
" Hei! Tunggu saja aku akan memberikan Ken adik perempuan yang banyak! " bantah Lexi yang geram dengan penuturan Bende
" Kau menantang kakakmu ini Bend? Dua tahun lagi kau akan menjadi seorang Daddy lagi kali ini akan perempuan " Ucap Max kakak dari Lexi
" Tidak, kurasa kalian tidak bisa " jawab Bende
" Heii kalau begitu berikan kami anak perempuan, jadikan kami Daddy dari anak perempuanmu dan Denna "" segah Peter
" Tentu, akan ku berikan. Benarkan sayang? " ucap Bende menatap Denna
" Bendefidh apa yang kau katakan " ucap Denna menahan malu, sementara pipinya merona seperti tomat
" I'm waiting for you! " teriak Sean
( Aku menunggunya dari mu! )
Sementara semua keluarga tersenyum melihat kegaduhan yang terjadi antar saudara ini
" Ken, tutup telingamu boy " ucap Bendriko yang membawa putranya mundur dari kegaduhan antar kakak beradik itu
" Berhentilah berdebat, Oma juga ingin merasakan punya cicit perempuan " ikut Oma Queena
" Ini semua gara-gara Oma, Oma yang mendahulukan keturunan laki-laki. Jadi semua yang lahir laki-laki " ucap Peter sehingga semua keluarga tertawa
" Heii kau, Oma tidak akan memberimu uang jajan Pete " ancam Oma Queena
" Ah tidak, bukan begitu Oma cantikk " rayu Peter
Semua keluarga akhirnya saling bercerita hingga malam hari pun tiba
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.20 WIB
__ADS_1
Denna masih setia menemani Nayla yang tengah memberi asi pada babby Gio. Ia membantu menidurkan putra sulung Nayla yang kini tidur terlelap di pangkuannya
" Kak, Jio manis sekali saat tidur begini " ucap Denna memecahkan keheningan
" Ya, ia sangat nyenyak di pelukan Mommy Denna " balas Nayla
Tak lama kemudian Bendi datang menghampiri keduanya yang tengah berbincang
" Apa Jio dan Gio sudah tertidur sayang? " tanya Bendi pada Nayla
" Kau lihat, kedua putramu itu tidur sangat nyenyak " jawab Nayla pada Bendi
" Denna, sini biar kakak pindahkan Jio ke kamar " ucap Bendi lalu mengambil alih Jio dari pangkuan Denna
Setelah selesai, Bendi kembali menghampiri saudara-saudaranya yang tengah menonton pertandingan bola di tv yang berada tak jauh dari Nayla dan Denna
Bende turun dari lantai 2 menuju lantai 1 dan menghampiri gadisnya yang tengah asyik mengobrol
" Aku tengah menemani kak Nay " jawab Bende
" Ayo tidur ini sudah malam " ajak Bende
" Kau bisa tidur bersamaku Bend, biarkan Denna tidur di kamarmu " ucap Lexi menyahut
" Tidak perlu, aku akan tidur bersama Denna " jawab Bende enteng
Seketika semua kakaknya menoleh ke arahnya
" Kenapa menatapku begitu? " tanya Bende
" Maksudmu kau seranjang bersama Denna begitu? " tanya Peter
__ADS_1
" Hm " jawab Bende
" Bend kau sungguh bahaya! " pekik Sean
" Pelan kan suaramu Sean! anakku bisa bangun nanti " ucap Bendi dengan sorot mata tajam
" Aku sangat terkejut dude " jawab Sean
" Tidak usah berfikir macam-macam, aku bukan sepertimu! " jawab Bende
" Bende, benarkah itu? " tanya Oma Queena yang mendengar percakapan mereka, seketika semua mata tertuju pada Bende
" Ya, aku tidak peduli kalian suka ataupun tidak " jawab Bende
" Bendefidh " segah Denna
" Ayo ke kamar " ajaknya dan menggenggam tangan Denna berlalu meninggalkan semua keluarga
" Bende! " seru Oma Queena
" Sudahlah Oma, dia pria dewasa jadi biarkan saja " cegah Bendi
" Ayolah dude, karena dia pria dewasa aku takut Denna akan di ajak Bende bercocok tanam sebelum waktunya " imbuh Lexi
" Ya, aku takut adik bungsu kita itu akan benar-benar memberikan kita anak perempuan nantinya " tambah Peter
" Itu tidak boleh terjadi brodiii " pekik Sean
" Dia tidak boleh melangkahi kakaknya ini " tambah Peter
" Diamlah kalian, pergi ke kamar masing-masing dan tidurlah! " ucap Bendriko menghentikan percakapan konyol adik-adiknya
__ADS_1
Malam pun semakin larut hingga akhirnya semua keluarga Wilson terlelap dan menjemput mimpi mereka masing-masing