
Pagi harinya Denna bangun lebih dulu, setelah selesai mandi ia beranjak turun ke lantai 2. Sesampainya di bawah ia terkejut melihat Bende dan Asisten Dava tidur di sofa ruang tv
"Apa mereka begadang?" pikirnya, lalu mendekat ke arah kedua pria yang tengah tertidur pulas itu
"Bendefidh.. Dava" lirihnya membangunkan kedua pria itu
"Bendefidh.. Bangun ini sudah pagi"
Bende samar-samar mendengar suara gadisnya itu, lalu membuka matanya perlahan
"Selamat pagii, ayo bangun" ucap Denna dengan lembut
"Hoaamm.. Duduk disini" ujar Bende pelan dan menepuk-nepuk sofa mengisyaratkan agar Denna duduk di dekatnya
Denna mengikuti kemauan Bende, namun ia terkejut karena Bende meletakkan kepalanya di atas pahanya dan menenggelamkan wajahnya di perut Denna
"Kenapa jadi begini, Bendefidh ayo bangunlah, Dava!"
"Sebentar saja, aku ingin seperti ini" jawab Bende
"Nona Denna?" Dava hendak bangun, ia kaget mengapa ada Denna disitu. Ia mengingat yang terjadi semalam, Bende meminta dia untuk menemaninya begadang dan mereka tertidur di sofa ruang tv
"Jam 7? Ya Tuhan!" kagetnya
"Ada apa?" tanya Denna kebingungan
"Tuan muda, pagi ini kita harus ke Singapura, nanti siang kita ada janji bersama Tosa Group, saya permisi" ucapnya
Lalu Denna beralih menatap Bende yang masih memejamkan matanya
"Bendefidh.. Bangunlah, kau dengar yang di ucapkan asisten Dava?"
Bende tak bergeming, ia justru melingkarkan tangannya di pinggang Denna dengan masih membenamkan wajahnya seperti tadi
"Bendefidh.. Ayo bangunlah, kau harus bekerja" ucapnya lagi, Bende tetap tak bergeming
Hp milik Bende bergetar pertanda panggilan masuk
"Sayang, kau saja yang angkat" gumam Bende
"Hallo tuan muda, selamat pagi. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa siang ini anda harus ke perusahaan di Singapura, Rigions Corp ada janji bertemu dengan Tosa Group" jelas Gino
"Sayang diam sebentar aku ingin seperti ini" ujar Bende karena Denna bergerak
Gino yang di seberang telfon pun tampak keheranan
"Hallo, tuan muda?" ulang Gino
"Sekretaris Gino, ini saya Denna. Bendefidh masih tidur akan saya sampaikan nanti" jawabnya
"Nona Denna? Ah maaf Nona saya mengganggu saya akhiri telfonnya" ucapnya lalu mematikan telfonnya
Susah payah Denna membangunkan Bende akhirnya lelaki itu mau membuka matanya dan bergegas bersiap
"Aku akan bekerja hari ini, aku akan membantu bibi" ujar Denna kepada Bende
__ADS_1
"Tidak! Diamlah di rumah, dan tunggu aku pulang" jawab Bende
"Bendefidh, aku ingin membantu bibi di butiknya. Sore aku akan pulang lagi kesini"
"Kau tidak berniat kabur?" selidik Bende
"Terserah padamu saja, intinya aku ingin bekerja membantu mengurus butik milik bibiku" bantahnya
"Baiklah, kau tidak boleh macam-macam diluar sana. Kau itu hanya milikku"
"Nyenyenye" balas Denna
"Sa.."
"Diam saja! tak usah bicara, cepat bereskan barangmu" potong Denna
"Tadi kau sangat lembut, sekarang?"
"Karenamu! bicara padamu tak bisa dengan baik-baik" bantah Denna kesal
Tak lama Dava datang dan mendekat ke arah keduanya
"Tuan, ada sudah siap?" Bende menjawab dengan menganggukan kepalanya
Pagi ini Bende bersama asisten dan anak buahnya terbang ke Singapura. Sesampainya disana, Bende di sambut degan sangat baik. Sudah lama dia tidak mengecek keadaan perusahannya di Singapura, karena dia mempercayakan perusahaan itu kepada tangan kanannya.
"Selamat datang kembali di Regions Corp , Tuan Muda Reginaldo Wilson" ucap Sekretaris pribadinya di Singapura, Wira.
