Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 22


__ADS_3

"Iya kak, dia tertidur" jawab Denna sopan


"Sepertinya Ken sangat nyaman denganmu Denna" ucap Bendi


"Tidak biasanya ia bisa langsung dekat dengan seorang yang baru di temuinya" timbal Bendri


"Denna, biar ku bawa Ken ke kamarnya" ucap Bendri yang ingin mengambil Ken dari pangkuan Denna


"Bendri! biar aku saja" cegah Bende


Bendri dan Bendi hanya saling menatap melihat sikap adik bungsu mereka yang tek pernah berubah


"Tetap saja posessif" keluh Bendi


"Ohya, aku hampir lupa. Denna, kenalkan ini Nayla calon istriku" ucap Bendi


"Haii.. Nayla" sapa Nayla


"Hallo, aku Denna" balas Denna


Setelah selesai beristirahat, Queena Wilson, yakni istri dari kakeknya Bende Antonio Wilson. Menyuruh semua anak cucunya berkumpul di mansion utama.


Sikapnya yang tegas, namun dikenal juga penyayang. Oma Queena mendidik ke empat putranya dengan sangat baik hingga ke empat putranya juga mengikuti jejak ayahnya yaitu menjadi pebisnis, yang berkembang pesat di tanah air.


Bender Al Lukemi De Wilson adalah putra pertama Antonio & Queena, yakni orangtua Sean


Bender Bamelson Diaf Wilson putra keduanya, yakni orangtua Bendri, Bendi, dan Bende


Bender El Fabrie Wilson putra ketiganya, dan


Bender Aldnath Za Wilson putra keempatnya


Keempatnya menikah dan juga memiliki keturunan laki-laki semua, satupun tidak memiliki anak perempuan di keluarganya


"Oma akan menyampaikan suatu hal, Pernikahan Sean dan Bendi akan di gelar di mansion ini, itulah sebabnya kenapa Oma meminta kalian kemari, apa ada yang tidak setuju?" ucap Oma Queena lantang


Setelah percakapan panjang, semua orang akhirnya mengikuti kemaun Oma Queena, karena bagaimanapun Oma Queena adalah orangtua mereka satu-satunya yang terus berjuang saat meninggalnya Kakek Antonio.


Setelah selesai rapat keluarga itupun semua orang bubar dan merebahkan dirinya masing-masing di kamarnya untuk beristirahat


.


"Bende!" tegur Sean


"Kenapa aku tidak tahu bahwa kau dan Bendi akan menikah?" tanya Bende


"Yang terpenting sekarang kau sudah mengetahuinya" balas Sean

__ADS_1


"Bende, rubahlah cara bicaramu pada kakak-kakakmu. Kau paling muda di antara mereka" ucap Wina pada anak bungsunya


"Rasanya asing kalau aku memanggilnya Bang Sean" jawab Bende dengan senyum getir


"Ya, setidaknya kau harus sopan pada kakakmu ini" timbal Sean


Bende tidak menjawab apapun lagi, ia mengalihkan pandangannya pada Denna yang tengah bermain bersama Ken. Disisi lain ia melihat Bendri yang tengah berdiri tak jauh dari Denna dan Ken, Bendri tersenyum menatap keduanya.


"Apa yang kau lihat Bendri!" tegur Elson pada putra sulungnya


"Papa lihat Ken? sudah lama dia tidak bermain se-asyik itu" ucapnya pada papanya


"Gadis itu memang mudah sekali akrab pada orang, selain cantik dia juga baik" balas Elson


"Ku rasa, Denna akan menjadi Ibu yang baik untuk Ken dan dia.."


Emosi Bende membara ketika mendengarnya, jika dia berada di dunia fantasi api mungkin sudah membara di atas kepalanya. Ia sangat geram dengan ucapan kakaknya


Bende mendekat dan langsung menarik kerah leher yang di pakai Bendri, dengan amarah yang besar dalam dirinya


"Jangan coba-coba berfikir untuk mengambil gadisku dariku, bembayangkannya saja pun kau tidak boleh!"


"Bendee.. Bende hentikan" cegah Elson


"Lepaskan!!" bantah Bende ia hampir ingin mneghajar Bendri namun dengan sigap Bendi menahan adiknya itu dan Sean membantu Bendri


"Aku tahu kau mungkin butuh Ibu untuk Ken, tapi jangan berfikir sekalipun kau akan mengambil Denna untuk menjadikannya Ibu untuk Ken, akan ku bunuh kau hidup-hidup Bendriko!!" emosi sudah menjalar ke seluruh tubuh Bende, dan itu membuatnya kehilangan kendali


"Bendefidh.. Apa yang terjadi, heyy tenanglah aku mohon tenanglah.." ucap Denna mencoba menenangkan Bende


"Kak Bendri kalian kena.."


