Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 48


__ADS_3

" Hei! Tunggu saja aku akan memberikan Ken adik perempuan yang banyak! " bantah Lexi yang geram dengan penuturan Bende


" Kau menantang kakakmu ini Bend? Dua tahun lagi kau akan menjadi seorang Daddy lagi kali ini akan perempuan " Ucap Max kakak dari Lexi


" Tidak, kurasa kalian tidak bisa " jawab Bende


" Heii kalau begitu berikan kami anak perempuan, jadikan kami Daddy dari anak perempuanmu dan Denna "" segah Peter


" Tentu, akan ku berikan. Benarkan sayang? " ucap Bende menatap Denna


" Bendefidh apa yang kau katakan " ucap Denna menahan malu, sementara pipinya merona seperti tomat


" I'm waiting for you! " teriak Sean


( Aku menunggunya dari mu! )


Sementara semua keluarga tersenyum melihat kegaduhan yang terjadi antar saudara ini


" Ken, tutup telingamu boy " ucap Bendriko yang membawa putranya mundur dari kegaduhan antar kakak beradik itu


" Berhentilah berdebat, Oma juga ingin merasakan punya cicit perempuan " ikut Oma Queena


" Ini semua gara-gara Oma, Oma yang mendahulukan keturunan laki-laki. Jadi semua yang lahir laki-laki " ucap Peter sehingga semua keluarga tertawa


" Heii kau, Oma tidak akan memberimu uang jajan Pete " ancam Oma Queena


" Ah tidak, bukan begitu Oma cantikk " rayu Peter


Semua keluarga akhirnya saling bercerita hingga malam hari pun tiba


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.20 WIB

__ADS_1


Denna masih setia menemani Nayla yang tengah memberi asi pada babby Gio. Ia membantu menidurkan putra sulung Nayla yang kini tidur terlelap di pangkuannya


" Kak, Jio manis sekali saat tidur begini " ucap Denna memecahkan keheningan


" Ya, ia sangat nyenyak di pelukan Mommy Denna " balas Nayla


Tak lama kemudian Bendi datang menghampiri keduanya yang tengah berbincang


" Apa Jio dan Gio sudah tertidur sayang? " tanya Bendi pada Nayla


" Kau lihat, kedua putramu itu tidur sangat nyenyak " jawab Nayla pada Bendi


" Denna, sini biar kakak pindahkan Jio ke kamar " ucap Bendi lalu mengambil alih Jio dari pangkuan Denna


Setelah selesai, Bendi kembali menghampiri saudara-saudaranya yang tengah menonton pertandingan bola di tv yang berada tak jauh dari Nayla dan Denna


Bende turun dari lantai 2 menuju lantai 1 dan menghampiri gadisnya yang tengah asyik mengobrol


" Aku tengah menemani kak Nay " jawab Bende


" Ayo tidur ini sudah malam " ajak Bende


" Kau bisa tidur bersamaku Bend, biarkan Denna tidur di kamarmu " ucap Lexi menyahut


" Tidak perlu, aku akan tidur bersama Denna " jawab Bende enteng


Seketika semua kakaknya menoleh ke arahnya


" Kenapa menatapku begitu? " tanya Bende


" Maksudmu kau seranjang bersama Denna begitu? " tanya Peter

__ADS_1


" Hm " jawab Bende


" Bend kau sungguh bahaya! " pekik Sean


" Pelan kan suaramu Sean! anakku bisa bangun nanti " ucap Bendi dengan sorot mata tajam


" Aku sangat terkejut dude " jawab Sean


" Tidak usah berfikir macam-macam, aku bukan sepertimu! " jawab Bende


" Bende, benarkah itu? " tanya Oma Queena yang mendengar percakapan mereka, seketika semua mata tertuju pada Bende


" Ya, aku tidak peduli kalian suka ataupun tidak " jawab Bende


" Bendefidh " segah Denna


" Ayo ke kamar " ajaknya dan menggenggam tangan Denna berlalu meninggalkan semua keluarga


" Bende! " seru Oma Queena


" Sudahlah Oma, dia pria dewasa jadi biarkan saja " cegah Bendi


" Ayolah dude, karena dia pria dewasa aku takut Denna akan di ajak Bende bercocok tanam sebelum waktunya " imbuh Lexi


" Ya, aku takut adik bungsu kita itu akan benar-benar memberikan kita anak perempuan nantinya " tambah Peter


" Itu tidak boleh terjadi brodiii " pekik Sean


" Dia tidak boleh melangkahi kakaknya ini " tambah Peter


" Diamlah kalian, pergi ke kamar masing-masing dan tidurlah! " ucap Bendriko menghentikan percakapan konyol adik-adiknya

__ADS_1


Malam pun semakin larut hingga akhirnya semua keluarga Wilson terlelap dan menjemput mimpi mereka masing-masing


__ADS_2