
Bende memeluk tubuh Denna erat, mencoba mencari ketenangan disana. Lambat laun ia mulai melupakan kejadian di kantor yang begitu menguras rasa marahnya
Semenjak hari itu, Bende lebih teliti juga memasang sistem keamaan yang lebih ketat. Ia muak jika harus menghadapi situasi yang sama setiap tahunnya
..........
Satu tahun berlalu begitu cepat..
Begitu banyak rintangan yang keduanya hadapi, di samping itu mereka juga menikmati moment-moment pertumbuhan Ben dengan seiring berjalannya waktu
Saat hendak bangun tidur di pagi harinya, Denna merasa mual juga pusing bahkan tak jarang ia sering terbangun tengah malam karena merasa kurang nyaman pada tubuhnya
" Huhh ada apa denganku.. " lirihnya berucap pelan
Kemudian ia membersihkan diri dan menuju kamar babby Ben yang kini sudah berusia satu tahun lebih
Sesampainya di kamar Ben, anak mungil itu telah bangun dan bermain dengan bantalnya
" Good morning my son " seru Denna lalu ikut duduk bersama sang anak
Mengajaknya bercanda sebentar supaya Ben tidak rewel, kemudian ia beralih ke kamarnya membawa Ben untuk membangunkan Bende
" Daddy wake up! its already seven in the morning "
" Daddy bangun, ini sudah pukul 07.00 pagi " ucap Denna dengan Ben yang beranjak naik ke tubuh Bende
Dengan tangan mungilnya Ben menepuk-nepuk muka Bende bermaksud supaya ia membuka mata
" Ben, Do not be like that "
__ADS_1
" Ben, jangan seperti itu " tegur Denna lalu mengajari anaknya dengan benar meskipun Ben belum mengerti
Bende mengerjapkan matanya pelan mendapati anaknya tengah duduk di atas dadanya dan Denna di sampingnya
Melihat mata Daddy nya terbuka, Ben bertepuk tangan gembira
" Yeiyy Daddy bangun " sorak Denna
" Sudah jam berapa wife? " tanya Bende sembari menyangga tubuh anaknya
" Jam 07.00 jadi bangunlah dan mandi " jawab Denna
Bende beranjak dari tidurnya lalu mengobrol singkat dengan sang anak yang sudah bisa berbicara sepatah dua patah kata
" Sayang sekalian Ben juga kau mandikan ya " ujar Denna
" Iya, apa Mommy nya tidak mau dimandikan Daddy? " goda Bende membuat pipi Denna bersemu merah
" Kau sangat cantik jika seperti itu " ujar Bende, ia melihat ada sedikit aura berbeda dari sang istri sekarang yang entah dia pun belum mengetahuinya
Kemudian Bende beranjak mandi bersama Ben lalu bersiap berangkat ke kantornya.
Suasa sarapan pagi hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu, tidak ada yang bersuara kecuali babby Ben yang selalu meracu dengan bahasanya sendiri
Sekarang Ben sudah bisa berjalan dan berlari kesana kemari membuat Denna bahkan kadang juga maid di kediaman itu kualahan menjaganya
" Kenapa tidak di makan? " tanya Bende karena istrinya sama sekali tak menyentuh makanannya kecuali air mineral
" Mual.. " jawab Denna sembari terus menyuapkan makan pada Ben
__ADS_1
" Mual? sudah tanya dokter? "
" Mungkin hanya masuk angin biasa " balas Denna
Ben terus bergerak dalam duduknya sedikit membuat Denna lelah akan tingkah sang anak " Makan dulu nanti main lagi sayang.. " ujar Denna
Denna menurunkan Ben dari pangkuannya karena berniat ingin mengambil air putih di belakangnya yang tidak begitu jauh
Namun Ben malah berlari menjauh darinya sontak saja Denna langsung mengejar, Ben yang tengah aktif bergerak justru tak merisaukan sang Mommy yang sedari tadi mengikutinya
" Huhh.. Mommy lelah sayang ayo kembali ke dekat Daddy " ajak Denna pada anaknya ayaang justru semakin berlari
Denna lelah, mood nya kurang baik hari ini hingga tak ada cara lain ia malah menangis
HAPP! Bende menangkap sang anak yang terus berlarian, namun langkahnya terhenti saat melihat sang istri yang menangis
" Wife heii, kenapa? " tegurnya
Denna hanya menggelengkan kepalanya tak menjawab dengan terus menangis
" Dava!! " seru Bende hingga tak lama kemudian Asisten Dava datang
Ia memberikan Benni pada Asisten Dava supaya di jaga kemudian beralih pada sang istri
" Kau kenapa? " tanya Bende sekali lagi
" Aku lelah hikss.. "
Entah perubahan apa ini, Bende membawa sang istri ke atas sofa lalu mencoba menenangkannya
__ADS_1
" Wife.. don't cry "
" Wife, jangan menangis " lirih Bende pelan lalu mengusap air mata Denna dan memberikan ciuman di keningnya.