
Di perjalanan Bendi selalu mengoceh memarahi Bende karena adiknya itu menyupir dengan kecepatan tinggi
"Anakku belum lahir! aku tidak mau mati sebelum melihat anakku Bende!!" gertak Bendi sekali lagi
"Bende pelankan sedikit!" tambahnya
"Diamlah!!" jawab Bende
Denna sudah sampai di tempat itu lebih dulu, kemanan di sekitar rumah itu sangat ketat, dia melihat Arya dan Ayahnya tengah berbincang di luar.
Tak lama kemudian disusul oleh Bende, Bendi, Sean, Dava beserta anak buah mereka.
"Kau baik-baik saja?" Denna hanya mengangguk. tanya Bende kaget dan langsung memeluk Denna
"Kau tetap disini, Sean kau jaga Denna tetaplah disini" perintah Bende kepada saudara sepupunya itu, dan Sean mengangguk
.
"Apa kabar tuan Wilson?" tanya Adipati Aryano / Arya
"Seperti yang kau lihat, kami bahkan sangat sehat" jawab Bendi
Arya dan anak buah nya langsung menyerang tanpa aba-aba, mereka semua bertengkar menguras tenaga, anak buah Bende dan Bendi berhasil membobol pintu depan rumah tua itu dan mereka berusaha masuk, namum sampai di dalam mereka di hadang tak kalah banyak dari yang berjaga di luar
Saat menuju ke dalam Bughhh! Pukulan keras mendarat di tengah belakang tubuh Bende "Jangan pikir kau akan masuk dengan mudah Bendefidh Wilson!" ujar Arya lalu mereka mulai bertengkar lagi
Bendi membantu adiknya dan itu berhasil, mereka mendapati paman dan bibinya Denna tengah berada di ujung ruangan dengan keadaan di ikat sangat kencang
Mereka menghampiri dan mendekat, namun hanya berhasil membuka penutup mulut mereka saja karena Diko Aryano ayahnya Arya datang lebih dulu
"Kau masih saja sangat licik Tn. Diko Aryano" ucap Bendi ketika melihat wajah licik Diko
"Bukan hanya dia, semua keturunannya memang licik" saut Bende
Di luar, Denna terus berontak ingin keluar dan mencoba ingin masuk kedalam rumah itu
"Sean aku ingin menyelamatkan mereka!" bantahnya
"Tidak Denna, Adipati Aryano adalah seorang Mafia besar. Kau tidak bisa masuk dengan mudah" cegah Sean
Dengan sekuat tenanga Denna memukul dada Sean dan berlari ke dalam
__ADS_1
"Awhhh" Ringis Sean "Denna!!" teriaknya
Dengan sekuat tenaga Denna berhasil melawan semua anak buah Arya dan berhasil menyelinap masuk, hingga di depan pintu ia di tahan oleh seseorang
"Tidak semudah itu kau bisa masuk. Aku sarankan pergilah dari tempat ini, aku mencintaimu aku tidak akan menyakitimu. Pergilah Denna" ujar Arya, dan Denna sangat terkejut dengan penuturannya
"Aku tidak sudi di cintai oleh lelaki pengecut sepertimu Adipati Aryano!" jawabnya penuh penekanan
Denna berlari terus hingga ke ujung, dia bisa melihat paman dan bibinya yang tengah kesakitan. Ia berlari dan mendekat
"Ayah! Bunda!!" serunya
Namun ketika hendak mendekat ke arah mereka Bende menarik tangan Denna hingga berada di dekapannya
"Lepaskan aku Bendefidh" ia terus memukul tubuh Bende, namun Bende semakin mengencangkan pelukannya pada Denna, dia tidak mau sesuatu terjadi pada gadisnya
"Ohoo.. Rupanya kau gadis itu, tenang saja aku tidak akan menyakitinya karena putraku sangat mencintai gadis ini" ujar Diko ayahnya Arya
"Aku tidak akan membiarkanmu mengambilnya dariku! Kau harus ingat itu!" bantah Bende
Ayah dan Bundanya Denna berteriak sekuat tenaga
"Bunda memohon padamu, Bunda percaya padamu kau bisa menjaga Denna, berjanjilah kau akan menjaganya Bende" ujar bibinya menimbali
