
"No! Ken won't come home. Ken wants to be with Mom!" ucapnya terus membantah Denna
"Mommy akan mengabari Daddynya Ken ya, kalau Ken sedang bersama Mommy" rayu Denna agar Ken menurut
"Tidak boleh, Mommy harus berjanji tidak boleh call Daddy" ucapnya dengan menjulurkan jari kelingking kecilnya pada Denna
"Sayang, nanti Daddynya Ken khawatir, me-.."
"No, no, big no. Please Mom" rayu Ken, seketika Denna langsung luluh dia menuruti kemauan Ken
"Baiklah sayang, Mommy mengalah" pasrah Denna
Sudah tiga hari ia tinggal bersama Ken, anak itu tampak bahagia menjalani harinya bersama sosok Ibu yang tidak dia rasakan sejak kecil.
"Ken, hari ini weekend dan Mommy sedang libur ayo kita jalan-jalan" ajak Denna, ia ingin menghabiskan waktu bersama Ken yang dia anggap seperti anaknya sendiri
"Wait Mom, Ken sedang nonton Upin Ipin" ucapnya yang tidak menoleh dan terus memperhatikan film Upin Ipin di hp Denna, karena di kost nya tidak memiliki tv.
"Ya sudah, Ken mau makan apa nanti Mommy yang masak" tawar Denna, seketika mata Ken berbinar
"Seriously?"
"Yes boy" jawab Denna
"I want tempe goreng enak buatan Mommy seperti di mansion Oma" jawabnya. Seketika ingatan-ingatan tentangnya dan Bende muncul secara tiba-tiba, ia merindukan pria yang suka memarahinya itu. Namun segera ia tepis jauh-jauh perasaannya, karena dirinya hanyalah benalu di keluarga Wilson.
"Mom? are you okey?" tanya Ken dengan menatap Denna
"Ken tunggu disini ya, Mommy buatkan dulu" ucapnya dengan mengecup singkat kepala Ken
__ADS_1
Setelah selesai dengan kegiatan memasaknya, Denna mengajak Ken makan. Ia bahagia melihat Ken yang sangat lahap menikmati makannya.
Saat menjelang malam, Denna di recokkan dengan Ken yang tiba-tiba mengajaknya keluar.
"Sayang, ini sudah menjelang malam, sebaiknya Ken mandi dulu terus ganti baju, nanti jam 7 kita keluar oke boy?" bujuk Denna pada Ken
"Okey, Mom kita makan malam di luar ya nanti Ken yang pilih tempatnya" ajaknya pada Denna
"Baiklah sayang" Denna langsung menyetujuinya
"Yeiyyy, kita berdua akan kencan nanti malam" ucap Ken kegirangan
"Kenn.. Ken tau dari siapa kata "kencan"?" tanya Denna
"Dad Bendi, dia sering mengajak Mom Nay kencan. Mom tahu? Daddy bilang kalau di dalam perut Mom Nay ada baby nya" jelas Ken lalu dia menceritakan semuanya kepada Denna
.
Malam pun tiba, ia dan Ken sudah rapi dan bergegas pergi ke sebuah Restoran yang di pilih oleh Ken.
Saat sedang menikmati makannya, Denna di kejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki yang sejak lama di rinduinya. Ingin sekali memeluk pria itu, namun lagi-lagi dia teringat perkatakan Papa Elson
"Be.. Bendefidh" lirihnya dengan mata berbinar
Sedangkan Bende merasa bahagia, ia menemukan gadisnya yang terpaksa menjauhinya demi menyelamatkan orang tuanya
Bende langsung mendekap tubuh Denna erat, ia tak mau gadisnya pergi lagi dengan alasan apapun.
Denna menangis dalam pelukan Bende, ia membalas pelukan itu dengan erat. Mereka menjelaskan rasa rindunya dalam bahasa tubuh.
__ADS_1
"Maafkan aku" sesal Bende
"Bendefidh, aku harus pergi" ucap Denna yang tiba-tiba dia mengingat kata-kata Papa Elson di hari ia datang ke Restorannya
"Tidak!! jangan mencobanya lagi! Tolong jangan hukum aku seberat ini, kau boleh memukulku bahkan menghabisiku jika kau mau. Tapi tolong jangan pergi lagi, aku sangat mencintaimu Denna" ucap Bende yang mengutarakan isi hatinya
"Tapi Bendefidh.. Aku ha-.."
"Tidak usah pedulikan Papa! jangan kau dengarkan ucapannya aku yang akan menjamin, itu janjiku padamu!" potong Bende
Tak berselang lama, Bendri datang dari arah belakang dia tersenyum melihat adiknya kini sudah tidak kacau kerena telah bertemu gadisnya
"Pulanglah bersamaku, jadilah wanitaku, jadilah ibu untuk anak-anakku nanti, ku mohon jangan pergi lagi seperti ini" ucap Bende dengan menggenggam tangan Denna
Denna beralih menatap Bendri dan Ken, keduanya tersenyum kemenangan. Ada beribu pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Ayah dan anak itu.
"Denna, aku melamarmu" ucap Bendri yang menggendong Ken
"Bendri!" bantah Bende keras, ia sudah mulai ingin marah
"Maksudku aku melamarmu untuk adik bungsuku ini, yang masih kekanakan" candanya, seketika Bende tersenyum. Hampir saja dia akan menghabisi kakaknya sendiri
Bende berhasil membujuk Denna. Ia akan membawa Denna pulang kembali ke mansionnya lagi
Setelah cukup lama menempuh perjalanan, kini Denna kembali menginjakkan kakinya ke mansion yang kurang lebih sudah enam bulan ditinggalkannya
Saat tiba di mansion utama, ia memperhatikan setiap sudutnya. Masih sama, tidak ada yang berubah sedikitpun
Semua Maid di mansion itu merasa senang, karena sejak kepergian Denna. Bende jadi sangat buas dari biasanya. Mereka berharap kembalinya Denna dapat menyejukkan hati Bende kembali.
__ADS_1