
Beberapa minggu berlalu, kini usia kehamilan Denna memasuki usia 5 bulan. Minggu lalu ia bersama Bende melakukan check up rutin di rumah sakit memeriksakan perkembangan si jabang bayi.
" Kapan pekerjaanmu selesai? duduk disini sebentar " lerai Bende merasa bosan menunggu Denna selesai dengan pakaian yang disusunnya
Denna mendekat dan duduk di samping Bende " Why not? "
" Dava membelikan kita tiket untuk pulang ke Indonesia "
Denna terdiam sejenak, rasa takutnya untuk kembali ke Tanah Air masih mengikuti
" Aku tidak memaksa wife, kita tidak akan pulang " ujar Bende yang mengerti mimik muka sang istri
" Ayo pulang.. " yakin Denna
" No " jawab Bende menggeleng
" Ayo temui Papa bersama, aku ingin mengenalkannya pada cucunya dan Benni juga berhak tahu keluarga Daddy nya kan? " ucap Denna
" Sayang tap- "
" Bendefidh.. Aku tidak memiliki siapa-siapa, setidaknya lakukan untuk Benni. Bagaimana pun mereka semua keluarganya juga "
" Heii.. apa maksudmu tidak memiliki siapa-siapa hm, aku ada untukmu wife "
" Aku tahu, jika tidak denganmu mungkin tidak ada yang mau bersamaku " jawab Denna
" Ucapan macam apa itu, untuk mendapatkanmu aku harus menyingkirkan banyak pria yang mencoba merebutmu dariku "
Setelah perbincangan mereka tadi siang, malam harinya keduanya melakukan penerbangan untuk kembali ke Tanah Air.
Selama di dalam perjalanan, entah mengapa Benni ingin menempel bersama Asisten Dava duduk di belakang Bende dan Denna. Bahkan ia tertidur nyenyak di pangkuan Asisten Dava
Karena menempuh perjalanan yang cukup jauh, tiba-tiba perut Denna merasa kram dan tidak nyaman ia berpegang erat pada lengan Bende
" Kenapa? " ujar Bende
Denna menggeleng pelan, ia mencoba menyembunyikan rasa tidak nyamannya
Bende menyibak rambut istrinya dan melihat keringat dingin mulai bercucuran di pelipisnya
" Wife, kau baik-baik saja? " ujar Bende beralih menatap wajah istrinya
" Perutku kram.. " ungkap Denna
Bende beralih mengelus perut buncit istrinya " Kencang sekali, atur nafasmu pelan-pelan ya.." ujar Bende mulai panik
" Tidak nyaman hikss.. " adunya tak bisa menahan lagi
Bende beringsut dari duduknya, bingung harus melakukan apa kecuali mengusap pinganggnya naik turun
" Usap perutku hikss.. "
" Baiklah ayo sini, don't cry sayang.."
" Ada apa Tuan? " tanya Asisten Dava dari belakang
" Perut Denna kram, terlalu lama duduk mungkin " balas Bende
Ia mengusap perut istrinya pelan, lambat laun rasa yang tidak nyaman itu hilang dan Denna tertidur pulas
Baik Bende ataupun Asisten Dava keduanya tidak tertidur sama sekali selama perjalan yang kurang lebih di tempuh selama 22-24 jam
Kini mereka telah tiba di Mansion Bende
Saat membuka matanya Denna sudah berada di dalam kamar dan melihat ke sampingnya " Kita dimana? " tanya Denna
" Di rumah kita, sudah nyenyak tidur? " ujar Bende memeluk posesif pinggang sang istri
" Kenapa tidak membangunkanku saat di Bandara "
" Aku tidak ingin menganggu tidurmu wife, sekarang bangun dan mandilah hmm " ucap Bende
Denna meruti perintah Bende, ia bangun dan bergegas mandi. Semenjak kehamilan kedua ini Denna tidak lagi membantah ucapan Bende, ia selalu menurut apa yang suaminya itu katakan.
...***...
Sore harinya, Bende membawa anak dan istrinya menuju Mansion Induk A. Wilson
Sepanjang perjalanan Denna mengajak Benni berbicara, mengenalkannya pada nama-nama kendaraan juga hal lainnya.
Alhasil sepatah dua patah kata Ben bisa menyebutnya sedikit, di usia Benni satu tahun 7 bulan ia sudah pandai berucap walaupun belum lancar.
