
Entah mengapa tiap kali Denna membicarakan pria lain di hadapannya itu membuat Bende marah, tak jarang ia malah ingin langsung menghabisi pria tersebut.
...
Seperti biasa, siang ini mereka makan bersama di temani oleh Dava.
"Dimana Bendi?" tanya Bende ketika ia tidak melihat Bendi di antara mereka
"Tuan Muda Bendi sedang tidur tuan" jawab Dava
"Bendefidh.." lirih Denna
"Ya? kau butuh sesuatu sayang?" jawabnya
"Bisa tidak suruh anak buahmu menjauh, aku malu makan di perhatikan seperti ini" keluh Denna karena di sekitarnya anak buah Bende tengah berjaga
"Kalian boleh pergi" perintah Bende pada anak buahnya, ia langsung menuruti keinginan gadisnya
"Terimakasih" ucap dengan dengan tersenyum
Degg.. jantung Bende berdetak saat Denna tersenyum dengan manis kepadanya
"Aku sudah lama tidak melihat senyummu" batinnya
"Oww halloooo! kalian sedang makan dan tidak mengajakku?" Bendi datang tiba-tiba dengan mengejutkan semua orang
"Kenapa kau kemari?" tanya Bende
"Bendefidh.. Biarkan kak Bendi makan dulu" cegah Denna
"Dia selalu seperti itu tiap kali aku mengunjunginya" adu Bendi dengan menaikkan sebelah alisnya pada Bende. Bende hanya diam tak menanggapi
"Ya Tuhan! apa aku tidak salah melihat?" pekik Bendi
"Bendinath pelankan suaramu!" bantah Bende kesal
"Ada apa kak?" tanya Denna bingung
"Seorang Bendefidh pengusaha muda ternama memberimu makan ayam goreng dan sup saja? oh ayolah Denna lebih baik kau tinggal bersamaku, ternyata adikku sangat pelit"
"Aku yang memintanya, aku tidak suka daging" jawab Denna
"Benarkah? Dava katakan! aku tau kau selalu jujur"
"Benar tuan, nona Denna tidak suka makan daging" jawab Dava
"Sup nya enak, siapa yang memasak ini Dav?" tanya Bendi
"Nona Denna sendiri tuan, hari ini nona Denna membantu semua pelayan di dapur untuk memasak"
"Apa aku boleh minta sedikit sup itu Denna?" tanyanya ragu-ragu
"Tentu saja kak" jawab Denna dengan memberikan mangkuk sup nya
Namun tiba-tiba Bende mengambil mangkuk berisi sup itu dan dia mulai memakannya
__ADS_1
"Bendefidh.."
"Aku kenyang, sayang ayo ke ruang tengah" ajak Bende ketika ia selesai menghabisi sup nya
Sementara Bendi dan Dava hanya saling menoleh
"Cemburuan!" seru Dava, Bende tidak memperdulikan ucapan kakaknya itu
Saat mereka tengah asyik menikmati acara tv, tiba-tiba seorang perempuan berpakaian minim dengan makeup tebal datang ke mansion utama
"Bende sayang, aku merindukanmu" ucap perempuan itu langsung memeluk Bende tanpa memperdulikan keberadaan Denna
"Menyingkirlah! aku bilang menyingkir!"
"Kenapa sayang? aku sangat rindu padamu. Kau tidak pernah lagi menemuiku untuk menghabiskan malam bersama" ucap perempuan itu dengan bergelayut manja pada Bende
Denna yang tidak tahan melihatnya pun bangkit dari duduknya dan beranjak meninggalkan mereka berdua
"Denna! heyy.." seru Bende
"Salsa menyingkirlah dariku!"
"Biarkan seperti ini ya, aku sungguh merindukanmu sayang"
"Davaaa!!" teriak Bende dengan keras dan menggema ke penjuru ruangan
"Iya tuan?" Dava datang dengan tergopoh-gopoh
Bendi yang mendengarnya saat masih sedang makan itupun bergumam "Kenapa lagi kau Dava, kau melakukan kesalahan apalagi"
"Singkirkan wanita jalang ini dari hadapanku!"
Dava tersentak kaget "Salsa?" gumamnya
"Bende jaga ucapanmu itu!" bantah Salsa
"Apa yang membuatmu datang kemari hah?! pergi dari sini!!"
