
Hari ini di halaman belakang rumahnya, Bende bersama anak istrinya tengah bersantai karena weekend dan ia libur bekerja
Ben kini tengah sibuk dengan mainan mobil-mobilannya dan berbicara patah demi patah
" Dad.. dadd..dy " ucap Ben patah-patah menoleh ke arah Bende dngan menunjukkan mobil mainannya
" Ulang sekali lagi jagoan, Dad-dy " ajar Bende
" Mom-my ayoo " tambah Denna
" Dyy myy.. " balas Ben
Bende ataupun Denna tersenyum, tak terasa kini Ben semakin bertumbuh besar
Hari weekend ini mereka habiskan waktu bersama, walaupun tidak keluar untuk jalan-jalan namun mereka tampak bahagia
Tiba-tiba telepon Bende berdering, panggilan masuk dari whatsapp tertera nama Bendi disana
" Bendefidh.. Kak Bendi menelpon " ujar Denna pada suaminya
" Angkat dan loudspiker saja wife " balasnya
" Bende sialan! dimana kau? " ucap Bendi dari seberang telepon dengan langsung berteriak
" Ada apa? jangan berteriak bodoh! " balas Bende
" Kau dimana? aku mengunjungimu ke Italy tapi kata staf disana kau ke Jerman untuk menghadiri rapat tahunan " ucapnya kemudian menarik nafas panjang
" Aku terbang ke Jerman mengunjungi apartementmu namun menurut staf disini kau sudah terbang ke Negara lain. KAU DIMANA?!! " lanjutnya
Bendi mengeram kesal mengeluarkan unek-uneknya, ia lelah mencari keberadaan sang adik.
" Aku di US, New York " jawab Bende
" Jadi menurutmu aku harus terbang kesana begitu? " kesalnya
" Jika perlu, kenapa tidak " balas Bende dengan santai
" Langsung saja, please dengarkan aku baik-baik. Pulanglah bersama Denna ke Indonesia, Papa sedang sakit jadi ku mohon kali ini jangan terlalu keras kepala " ujar Bendi pelan
__ADS_1
" Saat seperti ini baru mengingatku? "
Denna mencoba menenangkan Bende dengan mengelus pundaknya pelan
" Bend.. Papa sudah menyesali semuanya, ia menunggumu pulang namun kabarmu pun tak ada yang tahu. Jadi ku mohon pulanglah "
" Akan ku pikirkan " jawab Bende
" Ayolah turunkan egomu sebentar, setidaknya biarkan Papa melihatmu entah kau akan memaafkannya atau tidak! " pekiknya
" Jangan berteriak padaku Bendinath!! " balas Bende
" Pulanglah, aku akan langsung kembali ke Indonesia " tutupnya lalu mengakhiri panggilan telepon itu
Denna menatap wajah suaminya dan mencoba untuk memberikan pengertian padanya " Ayo pulang, kita temui Papa " ujar Denna pelan
Bende beralih menatap manik mata sang istri, walaupun diperlakukan buruk oleh Papanya namun Denna masih bersikap baik
" No, kau belum bisa perjalanan jauh kandunganmu masih 3 bulan " tolak Bende
" Aku dan baby baik-baik saja, sungguh.. " yakin Denna
" Tidak "
" Aku bilang tidak, tidak wife! " potong Bende
Tak ingin membantah lagi, Denna mengalah menuruti yang suaminya katakan
Di sebelahnya Ben hanya diam, ia bahkan tak mendengar yang diributkan orang tuanya. Ia fokus pada tontonan pada layar IPad Bende
Sampai sekarang, keluarga Bende di Indonesia belum mengetahui tentang Benni dan kehamilan Denna yang kedua. Bahkan orang tuanya belum mengetahui pernikahannya dengan Denna hingga sekarang
" Mundurkan Ben sedikit, jangan terlalu dekat dengan layar " ucap Denna pada Bende yang bersebelahan dengan Ben
" Jagoan mundur sedikit duduk disini nak " ucap Bende kemudian Ben menurut dan kembali fokus dengan tontonannya
Beralih menatap Denna yang mengelus perutnya pelan " Kenapa? ada yang sakit? "
" Tidak, pinggangku pegal " jawabnya
__ADS_1
Mendengar itu, Bende membawa Ben dan Denna kembali masuk ke kamar untuk istirahat, sudah cukup hari ini mereka bersantai di luar hingga hampir menjelang malam
Ben di ambil oleh Bi Noise dan maid yang lain yang ingin mengasuh Ben, bersama dengan mereka Ben tertawa riang karena bibi-bibi itu sangat pandai membuatnya tertawa
Sementara Denna yang lebih dulu masuk kamar merebahkan diri diatas kasur empuknya sembari memainkan handphone Bende
" Wife lihat hp ku? " tanya Bende saat memasuki kamarnya
" Ini, ada padaku " balas Denna lalu memberikannya pada Bende
" Pakailah, ku kira tertinggal di belakang tadi "
" Dimana Benni? " tanya Denna saat Bende masuk sendirian
" Bersama Noise dan yang lain, mereka sangat antusias ingin mengambil Ben " jawabnya
Kemudian Denna berlanjut memainkan hp Bende, mengecek aplikasi Instagram suaminya ternyata begitu banyak wanita yang memfollow akunnya namun tidak di follback oleh Bende
Saat hendak mendekat ke istrinya, Bende salfok dengan gaya berbaring Denna
" Wife jangan tiduran seperti itu, anak kita tertekan nanti " posesifnya
Denna kemudian menyadarinya, ia lupa tengah berbadan dua " Aku lupa.. "
" Ganti pakaian, jangan memakai rok itu "
" Tapi kan ini bagus " bantah Denna
" Anak kita kesempitan, ganti! " perintahnya lagi
" Tidak, ini roknya nyaman Bendefidh "
" Denna! "
" Sungguh tidak apa-apa, aku tidak merasa sesak memakainya " bantah Denna lagi
" Ganti!!! " tekan Bende
__ADS_1
Sebesar apapun usaha Denna membela diri, ujungnya dia sendirilah yang mengalah kemudian ia mengganti rok nya dengan celana panjang yang longgar
Benda mulai bersikap posesif, bahkan sekarang lebih parah dari pada saat ia hamil Benni dulu.