Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 44


__ADS_3

Bende mencium kening dan pipi Denna, itu hal pertama baginya dan juga bagi Denna. Dan kemudian keduanya beranjak istirahat.


Sudah pukul 17.00 sore, namun keduanya belum juga bangun. Hal itu membuat keluarga panik karena mereka harus bersiap


"Oma, Bende dan Denna sudah bersiap?" tanya Bendri


"Coba kau ketuk pintu kamarnya Nay, mungkin mereka masih tidur" jawab Oma. Lalu Nayla bergegas naik ke atas menuju kamar keduanya


"Bend, Denna!! Kalian masih tidur?" seru Nayla terus mengetok pintu membangunkan mereka


Bende terbangun dan beranjak dari ranjang membuka pintu


"Huhh.. Sebentar lagi acara dimulai, bersih-bersihlah dahulu" ucap Nayla


"Baiklah kak" jawab Bende lalu menutup pintunya lagi dan mendekat ke arah istrinya yang masih tertidur.


"Sayang.. Ayo bangun, kita harus bersiap" ucapnya lembut dan membelai rambut Denna


"Aku lelah Bendefidh huhuu" keluhnya


"Ayo bangun, muachh muachh" ulangnya lagi dengan mengelus rambutnya


Namun respon yang Denna berikan membuat bende sedikit terkejut, karena bukannya bangun justru Denna menarik lengan Bende dan menidurkan kepalanya di pahanya dengan tangan yang melingkar memeluk tubuhnya.


"Sayang.. Setelah ini kita akan istirahat, kita bersiap dan turun tamu-tamu sebentar lagi datang" ucapnya lembut


"Tium" pintan Denna dengan masih menutup kedua matanya


"Muachh muachh, sudah ayoo. Kita mandi bersama biar cepat" ujar Bende dan Denna langsung membuka matanya lalu bangun


"Tidak mau. Aku duluan akan mandi" bantahnya lalu berlari ke kamar mandi meninggalkan Bende


Bende yang melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, sudah sah namun Denna masih terlihat malu-malu


.


Setelah selesai bersiap, keduanya disambut dengan meriah. Sedari tadi Bende tak hentinya tersenyum, dia sangat bahagia begitupun juga dengan Denna.


"Mereka sangat cocok"


"Cantik"


"Serasi sekali"


"Sangat anggun sekali"


Begitulah pujian yang di lontarkan para tamu untuk keduanya


"Sayang.. Aku mencintaimu" bisik Bende di sela-sela banyaknya orang yang menyambut mereka, Denna membalasnya dengan senyuman.


Saat menuju ke kursi pelaminan, para sepupunya Bende menyambut dan juga menatap Denna dengan tatapan memukau, hal itu membuat Bende tak suka.


Lalu ia menarik pinggang Denna agar semakin dekat dengannya


"Ahh Bendefidh" ucap Denna yang terkejut

__ADS_1


"Alihkan pandanganmu dari para buaya didepan itu" perintah Bende pada Denna


Denna hanya tersenyum karena pria yang sudah sah menjadi suaminya itu tetap saja cemburu kepada saudaranya sendiri


Semua orang menikmati acara pada malam itu, raut wajah bahagia dengan senyuman yang mengembang di wajah keduanya tak hentinya mereka perlihatkan


"Mommy, you so beautiful and perfect to night" ucap Ken pada Denna


"Thankyou sayang, Ken juga sangat tampan" balas Denna


"Dad, jangan buat mommy menangis jika tidak Daddy harus menghadapi Ken" tuturnya pada Bende


"Siap boy" jawab Bende dengan senyumnya


"Bagaimana jika Bende bernyanyi untuk Denna?" usul Sean dan semua keluarga setuju


"Oh ayolah Sean kau.."


"Bernyanyilah untuk istrimu Bend, tunjukkan bahwa kau jantan" seru Raffi


Semua saudara-saudaranya memang sangatlah jahil, hingga setelah musyawarah panjang akhirnya Bende menyetujuinya.


