Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 12


__ADS_3

"Kau gemas sekali saat tidur" gumam Bende sembari mengelus pipi Denna


Setelah keluar dari kamar gadisnya, Bende turun dan merebahkan diri di ruang tengah, tampaknya ia sangat lelah walaupun tidak mengerjakan apapun. Tak lama datanglah Dava menghampirinya


"Permisi tuan. Tadi ada telfon dari Gino, dia sedang berada di kantor sekarang atas perintah tuan. Katanya dia mengirimkan email penting kepada tuan dan harap untuk segera di cek" ujar Dava menjelaskan dengan telaten


"Akan saya cek nanti" jawabnya singkat


"Baik tuan, permisi" pamit Dava


"Ah Dava, tunggu! Sampaikan pada bi Emma siapkan air aku ingin mandi" perintahnya


"Baiklah tuan akan saya sampaikan" pamitnya lalu meninggalkan Bende


Setelah puas mandi, tubuhnya sudah merasa lebih fresh. Ia ingin melihat gadisnya namun mengurungkannya, karena merasa sangat lapar.


"Siapkan makananku sekarang!" ujar Bende dari atas dengan suara menggema


Semua pelayan kocar kacir baru ingin memasak, hari ini mereka tak memasak karena biasanya tuan mudanya itu selalu mengajak gadisnya makan di luar. Karena tidak ada perintah apapun mereka akhirnya lalai, hingga hal itu membuat Bende marah


"Mana makananya Desi? Bukannya biasanya kau yang menyajikannya bersama Hilda?" ujarnya saat sudah tiba di ruang makan kepada salah satu pelayan di rumahnya


"Maaf tuan, ka.. karena tidak ada perintah, ka.. kami tid..ak memasak dan baru a.. kan menyi.. apkannya tuan" ujar Desi gemetar


"Ada berapa pelayan dirumah ini hah?! Katakan apakah kalian sudah bosan bekerja disini?!" ujar Bende dengan penuh amarah


"Ma.. maaf tuan" ulangnya lagi


"Jika aku tidak memberi perintah jadi kalian tidak memasak begitu? apa harus setiap aku ingin makan aku aku akan membicarakannya berulang-ulang begitu? Aku tidak butuh maaf kalian! Apakah gaji yang ku berikan per-bulannya kurang hah?! Jika bosan bekerja silahkan angkat kaki dari rumah ini!!"


Semua hanya tertunduk ketakutan, mereka paham betul sifat majikannya itu, semua yang berada disitu hanya terdiam.


"Siapkan makanan sekarang juga! Panggil aku jika selesai! Kalian mengerti?" perintah Bende tegas


"Baiklah tuan" ujar semuanya


Sekitar 30 menit berlalu, Denna terbangun dari tidur. Ia berniat turun mengambil segelas air minum dan semua pelayan di dapur terlihat ketakutan


"Nona Denna, ada yang bisa kami bantu non" ujar salah satu pelayan

__ADS_1


"Sudah ku bilang, panggil saja Denna" ujarnya dengan senyuman


"Ti..dak non, jika tuan tau kami bisa dimarahi bahkan kehilang..an pekerjaan" ujarnya terbata-bata


"Ada masalah lagi ya bi?" selidiknya


"Kami terlambat menyiapkan makanan untuk tuan muda dan itu membuatnya sangat marah" ujar bi Emma


"Kenapa kalian takut? Tidak usah gemetar seperti itu, kalian sudah lama bekerja disini kan. Tentu sudah paham dengan sikapnya baiklah mari sekarang saya akan membantu kalian memasak" tawar Denna


"Hah, aduhh jangan nona. Nanti kami di marahi, tidak tidak lebih baik nona Denna duduk manis saja ya" ujar Desi panik bercampur takut


"Tidak apa-apa, lagian saya juga bosan tidak mengerjakan apa-apa Des" timbalnya lagi


Setelah cekcok panjang akhirnya semua maid mengalah, meskipun begitu mereka tetap merasa was was takut tuan muda mereka marah


Selesai acara masak-masak di dapur, semua menghidangkan makanannya. Denna berhasil membuat Bende tidak mengetahuinya jika ia membantu di dapur tadi.