"Terimakasih" jawabnya
"Permisi, Tuan Muda. Mr. Santosa telah tiba, beliau sedang berada di lobby utama" ucap Sekretaris Wira
"Saya akan kesana" jawabnya
Hari sudah menjelang sore, Bende bersama sekretaris dan asistennya baru selesai bertemu dengan Tosa Group, setelah lama mempertimbangkan keputusan, akhirnya Bende menyetujui bekerjasama dengan Tosa Group. mereka akan menjalankan sebuah proyek dan menjalin kerja sama dengan Tosa Group perusahaan yang sangat berpengaruh di Singapura itu.
"Senang bekerjasama dengan anda Tuan Reginaldo" ucap Mr. Santosa, dengan saling menjabat tangan
"Semoga berjalan dengan lancar Mr. Santosa" balas Bende
"Kita harus merayakannya, mari kita makan siang bersama Tuan Reginaldo Wislon" ajak Mr. Santosa
"Lain kali saja, saya ada urusan penting dan harus kembali ke Indonesia" jawabnya
"Baiklah Mr. Santosa, kami pamit" ujar Dava
Setelah selesai, mereka bergegas untuk kembali ke Indonesia sore ini. Bende sudah merasakan rindu pada gadisnya setelah seharian tidak bertemu
"Sekretaris Wira, saya mempercayai mu untuk mengolah perusahaan ini. Terimakasih sudah bersedia membantu saya, bulan depan kau harus ikut bersama saya ke kantor cabang. Ada sedikit masalah disana"
"Saya senang bisa membantu anda tuan. Oh ya, apa tuan harus terbang ke Indonesia hari ini? mengapa tidak besok saja tuan?"
"Tidak bisa, ada hal penting yang harus saya lakukan. Jika ada masalah disini, segera kabari saya atau asisten Dava"
"Baik tuan" jawabnya
__ADS_1
"Tuan, kita harus menunda kepulangan kita hari ini" ucap Dava datang dari arah pintu mengagetkan Bende
"Apa? Kenapa?"
"Tuan Elson meminta anda ke Malaysia menggantikan rapat tahunan besok"
"Kenapa tidak Papa saja?"
"Beliau mendadak ada urusan di kantor cabang Sumatera bersama tuan Bendinath" jawabnya
"Telfon papa, bilang padanya saya tidak bisa menggantikannya besok!" perintahnya yang langsung dipatuhi Dava
Bende meraih hp nya dan mengirim pesan kepada gadisnya
"Kau sudah pulang?" isi pesannya
"Sebentar lagi Bendefidh" balas Denna
Bende menggeser hp nya dan memencet tombol VidCall, tidak lama Denna langsung mengangkatnya
"Ada apa Bendefidh?" tanyanya
"Kau tidak merindukanku?"
Denna bingung, pasalnya belum sampai 24 jam pria arogan di depannya ini bertanya pasal rindu
"Sepertinya tidak" jawab Denna
"Tuan Muda, maaf saya menyela. Tuan Elson ingin bicara" ujarnya sembari menyodorkan hp nya pada Bende
"Tidak bisakah kau lihat aku sedang apa?!" marahnya
"Bendefidh.." ujar Denna dengan senyum dan menggelengkan kepalanya
Lalu Bende menerima telfon itu
"Ada apa?" tanya Bende
"Bende, papa minta tolong kau hadiri rapat tahunan besok di Malaysia. Papa tidak bisa datang karena mendadak ada urusan di Sumatera" jelas papanya
"Suruh asisten papa, saya sibuk" ujarnya lalu memberikan telfonnya kepada Dava
"Bendefidh.. Bantu papamu ya" ujar Denna
"Tidak! aku ingin pulang, aku merindukanmu" jawabnya
"Bendefidh dengarkan aku, wajar jika Om Elson memintamu menggatikan posisinya karena kau putranya. Jika beliau tidak ada halangan sudah pasti beliau yang datang sendiri kan" jelasnya untuk meyakinkan Bende, namun Bende tetap diam
"Aku tidur dirumah bibiku ya" timbalnya lagi
"Jangan mencoba untuk meninggalkanku!" ucap Bende dengan tegasnya
"Besok aku kembali ke rumahmu. Aku merindukan mereka Bendefidh"
"Baiklah, tapi jika aku sudah pulang besok. Aku akan menjemputmu pulang bersamaku" Denna hanya menanggapi dengan semyuman. Lalu Denna memutuskan sambungan VidCall nya pada Bende.
__ADS_1