
" Hikss.. Bendefidh.. "
Bende yang tengah sibuk dengan pekerjaan pada laptopnya itu lantas menoleh dan segera beranjak menghampiri sang istri yang menangis
" Sayang kenapa.. " tanyanya sambil membenahkan posisi tidurnya
Dengan mata yang masih terpejam ia terus menangis terisak membuat Bende bingung
" Apa perutmu sakit hm? "
" Hikss.. hikss.. "
" Sayang heii.. " kemudian Denna membuka matanya dan menangis sejadi-jadinya
" Ada apa yang mana yang sakit katakan " ucap Bende lagi
Namun Denna tak menjawab, tak lama setelahnya tangisnya mulai mereda namun memeluk tubuh Bemde dengan erat
" Temani aku " ujarnya pelan
Bende mengangguk lalu mulai mengusap air matanya
" Sebentar " ucap Bende beranjak lalu mematikan laptopnya dan kembali mendekati sang istri
" Apa dia menyakitimu? " tanya Bende sembari mengusap perut buncit Denna
" Tidak, aku merindukanmu " ucapnya dengan suara yang hampir menangis
Bende sedikit heran dengan tingkah istrinya. Mungkin saja ini bawaan hamil, pikirnya
Ia mengusap pinggangnya pelan memberikan kenyamanan, sesekali ia mengecup singkat bibir ranum Denna
" Kenapa kau sangat cengeng akhir-akhir ini " ujarnya sembari memberikan ciuman
Denna tak menjawab apapun, ia merangkul leher Bende penuh posesif
__ADS_1
" Aku ingin apel hijau " ujar Denna
" Sekarang? " tanya Bende pelan
Denna menganggukkan kepalanya " Mau dua " tambahnya
" Baiklah, aku akan membelinya kau tunggu disini " balas Bende
" Bendefidh aku tidak mau sendirian hiks.. " rengeknya saat Bende hendak beranjak
" Kau mau ikut? " tanyanya lembut dan kembali mendekati sang istri
" Tidak hikss.. "
" Baiklah aku akan menyuruh staf lantai 1 " ucapnya lalu meraih ponselnya dan menghubungi staf lantai 1 untuk membelinya
" Tunggu sebentar ya babby, jangan rewel di dalam sana " ucap Bende di depan perut Denna
Sekarang pria yang terkenal arogan dan bermuka datar itu berubah menjadi suami over posesif, kini apapun yang di makan ataupun yang di kenakkan oleh Denna harus mendapat persetujuan darinya lebih dulu
Seperti saat kandungan Denna yang ke 3 bulan lalu, saat istrinya itu hendak memakai heels Bende marah dan membuang heelsnya ke luar. Ia melakukan itu demi menjaga keduanya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati bukan?
Matanya berbinar saat Bende datang membawa apel di tangannya, ia hendak mengambilnya dari tangan Bende namun di tepis suaminya lebih dulu
" Biar ku potong dulu, duduklah " ucap Bende
Denna menurut tanpa mau membantah, kemudian Bende memotong apelnya menjadi beberapa bagaian dan memberikannya pada sang istri yang langsung di makan dengan lahap
" Pelan-pelan tidak akan ada yang mengambilnya " ujar Bende pelan lalu memberikan segelas air mineral kepada istrinya
" Bendefidh.. " tegur Denna
" Kenapa sayang? "
" Kapan Asisten Dava pulang? " tanya Denna dengan menahan air matanya, entah mengapa tiba-tiba ia rindu pada sosok lelaki yang sudah seperti seorang kakak untuknya. Menjaga bahkan melindunginya saat Bende tidak ada di sampingnya
" Entahlah, tadi baru saja dia menelepon dalam minggu ini belum bisa pulang. Ada apa hmm? "
__ADS_1
" Apa dia tahu aku sedang hamil? " tanya Denna
" Aku memberitahunya tadi sayang " jawab Bende
" Aku merindukannya Bendefidh hikss.. hikss.. " kali ini ia berucap dengan air mata yang sudah meluruh
Bende kesal? tentu
Namun ia mengesampingkan jauh-jauh emosinya mencoba lebih bersabar, mungkin ini bawaan hamilnya yang lebih sensitif dan mudah menangis.
" Mau ku telponkan? " tanya Bende, mata Denna berbinar bahagia mendengar itu
Bende langsung menghubungi Asisten Dava melakukan panggilan suara dengannya, tak lama setelah itu panggilan pun tersambung
" Hallo, ada apa Tuan Muda? " tanya Asistrn Dava di seberang telepon
" Asisten Dava kapan kau pulang hikss.. aku merindukanmu hikss.. " ucap Denna
" Nonna Denna? " di seberang sana Dava tampak kebingungan
" Dava, kau bicaralah padanya kurasa istriku sedang mengidam merindukanmu " ujar Bende
Kaget? tentu saja. Kali ini Bende bahkan berbicara dengan lembut. Dia akan berubah menjadi suami siaga katanya, katanya sih
" Saya akan segera pulang jika urusan disini sudah selesai Nonna, ada jaga kesehatan dengan baik supaya kandungan ada kuat " ucap Asisten Dava
" Hikss.. iya, jika kau pulang bawakan aku mobil-mobilan ferarri warna hitam ya " ujarnya lagi
Tanpa berfikir terlalu lama Asisten Dava langsung meng-iyakan permintaan Nonna Muda itu, ia paham mungkin itu adalah bagian dari ngidamnya
" Kenapa mobil-mobilan, kita bisa beli sekarang mobil yang asli wife " ujar Bende
" Tidak, aku mau mobil-mobilan yang di belikan Asisten Dava " balas Denna
" Dava apa kau dengar? mungkin ini ngidam istriku jadi jika kau pulang jangan lupa membelinya "
" Baiklah tuan " jawab Asisten Dava setuju
__ADS_1
Kemudian panggilan telepon pun terputus.
To be continue..