"Ayah serahkan tanggung jawab Denna kepadamu, jaga dia berjanjilah dia tidak akan terluka" tambah Ayah Denna
"Apa yang kalian katakan?! Denna akan membawa kalian pergi dari tempat ini, Bendefidh ayo selamatkan mereka" tangis Denna semakin menjadi
"Bende berjanji Ayah, Bunda" ucap Bende menyakinkan keduanya
Bendi mendekat ke arah keduanya, namun langkahnya terhenti. Mereka di kelilingi oleh anak buah Diko Aryano, mereka bisa menyakiti siapapun kapan saja
"Jangan mendekat ke arah mereka atau mereka akan mati!" ucap Arya menggema di ambang pintu sembari memegang pistol di tangannya
"Keparat! Pengecut kau!" ujar Bende hendak menghampiri Arya namun ditahan oleh Bendi
"Jangan gegabah Bende" peringat Bendi
"Jangan Arya! Kau bisa membunuhku tapi jangan mereka" ujar Denna dengan air mata di pipinya
"Aku tidak akan membunuhmu, kau adalah wanita yang aku cintai" ujar Arya tegas
__ADS_1
"Aku akan melakukan apapun asalkan kau tidak membunuh mereka, apapun" mohon Denna
"Denna jangan bodoh nak, pergilah dari tempat ini!!" cegah Ayahnya yang berteriak dan menangis
"Bende bawa Denna pergi dan selamatkan dia" mohon Bunda yang menangis, ia tak sanggup jika harus melihat Denna tiada
"Denna tidak akan pergi! Denna tidak akan meninggalkan kalian! Bertahanlah Denna akan menyelamatkan kalian" Denna mendekat ke arah mereka
"Kau maju satu langkah lagi mereka akan ku tembak!" ucap Arya lagi
Dava datang dari belakang dan memukul Arya lalu berhasil mengambil pistol dari tangannya dengan memelintirkan tangannya. Kemudian ia mendekat ke arah Bendi dan Bende, anak buahnya sedang mengurus anak buah Diko yang mengepung, kini mereka sidikit aman
"Kerja bagus Dava" ujar Bendi
"Perintahkan Sean mengirim anak buahnya dan mengepung tempat ini!" perintah Bende kepada Dava, lalu Dava mulai mengeluarkan hp nya dan mengirim pesan kepada Sean
Bendi berhasil memukul Diko dan mengambil tangannya mengarahkan ke belakang
"Arrghh" ringis Diko
"Lepaskan ayahku Bendinath, jika tidak aku akan menembakmu!" ujar Arya
"Silahkan, aku akan mengelak dan memutarkan tubuh Ayahmuu ini, lalu Ayahmu sendirilah yang akan tertembak!" tutur Bendi
"Bawa Denna pergi Bendeee!!" seru Ayah Denna lagi, suasa semakin mencekam kala pistol berada kembali di tangan Arya
Orang tua Denna tak berhenti menjerit meminta agar Bende membawa Denna pergi untuk mengamankannya. Hal itu membuat Arya sangat geram
"Berisik sekali kalian ya!" Dorr Dorr! kedua tembakan berhasil mengenai mereka berdua lalu meluruh dan terjatuh dengan tubuh yang masih terikat
"ADIPATI ARYANO, KAU!!" teriak Bende bersamaan dengan Denna
"AYAH! BUNDA!!" teriak Denna membelalakkan matanya melihat kedua orang yang menjaganya sewaktu kecil, meninggal di hadapan mata kepalanya sendiri
Badan Denna hendak meluruh ke bawah, tubuhnya lemas dan lunglai, beruntunglah Bende berhasil mengimbanginya
Hallo gaess, disini author ingin mengubah alur ceritanya. jadi untuk episode 39 sampai 48 mohon untuk tidak di baca. Karena sebenarnya itu sudah author hapus namun menurut pihak NT cerita yang sudah di upload tidak bisa di hapus dari sana
Jadi jika ingin ceritanya nyambung mohon loncat kan bagian episode 39 sampai 48. Dan sudah author ganti dengan episode 39 yang baru.
Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak ya readers
__ADS_1