" Myy.. nen.. "
( Mommy nen*n ) ujar Benni setelah puas berbicara
" Nanti ya, dirumah Kakek nen*n nya " jawab Denna memberikan pengertian pada anaknya
" Nen.. dyy.. "
( Nen.. Daddy ) beralih mengadu pada Daddy nya
Bende kemudian mengambilkan botol susu dan memberikannya pada Ben, namun ia malah menggelengkan kepalanya tidak mau
" Nen.. " rengeknya sembari memegang kedua gundukan kenyal Denna
" Bukannya Ben sudah mau minum susu di botol? " tanya Bende pada istrinya
" Sedang kumat manjanya sayang.. " balas Denna
Benni semakin merengek dan menangis " Iya iya nanti nak " ujar Denna
Bende memecat jas yang dia kenakkan dan menutupkannya pada sang istri suapaya aset nya tidak terlihat oleh supir dan Asisten Dava yang duduk di depan
" Awhh.. Ya Tuhan " lenguh Denna
" Kenapa wife? "
" Digigit, sepertinya mau tumbuh gigi lagi " balas Denna
Setelah cukup puas Ben melepaskan hisapannya dan membuka jas yang di tutupkan padanya
Bende bergegas menahan pergerakan sang anak " Tutup dulu " ujarnya
" Jangan menoleh ke belakang " tambah Bende pada supir dan Asisten Dava di kursi depan
" Sudah.. " ucap Denna
Tak lama kemudian mereka tiba di halaman Mansion A. Wilson, mereka di sambut seperti biasanya.
Melihat kedatangan Bende yang tiba-tiba membuat semua petugas Mansion terkejut karena tidak ada yang tahu dengan kepulangannya
Mereka memasuki Mansion menuju ruang keluarga dimana semua orang tengah berkumpul disana, bahkan Bendriko kakak sulungnya pun sudah pulang dua minggu yang lalu
Tak lama kemudian pintu terbuka, semua mata tertuju pada mereka, dengan tangan kirinya menggendong Benni dan tangan kanannya menggenggam erat tangan sang istri
Mereka berdiri di depan pintu, melihat itu membuat semua orang terkejut karena satu di antara mereka tidak ada yang mengetahui kepulangan mereka ke Tanah Air
" Bende.. " seru Mama Wina tercegang melihat sang putra
Yang lain pun tak kalah terkejut melihat anak laki-laki kecil di gendongannya yang mirip dengan Bende dan juga perut buncit Denna.
Nayla berlari berhambur pada pelukan Denna " Kenapa tidak memberi tahu kakak kau akan pulang hikss.. " tangisnya pecah
Denna membalas pelukan Nayla dan juga ikut menitikan air matanya
" Nay jangan terlalu kencang istriku tengah hamil " tegur Bende
" Istri? " ucap Mama Wina
Oma Queena yang melihat cucunya juga menangis
" Kau berhutang penjelasan padaku Bend " ujar Bendi karena ia tidak mengetahui kelahiran putra pertama adiknya dan bahkan sekarang Denna tengah mengandung anak kedua
Kemudian ia masuk dan duduk, Bendi menjelaskan semuanya tentang pernikahan Denna pada Papa Elson dan Mama Wina yang mereka sembunyikan
Di lanjut dengan penjelasan Bende yang tidak memberitahukan tentang kehamilan pertama dan kedua Denna, ia sengaja tidak memberitahu mereka karena takut bocor ke media.
" Kemari aku ingin menggendong anakku " ujar Nayla mengambil Ben dari gendongan Bende
" Siapa namanya? " tanya Papa Elson
" Benniac Arellano Eraznath Wilson " ucap Bende
Kemudian dengan mengungkapkan semua rasa penyesalannya, Papa Elson meminta maaf pada ketiga putranya juga pada Nayla & Denna
__ADS_1
Ketiga putranya pun kompak ingin melupakan semuanya dan membuka lembaran baru, hal itu berhasil membuat para wanita menangis
" Cucuku sangat tampan " ucap Papa Elson
" Generasi Bender terus bertambah setiap tahunnya " ujar Oma Queena
Setelah selesai mengobrol, Bende & Denna kembali masuk kamar karena hari sudah menjelang malam sedangkan Benni di ajak bermain oleh Kakek Neneknya
Sesudah berganti pakaian Denna duduk di sofa kamar sembari mengelus perut buncitnya
" Kenapa? ada yang sakit lagi? " tanya Bende
" Tidak.. engap sedikit " jawab Denna
" Wife, jika ingin keluar kamar jangan memakai baju itu " tegur Bende
" Kenapa? ini kan tidak ketat Bendefidh "
" Sexy, aku tidak menyukai jika ada orang lain yang melihatnya selain aku " balasnya
" Baiklah sayang.. " ujar Denna