"JANGAN DEKATI DIA DENNA!!" suara bariton itu menggema di seluruh ruangan saat Denna hendak mendekat dan ingin menanyakan kenapa keduanya bertengkar, dan membuat para pelayan di rumah itu merinding ketakutan mendengar suara khas milik Bende.


"Bendee!!" cegah Oma


"Tanyakan padanya rencana licik apa yang akan dia lakukan padaku Oma!" bantah Bende


"Kau salah paham Bende, dengarkan ucapanku" sela Bendri


"Apalagi yang akan kau renggut hah? kurang puaskah kalian menyakitiku selama ini?! APA KURANG PUAS?!!"


"Bendefidhh sudah ku mohon sudahh" cegah Denna


Plakkk "Bende!!" tampar Elson pada putra bungsunya


"Papa tidak pernah mendidikmu seperti ini Bende" papanya sudah mulai tersulut emosi

__ADS_1


"Memangnya apa yang papa didikkan padaku? Sejak aku lahir, kalian bahkan meninggalkan tanggung jawab kalian sebagai orang tua, kalian menitipkanku pada Oma, didikan apa yang papa maksud? apa papa pernah ada di sampingku saat aku butuh? Mama? apa mama ada? kalian hanya menyayangi Bendri dan Bendi saja!! apa kalian pernah mendengar keluh kesahku? TIDAKK!" ucap Bende yang sudah berlinang air mata


"Bendefidhh sudah, aku mohon kendalikan dirimu ya" cegah Denna lagi


"Aku menyaksikan betul bagaimana bedanya kasih sayang kalian padaku di antara kedua kakakku ini! Katakan padaku sebenarnya aku ini anak siapa?! APA AKU BUKAN ANAK KALIAN HAH?!"


PLAKKK, suatu tamparan keras dari Elson lagi-lagi mengenai pipi Bende


"Kau sudah sukses sekarang, itulah sebabnya kau berani membantah orangtuamu" ucap Elson menggema


"Om Elson, Denna mohon sudah" cegah Denna dengan air mata yang sudah meluruh


"Apa yang kau katakan sayang, kau anak mama, Bendee anak mama" ucap Wina memeluk putra bungsunya dengan penuh air mata


"Kenapa aku tidak di perlakukn sama jika benar aku anak mama! kalian selalu saja sibuk dengan bisnis kalian! jika aku tidak di inginkan untuk apa aku di lahirkan hah untuk apaa?!!"


"Bende sayang.. Bende anak mama dan papa nakk, mama yang mengandung dan melahirkan kamu, mama minta maaf nakk tolong jangan berfikir kalau Bende bukan anak mama" tagis Wina pecah di pelukan anaknya


"Bendee.. tenangkan dirimu" ucap Bendi


Bende melepaskan pelukan mamanya dan menggapai tangan Denna untuk membawanya keluar dari mansion A. Wilson


"Oma, jaga diri Oma baik-baik. Bende akan kembali ke mansion Bende" pamitnya pada Oma, dan Oma hanya mengangguk. Ia paham apa yang di rasakan Bende selama ini itulah sebabnya Oma tidak mencegah Bende


"Daddy, Mommy" seru Ken yang mengejar Bende dan Denna


Denna menoleh ke arah belakang, ia memeluk anak laki-laki yang baru sehari itu ia temui, namun rasanya sudah sangat dekat


"Jangan pergi, huwaa Daddy" tangis Ken


"Ken, jagoan tidak boleh menangis. Mommy sama Daddy akan kembali menemui Ken lagi nanti ya" hibur Denna


"No, no, no. Stay with me, please" cegah Ken dengan menarik tangan Denna


"Ken, Daddy harus pulang bersama Mommy" ucapnya lalu menarik Denna membawanya keluar dari mansion utama


"Bendee dengarkan mama" teriak Wina saat anaknya melangkah keluar nmaun Bende enggan untuk menoleh


"Kak Nay, titip Ken ya" pinta Denna pada Nayla dan Nayla membalas dengan anggukan


Bende benar-benar pergi meninggalkan Mansion A. Wilson, sesampainya di rumah ia terus memeluk Denna sangat erat. Denna merasa iba pada Bende, sedetikpun ia tak beranjak untuk meninggalkan Bende dan terus berada di sampingnya.


"Ada aku, kita lalui ini bersama" ucapnya pada Bende yang terus menangis di pelukannya


"Apapun yang terjadi, kau tidak boleh meninggalkanku, tidak boleh!" ucap Bende, ia merasa takut jika Denna akan meninggalkannya.


Denna terus memberi support pada Bende supaya ia bangkit dari kisah pedih masalalunya, walaupun ia tahu tak akan mudah. Namun Denna terus memberi semangat untuk Bende.

__ADS_1


__ADS_2