Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 102


__ADS_3

Saat Denna sudah terlelap dalam tidurnya, Bende kembali ke meja kerjanya di samping ranjang memainkan jari-jarinya dengan lihai pada laptop di depannya.


Ia menerima email dari sekretarisnya di Italia bahwa ada beberapa file yang harus ia periksa, sehingga karena hal itu membuatnya tidak tidur hingga larut malam.


Pekerjaannya menumpuk, ada banyak yang belum ia kerjakan sedangkan waktu deadline akan segera berakhir hingga mau tak mau ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya malam itu


Kemudian ia mengecek jadwalnya besok, setelahnya beralih menatap istrinya yang berpindah posisi tidurnya menjadi menghadap padanya. Melihat tidur tenangnya membuat rasa lelah Bende hilang seketika


" Sangat cantik.. " pujinya dengan melempar senyum


Waktu menunjukkan pukul 12.44 waktu Jerman


Bende baru saja menyelesaikan pekerjaannya beringsut mendekati sang istri dan hendak tidur, ada sekitar 45 menit Bende terlelap tubuhnya di guncang oleh wanita disampingnya


" Bendefidh.. " lirih Denna dengan menggoyangkan bahu Bende


" Bendefidh bangun aku lapar " serunya lagi


Bende membuka matanya pelan dan mentap wajah istrinya " Kenapa? " tanyanya dengan menahan rasa kantuknya


" Lapar.. aku ingin rujak " ucapnya sembari mengelus perut buncitnya


" Sayang ini di Jerman bukan Indonesia, tidak ada yang menjual rujak " lerai Bende


" Tapi aku ingin itu.. " ucapnya dengan mata berkaca-kaca


" Ini sudah malam, besok aku akan mencarinya okey? " tawarnya


" Aku ingin sekarang.. ayo cari Bendefidh " ajak Denna dengan menarik tangan Bende


" Makan yang lain saja, di Jerman tidak ada yang menjual rujak wife "


" Tapi aku ingin rujak.. " bantahnya lagi dengan suara pelan hampir menangis

__ADS_1


" Denna! " seru Bende menaikkan suaranya, ia pusing akibat keinginan istrinya ditambah ia belum tidur sejak tadi


Denna menundukkan pandangannya lalu menangis pelan


" Tidurlah besok kita beli buah dan membuat bumbunya sendiri " tambah Bende


Tanpa memperdulikan ucapan Bende, Denna membaringkan tubuhnya membelakangi Bende dengan masih terisak dalam tangisnya


Bende sedari tadi mencoba ingin tidur memejamkan matanya namun tidak bisa, ia menatap tubuh bergetar istrinya yang sedang menangis penuh iba


" Wife.. besok aku akan mencarinya sekarang tidurlah " ucap Bende mendekat pada Denna


Bende mencoba membalikkan tubuh Denna supaya menghadap ke arahnya " Hikss sakit.. stop hikss " cegah Denna


Bende bangun tubuhnya berdiri sempurna mendengar adu sang istri " Apanya yang sakit hmm? katakan bagian mana " ucapnya pelan sembari memberikan usapan pada perut Denna


Denna tak menjawab apapun, ia terus menangis sehingga membuat Bende semakin khawatir


" Bicaralah yang mana yang sakit, kau lapar hm? " tanyanya lagi namun reaksi Denna tetap sama


Kemudian ia mengambil handphonenya dan menghubungi Dokter Shima, beruntung ia mengangkatnya tanpa menunggu lama.


" Ada apa Tuan Muda? " tanya Dokter Shima dari seberang telepon


Bende mulai menceritakan yang istrinya rasakan sekarang, kemudian Dokter Shima mengatakan suapaya posisi tidur Denna miring ke kanan jangan terlentang, dan yang sedang dialami istrinya sekarang adalah kontraksi palsu


Dengan cepat Bende sigap sesuai instruksi Dokter ia melakukannya dengan pelan


" Awhh hikss.. " rintih Denna kesakitan


" Maaf sayang.. sudah sudah jangan di pikirkan okey, tidur ayo tidur " ucap Bende mencoba mengalihkan pikiran sang istri supaya tidak terlalu memikirkan rasa sakitnya


Bende mengelus perutnya pelan berharap rasa sakit itu segera hilang dari istrinya, Bende semakin merasa bersalah melihat Denna kesakitan sejak sore tadi

__ADS_1


" Bendefidh hikss.. " serunya dengan tatapan beribu tanya


Bende mengerti kekhawatiran sang istri " Tidak apa-apa, babby baik-baik saja. Mommynya harus tidur dan cukup istirahat sekarang pejamkan matamu dan tidurlah " balas Bende


Ia terus memberikan usapan di perut istrinya meskipun tangannya terasa pegal, namun melihat Denna yang sudah mulai tertidur dengan nafas teratur membuatnya sangat lega. Kemudian ia pun ikut menyusul sang istri menjemput mimpinya


.............


Keesokan paginya..


Pukul 08.58 waktu Jerman. Bende terbangun lebih dulu, tidurnya sangat lelap karena pengaruh cuaca yang akan memasuki musim dingin


Sedangkan Denna juga belum terbangun, saat Bende menatap kening istrinya suhu tubuh Denna berada di 37,5°C


" Ya Tuhan kau demam " Bende kaget mendapati tubuh sang istri terasa panas


Ia mencoba mengompres dahinya dengan air dingin seperti yang Denna lakukan saat ia demam waktu itu di Indonesia.


Suara bel berbunyi dari depan pintu menandakan ada seseorang yang akan bertamu, Bende beranjak melihat siapa yang datang ternyata itu adalah Rudy dan Livy


" Ini ada buah yang segar, bagus di konsumsi untuk ibu hamil. Oh ya dimana Denna? " tanya Livy sembari memberikan paper bag pada Bende


" Terimakasih, Denna sedang demam maaf aku tak bisa lama-lama " ucap Bende


" Demam? apa sangat tinggi? " tanya Livy lagi


" Sorry, aku harus masuk and thank you " ucapnya lalu menutup kembali pintunya


Livy tercegang di depan pintu, ada perasaan bersalah dalam hatinya karena kemarin.


" Maklum, kau tahu Bende seperti apa " ujar Rudy merangkul bahu sang istri


" Ya, aku tidak kaget sama sekali. Namun aku iba pada Denna, Rud " balasnya

__ADS_1


Kemudian Rudy mencoba memberikan pengertian pada istrinya dan kembali masuk ke kamar mereka.


__ADS_2