Denna datang dengan membawa segelas air di tanggannya lalu melanjutkan acara tv yang ia tonton
"Sayang.." Bende mendekat dan ingin memeluk Denna
"Singkirkan tubuh kotormu itu!" bantah Denna yang mulai kesal dan marah
"Dia siapa Bende? apa dia wanita penggoda penggantiku?" tanya Salsa
Tess.. perkataan Salsa membuat Denna teriris, air matanya meluruh
"Sebaiknya kau pergi!! dan jaga mulutmu itu! dia istriku, dan yang pasti bukan wanita sepertimu!"
"Salsa jangan membuatku berlaku kasar padamu, ikut aku dan pergilah dari sini!" ucap Dava degan menarik tangan Salsa yang ingin membawanya keluar
"Biasanya kau selalu puas denganku Bende, tidak seperti wanita itu! Hey kenapa kau diam, wanita tak tahu malu kau dari Bar mana hah?" ucap Salsa dengan menantang Denna berbicara
Plakkk, tamparan keras mnegenai pipi mulus milik Salsa
__ADS_1
"Sebaiknya kau berkaca sebelum merendah! Kau pikir kau lebih baik dariku? satu lagi, aku bukan wanita murahan sepertimu, menjual diri demi segepok uang!"
"Kau!" Salsa geram dan ingin membalas tamparan Denna, namun Denna mencegahnya lalu memelintirkan tangan Salsa ke arah belakang hingga gadis itu mulai kesakitan
"Kau tidak seberani ucapanmu nona" ucap Denna
"Bawa dia pergi!" perintah Bende pada Dava
"Kau mau dia kan? ambil!!" ucap Denna lalu mendorong Salsa hingga jatuh ke pelukan Bende
"Sayang!" serunya
"Perempuan murahan!!" ucap Bende mendorong Salsa dan mulai mengejar Denna
Denna berlalu meninggalkan manusia di mansion utama, ia ke taman belakang dan duduk di tepi kolam dekat taman.
Bende mengejar Denna, ia sudah mulai panik. Baru saja hubungannya membaik dan sekarang renggang lagi dan itu membuat Bende frustasi
"Sayang dengarkan aku, aku bisa menjelaskannya!" seru Bende
"Aku sudah tahu Bendefidh.. Perempuan itu adalah perempuan yang sering tidur bersamamu juga, tak perlu kau jelaskan aku sudah mendengar yang dia katakan" jawab Denna
"Kau jangan berfikiran macam-macam, sungguh aku tidak pernah menyentuhnya" jawab Bende mendekat ke arah Denna dan ingin memeluknya
"Singkirkan tubuh kotormu!! jangan memelukku!" ucap Denna tajam
"Baiklah akan ku bersihkan" jawab Bende
"Davaaaa!!"
"Iya tuan? Saya sudah mengurus Salsa dan dia sudah pergi tuan"
"Ambil korek" perintah Bende tanpa menjawab yang Dava sampaikan
Tak lama ketika ia mengambil korek, ia datang mendekat ke arah boss yang sedang bersama gadisnya
"Kau lihat, aku akan membersihkan tubuhku dari bekas wanita itu!" ucapnya pada Denna
Bende mulai membuka pakaian atas yang dia pakai hingga terlihatlah dada putih six pack miliknya, lalu mulai membuka sepatu yang dia kenakkan bersama pakaian bawahnya
"Bendefidh kau mau apa? Hentikan!" ucap Denna yang kaget atas apa yang dilakukan Bende
Bende tidak memperdulikan ucapan Denna, ia tetap melepaskan pakaiannya hingga menyisakan celana pendek yang dikenakkannya
Dava yang melihatnya kaget bukan main, batinnya berkata "Apakah tuan muda akan telanjang disini, apakah tuan muda sudah tidak waras?"
"Bakar pakaian ini, bekas pelukan wanita jalang itu menempel. Jangan sisakan sedikitpun dari pakaian ini kau mengerti?!" perintahnya pada Dava yang di balas anggukan
"Bakar disini! biarkan gadisku melihatnya!!"
"Baik tuan" jawab Dava
Lalu Bende mulai melompat terjun ke kolam renang yang tak jauh dari arah mereka bertiga. Ia membersihkan tubuhnya agar bekas pelukan wanita itu tidak menempel di tubuhnya
"Ya Tuhan! pakaian sebagus ini akan di bakar, tuan muda lebih baik kau berikan saja padaku" batin Dava dengan memandangi Bende yang tengah mandi di kolam renang
__ADS_1