
Mama Wina mencoba mengarahkan sesuap bubur untuk Bende, ia tak menyangka putranya menerima suapan darinya
Bende memakan bubur itu hingga habis, Mama Wina sangat bahagia dengan hal itu juga Oma Queena yang melihatnya mengukir senyum
Denna yang menyaksikan dari luar pintu pun ikut menitikan air matanya, ia bahagia akan hal itu
" Semoga kau dan keluargamu memiliki hubungan baik Bendefidh, aku tak mau kau kesepian sepertiku tanpa cinta orang tua " batin Denna berucap
Ia hendak masuk, kembali mengganti kain yang tertempel di kening Bende dengan yang baru
" Kenapa kau lama sekali " tanya Bende posesif
" Aku tidak pergi jauh Bendefidh hanya mengganti baskom ini dengan air yang baru " jawab Denna
" Bende, maafkan Mama ya nak " ucap Mama Wina dengan menatap kedekatan keduanya
" Ya, aku hanya kecewa " balas Bende
" Oma keluar ya " pamit Oma Queena yang mencoba memberi ruang antara ibu dan anak itu sedangkan Denna hanya diam tak berani ikut campur urusan keduanya
" Mama harap, hubungan kita akan semakin baik. Sungguh Mama sangat menyayangimu Bend " ungkap Mama Wina
" Aku ke belakang sebentar " pamit Denna, ia takut jika Mama Wina berfikiran jika ia yang menjadi penghalang hubungan antara mereka
" Tetaplah disini, aku tak mau kau jauh. Jangan mencoba menghindar " ucap Bende menarik tangan Denna posesif hingga ia terduduk kembali
" Apa kau canggung dengan keberadaan tante Denna? " tanya Mama Wina
__ADS_1
" Ti-tidak tante bukan seperti itu " bantah Denna
" Terimakasih sudah menjaga anak tante, kau wanita yang sangat baik. Kau beruntung ia sangat takut kehilanganmu, tante mohon tetaplah di sampingnya terus " pinta Mama Wina
" Tante adalah ibunya, tante lebih berhak atas Bendefidh. Kenapa tante berbicara seolah tante tak akan ada disampingnya " tanya Denna, matanya sudah mulai berkaca-kaca
" Temani Bende ya, tante keluar dulu " ucap Mama Wina dengan membawa mangkuk bekas bubur tadi dan berlalu meninggalkan Bende dan Denna berdua
" Peluk aku " ucap Bende merentangkan kedua tangannya
Denna lantas beringsut ikut merebahkan diri di kasur empuk Bende dan memeluk tubuh Bende
Tubuh keduanya berpelukan saling berhadapan, Bende menundukkan dirinya mengambil posisi tepat berada di kedua gundukan kenyal milik gadisnya menyembunyikan wajahnya disana
" Shhhhh Bendefidh gelii " ucap Denna saat Bende menggesekkan kepalanya di dada kenyal Denna
" Ti-tidak, jangan seperti itu bagaimana jika ada yang melihatnya "
" Aku tidak peduli " jawab Bende santai
" Bendefidh nanti semua orang akan berfikiran macam-macam " bantah Denna
" Biarkan saja, aku tak mau pusing dengan pendapat mereka "
" Kau bisa santai tapi tidak denganku Tuan Muda " jawab Denna
" Jangan khawatir, mereka akan mengerti "
__ADS_1
" Aku seperti sedang menyusui bayi " gerutuk Denna
" Kalau begitu bukalah bajumu, anggap saja kau sedang latihan menyusui anak kita nanti " ucap Bende spontan
Sontak saja hal itu membuat Denna memukul lengan Bende " Kenapa kau bicara se-vulgar itu! "
Bende tertawa lantas mengukir senyumnya, ia sangat suka menggoda Denna dan membuatnya bergumam kesal, itu tampak imut baginya
" Aku ingin tidur, biarkan seperti ini sayang tolong elus kepalaku " pinta Bende menatap lekat wajah Denna
" Tapi, "
" Ku mohon Nyonya Reginaldo " ucapnya memelas
" Baiklah, tidurlah dan segeralah sembuh " ucap Denna dengan mengelus kepala Bende
" Aku akan segera sembuh, karena aku nyaman tidur dengan squishy kenyalku ini " jawab Bende semakin memperdalam menyembunyikan kepalanya diantara dada Denna
" Bendefidh.. Kau sedang sekit kenapa sangat mesum " ucap Denna kesal
" Wangi lavender, aku menyukai wangi tubuhmu " ucap Bende tanpa memperdulikan ucapan Denna ia menghirup aroma tubuh Denna dalam-dalam
" Tidurlah, jika tidak aku akan berhenti memelukmu " uncam Denna
" Iya iya aku tidur " ucapnya cepat
Sehingga tak lama Bende benar-benar tertidur, ia merasa sangat nyaman dengan posisi seperti itu bersama benda kenyal favoritnya
__ADS_1