Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 59


__ADS_3

Bende memiliki penglihatan tajam, ia juga bisa merasakan gerakan serangan lawan baik dari udara ataupun tanah, semua ilmu peperangan ia kuasai


Ia juga tahu titik lemah sasaran hingga dapat membuatnya tewas dengan sekejap mata


Ya, Bende adalah Mafia terbesar di Italia namanya dikenal sebagai Regi, ia menggunakan nama belakangnya untuk itu. Musuhnya di mana-mana, hal itu memang kejam pasalnya ia membunuh manusia bukan hanya yang bergelar musuhnya namun juga orang yang berani mengusik ketenangannya


" Mau kemana? Kau yang mendatangiku jadi ayo serang aku lebih dulu "


Malvin lantas mengarahkan pistol nya ia mencoba menembak Bende namun serangannya kalah cepat oleh Asisten Dava yang berhasil menembaknya lebih dulu


" Arghh.. " ucap Malvin memegangi dadanya


" Wah wah babu ini masih setia pada sang tuan rupanya " seru Calvin meremehkan Asisten Dava


Sebuah pistol mengarah tepat di kepala Asisten Dava, dengan wajah marahnya ia mencoba menembakkan pelurunya


" Heii kau mau adikmu ini terbunuh? Pistolku bahkan lebih dekat dengannya " seru Bende lantang


Dengan gerakan cepat Dava menyilangkan tangan Calvin dan merebut pistol nya lalu mengunci pergerakannya


" Ucapkan selamat tinggal lebih dulu pada adikmu ini sebelum kau yang menyusulnya! " ucap Bende


Melihat sebuah penyerangan tanpa kode itu, lantas anak buah Marvino beserta keturunan Marvino lainnya keluar dari persembunyian


Anak buah Bende yang memantau sontak bergerak lebih cepat mencoba membalas penyerangan hingga terjadilah tembak menembak

__ADS_1


Hanya ada sura tembakan pistol, lesehan pisau tajam dan tendang menendang yang terdengar


" Maafkan aku Calvin, ku rasa adikmu harus mati lebih dulu " gumam Bende


Sedetik kemudian


DUARRRR bunyi bom begitu lantang di tengah-tengah penyerangan


Hal itu lantas berhasil mencuri perhatian Calvin, ia membelalakkan matanya ketika menyaksikan dengan sendirinya tubuh adiknya yang terhempas dari udara hingga terjatuh ke tanah akibat ledakan bom mematikan itu


" MALVIN! " Seru Calvin, ia mengepalkan kedua tangannya melihat Bende yang tersenyum sinis ke arahnya


Sontak saja ia langsung mengarahkan pistol nya pada Bende dengan muka merah padam, hal itu membuatnya naik pitam


Dorr!


Tembakan itu berhasil mengenai kaki Calvin, hingga membuat pria itu tersungkur


" Ku rasa kau tidak sabar ingin menyusul adikmu " ucap Bende


Hari itu ia berubah menjadi seorang monster jahat, Bende bahkan sangat kejam menghabisi banyak nyawa hari ini tanpa ampun


Calvin berdiri lemah di hadapan Bende, mencoba untuk terus melawan namun lagi-lagi tembakan mendarat di kakinya


" ARGHH SIALAN KAU! "

__ADS_1


Kemudian ia menyayatkan pisaunya pada lengan Bende karena pistol nya telah terjatuh


" Shhh.. " Bende hanya meringis kesakitan


" HARUSNYA AKU MEMBUNUHMU JUGA " Emosi Bende, ia menerjang kuat tubuh Calvin hingga pria itu kembali tersungkur dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya


" Kau harus mati hari ini!! " ucap Calvin dengan lemahnya namun masih terlihat tegas berkata


" Mari kita lihat siapa yang akan mati lebih dulu " balas Bende


Kemudian ia mengarahkan pistolnya ke arah depan, melihat dengan teliti tubuh ke 4 pria yang sedang bersembunyi di balik mobil mewahnya.


DOR! DOR! DOR!!


" REGIIII!! " teriak Calvin naik pitam


Calvin tak dapat melakukan apapun, tubuhnya lemas tak berdaya. Bahkan senjatapun kini tak ada lagi di tangannya


Dengan tiga tembakan Bende berhasil membunuh ketiga saudara Calvin lainnya


" Tinggal satu, dan keluargamu hanya tersisa satu orang saja. Apa ku habisi saja dia sekalian? " tanya Bende pada Calvin


Cerita berlanjut dibawah ini 👇🏻


Jangan lupa tinggalkan jejak wahai para readersku tercinta hehe 😉

__ADS_1


__ADS_2