
Setibanya Bende dan Denna di kamar, keduanya hanya diam. Denna merasa tidak enak pada keluarga Bende, meskipun ia sendiri tahu bahwa ia tidak bisa tidur tanpa Bende
" Bendefidh, bisakah jangan terlalu bersikap buruk pada keluargamu? " tegurnya memecahkan keheningan diantara mereka dan Bende yang sedang mencoba melepaskan kaosnya
Mendengar ucapan Denna, ia lantas menurunkan kembali baju kaos yang ia coba lepaskan dan mulai mendekati Denna
" Memangnya aku kenapa? " tanyanya
" Sikapmu saat bicara pada seluruh keluarga sangat buruk, ku mohon jangan seperti ini " ucap Denna lembut
" Aku sudah seperti ini sejak dulu, ku rasa kau tak kaget lagi jika aku berkata begitu " balasnya
" Bendefidh tapi- "
" Ayo tidur " potongnya tanpa mendengarkan ucapan Denna
" Tidak, ayo bangunlah dengarkan aku dulu " ucap Denna dengan menggoyangkan tubuh Bende
" DIAMLAH! BERHENTI BICARA DAN TIDURLAH!! KEPALAKU SAKIT " Bentak Bende
Sontak hal itu membuat Denna kaget, tiba-tiba air matanya jatuh tanpa permisi
__ADS_1
Ini bukan yang pertama kali bagi Denna, tapi untuk yang ke berkian kalinya
" Maafkan aku " lirih Bende dengan memijat pelipisnya pelan
" Tak apa, ini bukan kali pertama. Bahkan sering, hanya saja aku belum terbiasa " jawab Denna dengan tangisnya
" Denna.. " serunya
Gadis itu tak menoleh, ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar Bende menuju dapur
Ia mengusap mukanya dengan air mengalir, namun tetap saja mukanya tak dapat di bohongi jika ia habis menangis
Denna duduk di sofa besar di ruang keluarga, ia merebahkan kepalanya disana, terlalu malas untuk kembali ke kamar Bende
Ia menangis sejadi-jadinya disana, ia menumpahkan seluruh rasa kecewanya, bertahun-tahun bersamanya nyatanya hal itu tak membuat Bende merubah sikapnya. Ia serba salah sekarang
Sementara Bende yang di kamar membiarkan Denna sendirian tanpa menyusulnya, kepalanya terasa berat dan sangat sakit sejak tadi kemudian matanya terpejam menjemput mimpinya
Di sisi lain, Denna pun terhanyut dengan kantuk yang menyerangnya alhasil gadis itu kini tertidur di sofa
Tak berselang lama, Papa Elson turun untuk mengambil air minum. Ia melewati Denna yang tertidur pulas tanpa selimut
__ADS_1
Sebenarnya ada perasaan iba pada gadis yang di cintai oleh putranya itu, namun entah mengapa rasa egonya mengalahkan itu semua
Selesai dengan minumnya, ia berbaik hati memberikan selimut dan menutupi tubuh Denna lalu beranjak kembali ke kamarnya
Peter yang tak bisa tidur pun keluar dari kamarnya, mencoba ingin membuka saluran TV. Namun pemandangan yang ia temukan adalah seorang gadis cantik yang tertidur lelap di sofa
" Kenapa dia tidur di sofa? " gumam Peter pelan
Kemudian ia membenahkan selimut yang sedikit bergeser dari tubuh Denna.
Ia mencoba untuk membangunkan Denna dari tidurnya bermaksud untuk menawarkan kamarnya untuk gadis itu dan dia yang tidur ruang keluarga
Posisi tidur Denna kini berubah, ia menghadap kepada Peter, sontak hal itu membuatnya terpanah dengan manisnya wajah Denna yang terlihat damai
" Denna.. Heii pindah lah ke kamarku biarkan aku yang tidur disini, nanti kau masuk angin " ucap Peter yang berusaha membangunkan Denna
Tak ada respons, Denna bahkan tak bergeming dari tidurnya
Jiwa kelelakian Peter seketika menyapa, entah mengapa gadis di depannya ini sangat mudah membuatnya ON
" Sial, berdua dengan wanita dalam satu ruangan memang tidak aman " gerutuknya
__ADS_1