Ia mulai bernyanyi dengan suara khas yang dia miliki, semua tamu tersenyum dan para sahabat Bende dan Denna pun baper dengan lagu yang Bende nyanyikan


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight..


Bende membawakan lagu Shane Filan - Beautiful In White


Begitulah bunyi reff lagu yang dia nyanyikan, Denna terharu dan menangis


Semua para tamu baper dan ikut terhura juga (author pun terhura wkwk)


"Aku berjanji, akan selalu menjagamu, mencintaimu, menemanimu, apapun akan aku lakukan untukmu, I love you" ungkap Bende pada Denna dan mencium keningnya. Dan semua tamu bersorak dan bertepuk tangan


"First kissss!!" seru rekan bisnis Bende


Dan semua orangpun ikut bebicara agar keduanya melakukan first kiss di hadapan para tamu


Bende dan Denna saling menatap dan tersenyum, lama mereka terdiam sedangkan para tamu terus bersorak


"Sudah boleh?" tanya Bende meminta ijin, Denna mengangguk pertanda menyetujuinya


Lalu Bende menarik pinggang Denna agar mereka semakin dekat, lalu Bende memiringkan kepalanya dan memulai melakukan first kissnya bersama Denna


Semua tamu berteriak, tak lupa mereka mengabadikan moment itu di hp mereka masing-masing.

__ADS_1


Rekan bisnis Bende pun terkejut, karena pria itu saat bekerja tidak pernah menunjukkan senyumnya. Dan malam ini, sisi berbeda pada Bende telah terlihat. Merekapun ikut bahagia untuk pria yang berwibawa dan sangat cekatan dalam bekerja itu


Selesai acara itu,mereka melanjutkan dengan menikmati hidangan yang telah di siapkan.


Acarapun terus berlangsung, hingga hari sudah mulai larut. Banyak tamu bersalaman dan berpamitan pulang


"Selamat untukmu kawan"


"Happy Wedding Tuan Bendefidh, kami menantikan Bende junior"


"Kalian sangat serasi" balasnya


"Semoga segera di beri momongan, biar rumahnya makin rame"


Begitulah ucapan para tamu untuk keduanya, setelah pulangnya mereka. Kini keluha besar tengah berkumpul dan bersenda gurau


Selesai mengobrol dan bergurau, keadaan rumah kembali sepi dan para tamu sudah pulang ke kediaman masing-masing


.


Saat ini Bende dan Denna sedang makan bersama di tengah-tengah keluarga


"Bagaimana bung? Apakah melelahkan" tanya Sean pada Bende


"Tentu saja" jawabnya


"Bend, kau harus makan yang banyak ya. Tenagamu akan terkuras malam ini, jadi banyaklah makan biar tidak mudah lelah" ujar Bendri sembari memijit kedua bahu Bende


Semua orang tertawa mendengarnya


"Apa harus ku berikan pil penguatku?" tawar Bendi dengan senyuman menantang


"Sudahlah jangan menggodaku terus, kalian ini" bantah Bende dan Denna hanya tertunduk malu


"Bend, sepertinya saran Bendi cocok" Raffi


"Ya benar sekali" tambah Bagas


Semua orang terus menggoda keduanya, hingga Denna semakin malu


"Denna, jika dia kasar kau tendang saja anunya" saran Nayla


"Iya De, pukul atau cubit saja"


"Jika tidak memuaskan maka kau yang ambil kendali De"


"Kak, sudahlah" balas Denna malu-malu


"Ohooo ada yang maluuu. Bend, jangan biarkan Denna memegang kendali, kau harus tetap menyetir" goda semua saudaranya lagi


"Tidak Denna, kalahkan Bende buat dia memohon wkwk" balas para perempuan


Hallo semuaa, tetap stay di novel ini ya. Jangan lupa tinggalkan jejak, bantu vote dan komen juga ya


Happy reading semuanyaaaaaa, salam kenal dari author

__ADS_1


__ADS_2