Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 14


__ADS_3

Susan berjalan keluar ruangan dan bengoceh sendiri


"Seharusnya aku yang disitu, bukan wanita sialan itu! lihat saja aku akan menyingkirkannya" dia menyeloteh sendiri. Dan bertanya pada seorang pria yang lewat berlawanan arah dengannya


"Hey, apakah Bende sudah menikah? Maksudku tuan muda Bendefidh Wilson" tanya Susan


Laki-laki itu tak lain adalah Gino, Sekretaris Bende yang di percayai setelah Dava.


"Ya" jawabnya singkat, Gino tak ingin berdebat karena dia sudah tahu wanita di depannya ini adalah wanita malam


"Permisi, saya banyak pekerjaan" ujar Gino sembari berlalu meninggalkan Susan


"Hey aku belum selesai!!" teriaknya dengan kesal


"Maaf bu, suaranya harap di kecilkan. Ini kantor bukan pasar" ucap salah seorang karyawan disitu


"Ba bu ba bu, aku bukan Ibumu!" marahnya kepada karyawan itu


"Harap keluar jika tidak ada kepentingan bu, di sana pintu keluarnya" ucap karyawan itu lagi lalu berlalu meninggalkannya


"Berani sekali kau!" Susan marah-marah sendiri dan keluar meninggalkan tempat itu.


Disisi lain, Denna berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Bende, jujur saja hatinya sangat terluka mendengar ugkapan wanita tadi bahwa Bende sudah sering tidur dengannya.


"Bendefidh mundurkan kursinya aku ingin turun" ujar Denna


Bende mengernyitkan dahinya "Kenapa?"


"Aku ingin turun apa kau tuli?" kesalnya

__ADS_1


"Baiklah baiklah istriku tercinta" goda Bende


"Itu tadi hanya akting, hanya akting! jadi jangan terlalu besar kepala" ujar Denna memperingatkan dan Bende hanya tersenyum jail


Setelah itu, keduanya enggan membuka suara. Denna lebih memilih diam dan memainkan hp nya. Bende mencoba memecahkan keheningan itu dan menarik kursi yang tengah di duduki gadisnya itu


"Apa yang kau lakukan, bagaimana jika aku tersungkur" Denna ingin sekali marah, lelaki di hadapannya itu sungguh membuatnya jengkel


Bende mengambil hp Denna dari tanganya lalu menyimpannya


"Kenapa kau diam? Apa ada yang asik di hpmu ini? Apa kau tengah berhubungan dengan pria lalu mengabaikanku?" tanyanya penuh selidik


"Jika iya apa masalahmu?"


"Aku akan menghancurkan hpmu lalu membuang kartunya" ancam Bende


"Kenapa kau sangat ingin mengendalikan semua orang? Kau bisa berhubungan dengan wanita lain bukan? Lalu kenapa aku tidak?" Denna bertanya dengan air mata yang ingin tumpah


"Tidak ada, semua ini salahku, kau tidak pernah salah bukan?" luruh sudah air matanya yang tak bisa ia bendung lagi


"Ungkapkan apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak akan marah, aku berjanji" ujar Bende dengan menggenggam tangan Denna


"Aku hanya menggerutuki diriku sendiri Bendefidh, aku juga tak jauh berbeda dengan wanita-wanita yang sering kau tiduri hikss.. hikss.."


"Tidak, apa yang kau katakan sayang" ujar Bende sembari menyeka air mata Denna


"Aku tidak tahu, aku sangat terluka ketika wanita itu mengatakan bahwa kau sering tidur dengannya hikss..


A..aku juga seperti wanita tidak punya harga diri, aku bahkan sering tidur seranjang denganmu, tetap sambil memelukmu, aku tak tau apa yang terjadi hikkss.. padaku hikss.." ungkap Denna dengan air mata yang membanjiri pip chubbynya

__ADS_1


Bende menatap lekat pemilik manik mata yang tengah menangis, dia sangat menyayangi wanita di hadapannya ini


"Sttttt.. Berhentilah menangis, kau berbeda dengannya sayang" ujar Bende


"Sama saja, mungkin apa yang aku lakukan denganmu, wanita itu lebih dulu melakukannya hikss.. aku benci diriku sendiri hikss.. hiks.. bibi maafkan Denna huhuu" ujarnya terus menangis


Bende memutar kursinya dia menggenggam jemari gadis di hadapannya ini,


"Biar aku jelaskan. Dia memang benar, aku sering tidur dengannya. Tapi aku tak pernah memeluknya ataupun sebaliknya. Memang benar aku dan dia tidur seranjang, tapi tidak ada yang ku lakukan samasekali aku tidak pernah menyentuh wanita yang sering tidur denganku. Pagi-pagi aku bahkan mengusirnya lalu memberinya sejumlah uang. Kau jelas berbeda dengan wanita-wanita itu. Setelah selesai bersamaku, mereka mencari pria lain, bahkan mereka juga sudah sering disentuh pria lain. Sudah jelas kau berbeda dari wanita-wanita itu, sudahlah jangan menangis" jelas Bende panjang lebar


Denna menyeka air matanya dan bertanya "Bendefidh, apa kau tidak normal?" tanyanya blak-blakkan


Mende membelalakkan matanya kaget "Apa maksudmu, tentu saja aku normal apa kau ingin aku membuktinya sekarang?" ucapnya dengan menunjukkan semyum jahilnya


"Tapi kenapa kau bisa menahan diri dengan wanita yang sering tidur di sampingmu. Bahkan pakaian mereka sangat kekurangan bahan" tanya Denna penuh selidik


"Aku sama sekali tidak tergoda" jawab Bende singkat, padat dan jelas


"Lalu, apa aku juga tidak menggoda? Apa aku tidak sexy?" ujar Denna tanpa sadar mengatakan itu, lalu ia menutup mulutnya sendiri


"Ti..tidak ma..ma..maksudku aku, aku" Denna gugup dan terbata-bata ia merasa malu atas ucapannya


Bende tersenyum kemenangan dan menatap lekat wajah Denna yang tengah memerah menahan malu


"Kau sangat gemas saat sedang malu" ujarnya mencubit pipi Denna


"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu Nyonya Wilson?" ujar Bende dengan tersenyum tak heti


"Tidak, aku tadi hanya.."

__ADS_1


"Aku akan mengatakannya. Pertama, aku menahan diri saat sedang bersamamu, kau menyiksaku setiap kali aku sedang bersamamu. Aku berusaha mengendalikan diri sayang, kau bahkan tak mengijinkanku menciummu walau hanya di kening, apa kau tau setiap kali kau manja padaku lalu menunjukkan puppy eyes mu itu


__ADS_2