Setelah di panggil oleh Dava, Bende turun dan makan ditemani Dava. Selesai makan, Bende kembali ke atas dan menuju ruang kerja karena ada hal penting yang harus dia selesaikan.


Denna yang menyadari bahwa malam tiba ia tak melihat batang hidung Bende. Namun akhirnya ia tertidur di sofa dengan pintu kamar tetap terbuka. Tidurnya terusik dan tidak nyenyak, akhirnya Denna terbangun tengah malam


Lalu Denna memutuskan keluar kamar dan ingin mengecek kamar Bende apakah lelaki itu sudah tidur atau belum. Namun ia tak mendapati Bende di kamarnya


Denna berteriak "Bendefidhh! Bendefidhhh! Ish dimana dia" kesalnya, namun tak ada jawaban apapun lalu terus berjalan mencari


"Huhuu.. Bendefidhhh!!" ujarnya lagi dengan merengek


"Nona Denna" sapa Dava yang tiba-tiba muncul dihadapan nya membuat Denna terkejut


"Ah Dava, kau membuatku kaget"


"Ada apa tengah malam begini nona keluar kamar, apa ada yang bisa saya bantu?" tanyanya


"Tidak, kembalilah keruanganmu" jawab Denna


Sepeninggal Dava ia terus menyusuri sudut mansion sampai kelelahan


"Bendefidhhhh!!"

__ADS_1


"Bendefidhhh ishh dimana dia" ulangnga lagi


"Bendefidhhh!!" kesalnya


Bende yang mendengarnya pun sudah mengenali asal suara lalu menyaut "Di ruang kerja sayang!" balasnya


Lalu Denna mulai masuk ke ruang kerja Bende, dan Bende tengah sibuk bersama jari-jari yang menari di atas laptopnya.


"Aku mencarimu! Kenapa kau belum tidur?" tanyanya tiba-tiba


"Sebentar lagi baby, nanggung" jawabnya


"Ini sudah tengah malam, ayo istirahat dulu lanjutkan besok" bujuk Denna lagi


"Iya sayang setengah jam lagi selesai, kau tidurlah dulu" jawabnya dengan masih fokus ke arah laptopnya tanpa menoleh ke arah Denna


Mata Denna berkaca-kaca hampir ingin menangis, dia berjalan dan berposisi di hadapan bende sehingga jari-jari Bende berhenti mengetik dan memandang gadisnya dengan mata yang berkaca-kaca, Bende terkejut Denna duduk di pangkuannya dan menghadap ke arahnya sambil menyandarkan tubuhnya memeluk Bende dengan raut muka ingin menangis.


Bende membuka suara "Ada apa hm?" tanyanya lembut dengan melingkarkan tangannya membalas pelukan gadisnya


"Aku ingin tidur huhuhu" jawabnya dengan mengeluarkan jurus puppy eyesnya


"Lalu kenapa tidak tidur hm?"


"Aku sudah mencobanya, tapi tidak bisa. Aku ingin di peluk Bendefidh huhu hiks.." tangisnya pecah


Bende tersenyum, ia memahami kelabilan wanitanya ini yang terkadang sifatnya cuek dan galak, kadang juga sangat bawel, dan sekarang manja. Ia tersenyum dan mengusap lembut kepala Denna


"Tidurlah, nanti aku akan memindahkanmu setelah aku selesai" ujarnya


"Elus kepalaku ya, aku akan memelukmu" ujar Denna


Hingga akhirnya bende mengetik dengan satu tangan saja


Setengah jam berlalu Bende telah selesai dengan kegiatannya, ia melihat wajah gadisnya yang tengah terlelap di dekapannya itu "Kau sangat manis" lirohnya dengan tersenyum


"Aku mencintaimu, tetaplah seperti ini" ungkapnya berbica sendiri. Hingga rasa kantuk menghampirinya dan mereka akhirnya tertidur dengan posisi duduk di ruang kerja Bende


.....

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Denna bangun lebih dulu


__ADS_2