai situasi kembali normal. Kami akan mengabari anda kembali" tutup staf pada teleponnya
Strategi 4A adalah sebuah strategi tembakan beruntun oleh pasukan khusus yang di latih oleh Bende yang hanya digunakan dalam situasi genting yang terjadi seperti sekarang. Dengan pasukan membentang seperti huruf A dalam setiap posisi yang sudah ditetapkan dan masing-masing 4 orang
Kini keadaan di apartement terpantau tidak aman, sejak pagi penembakan terus terjadi itupun hanya di lantai 4 tempat Bende dan Denna tinggal
Salah satu anak buah Bende yang patut di andalkan yang seorang detektif mampu menemukan jejak digital pelaku dengan cepat. Mereka adalah segerombolan pembunuh bayaran yang di suruh oleh Vina wanita nakal yang merayu Bende beberapa hari lalu
Saat memberikan info pada Asisten Dava, pria itu hanya menggelengkan kepalanya sembari memijit pelipisnya pelan
" Wanita ini cukup berani, aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika Tuan Muda mengetahui bahwa dia dalang di balik ini semua " gumam Asisten Dava
__ADS_1
Lalu ia memberi perintah supaya tetap waspada dan langsung bunuh saja mereka semua, ia meminta supaya staf tidak memberitahukan dulu hal ini pada Bende
Keadaan di Italia bisa di bilang buruk, akibat penembakan yang terus terjadi sejak tadi para penghuni apart lantai 1,2,3,5,6 pun mulai kocar kacir mendengar suara tembakan yang berasal dari lantai 4 sejak tadi.
Tak lama kembali terdengar bunyi tembakan lagi, semua pasukan mengambil posisi dan staf 1 memantau lewat cctv
" Siapkan posisi, arahkan pistol seperti arah jarum jam sekarang lalu mulailah menembak ada 3 target disana! " perintah staf 1 yang melihat pelaku dari cctv
" Sisi kiri berbaliklah!! " tambah staf 1 lewat handy talky nya
DORR!! DORR!!
" Siap di tempat " balas pasukan yang berada di kepala A
" Buat lingkaran dengan membalikkan badan tembakkan di sisi kanan bersiaplah!! " perintah staf 1
DORRR!!!
Suara tembakan begitu terdengar nyaring 4 peluru secara bersamaan melancar menuju target
" Misi selesai kembali ke posisi 4! "
__ADS_1
Semua target telah di musnahkan, tiba-tiba Vina datang dengan membawa pistol di tangannya mencoba untuk membunuh Bende dengan langkah cepat wanita itu kini berada di pintu kamarnya mencoba masuk, namun gagal karena password pintu hanya Bende dan Denna yang tahu
" Wanita ini sangat bodoh, menyerahkan nyawa begitu saja " gumam staf 1
Ia kembali menyalakan handy talkynya " Buat perangkap pada pintu kamar Tuan Muda, bunuh wanita itu! " tambah staf 1
Bende adalah pria yang di takuti banyak orang di Italia, anak buahnya ada banyak di berbagai penjuru kota di Negara Italia. Ia mempekerjakan orang yang tidak memiliki rasa kasihan itulah sebabnya dengan mudah anak buahnya membunuh siapapun yang mengusik ketenangannya
Pasukan bergegas menuju pintu kamar Bende dan membuat jebakan " Ku rasa kau tidak menyayangi nyawamu lagi " ucap salah satu pasukan khusus
Vina menoleh, ia di kepung oleh segerombolan pria. Dia yang tadinya berani sekarang kicep tubuhnya bergetar hebat
sedetik kemudian DORR!! DORR!!
Tanpa memberi ampunan mereka menembak Vina berkali-kali hingga mati, bahkan ada bagian tubuhnya yang hancur akibat tembakan yang diberikan
Misi pun kini selesai, target sudah di lenyapkan. Staf 1 kembali memberikan kabar pada Asisten Dava.
Mereka harus memulihkan kondisi yang terjadi oleh serangan itu, sesuai instruksi Bende, mereka akan kembali ke Mansionnya supaya Denna tidak curiga. Bende belum siap mengungkapkan siapa dia sebenarnya
To be continue...
__ADS_1