" Wife pijitkan tubuhku sebentar " ucap Bende lalu mulai membaringkan tubuhnya terlentang tanpa memakai baju dan hanya mengenakkan celana sebatas lutut
Denna beranjak dari duduknya kemudian naik ke atas ranjang dan mulai memijat suaminya pelan
Denna mulai menjelajahkan jari-jarinya memijat tubuh kekar Bende, dengan lihai kedua tangannya itu bergerak perlahan
" Aghhh wife " des*h Bende akibat sentuhan tangan sang istri membuat tubuhnya menegang
" Ohhhh wifehh "
Mendengar erangan Bende membuat Denna menjadi lebih berani lalu memajukan wajahnya dan mulai menghis*p bibir sang suami
Bende membalasnya penuh nafsu bahkan ci*mannya semakin dalam mengabsen gigi rapi sang istri penuh leluasa
Kemudian Denna melepaskan ci*man keduanya menghidup udara dalam-dalam, mata Bende berkabut gairah bahkan miliknya sudah berdiri menantang
" Hahh.. huhhh.. " keluh Denna saat mulai kehabisan oksigen
" Maaf, aku terlalu terbawa suasana " ujar Bende
" Kau harus mendapat hukuman sayang " lirih Denna kemudian ia meraih milik Bende memainkannya naik turun dengan tempo pelan
Bende melepaskan celananya supaya lebih leluasa hingga tubuhnya sekarang sudah tanpa sehelai benangpun
Denna menyukai wajah Bende saat tengah mendes*h karena terlihat sangat sexy baginya
" Wife cepatkan sedikit hahhh " ujarnya meminta Denna mempercepat gerakan tangannya
Namun tanpa aba-aba Denna malah ********** memainkan milik Bende dengan lidahnya
" Ohhhhh.. Ahh Dennaahh "
Bende terus menggelinjang saat sang istri memainkan miliknya dengan lihai
Denna mulai menggerakkannya lebih cepat, Bende mendes*h tak karuan namun saat tiba ingin pelepasan Denna menghentikan permainannya
" Ahhh wifeehh kenapa berhentihh "
Rasanya sangat sakit jika cairan itu gagal menyembur, ia menatap Denna yang mulai melepaskan pakaiannya sendiri dan mulai beranjak naik ke atas tubuhnya
Saat hendak meraih milik Bende gerakannya di tahan " Lakukan dengan pelan kau sedang hamil "
Denna mengangguk perlahan kemudian mulai menyatukan tubuhnya pada Bende, ia bergerak dengan cepat hingga membuat Bende menggelengkan kepalanya kanan kiri menikmati permainan sang istri
" Ohhhh.. pelanhhh wifehh "
" Ahhh.. ahhh.. " des*h Denna dan semakain liar bermain di atas sana
Melihat pergerakan sang istri Bende menahan pinggulnya hingga permainan mereka terhenti " Kenapahh " tanya Denna yang merasa kecewa
" Sudah ku katakan tadihh, pelanhhh "
Melihat sang istri yang semakin liar Bende membalik posisi mengubah Denna yang berada di bawahnya
Ia mulai memimpin permainan mereka dengan tempo sedang dan hati-hati
Hingga tak lama kemudian keduanya mendapatkan pelepasan bersama
" Eunghhhhhh... "
" Huhhh... wife sudah cukup okey "
" No, aku ingin lagi " bantah Denna
Kemudian Bende menuruti kemauan sang istri dengan posisi berbeda, keduanya bermain cukup lama bahkan sampai 4 ronde
Karena Denna ingin lagi, lagi, terus hingga matahari terbenam barulah kegiatan mereka selesai
" Ahhhhh.. " des*h keduanya bersamaan
" Stophh.. sudah cukup okey kita sudah melakukannya 4 kali " ujar Bende sembari mengatur nafasnya
Semenjak hamil Denna semakin liar untuk bercinta, di kehamilan yang keduanya ini bahkan lebih liar dari sebelumnya
" Ahhh.. huhhh.. " keluh Denna sembari mengatur nafasnya
" I love you " ujar Bende
Denna mengangguk sembari memejamkan matanya mengatur nafas, kemudian Bende melepaskan penyatuan mereka dengan pelan
" Shhhh Bendefidhhh.. "
" Sudah cukup wifehh.. " ucap Bende kemudian ia menyelimuti tubuhnya dan Denna
Tak lama setelah itu keduanya tertidur pulas merasa lelah akibat percintaan panas mereka.
Hingga malam hari tak ada tanda-tanda keduanya keluar dari kamar, untung Benni tidak rewel minta susu bahkan sejak tadi ia bermain bersama Ken, Jio dan Gio kakak sepupunya.
" Apa Bende & Denna tidak turun untuk makan malam? " ujar Mama Wina
" Entahlah, sejak tadi mereka tidak keluar kamar Ma " jawab Nayla
Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB
Bende terbangun lebih dulu dari tidurnya, cukup lama keduanya terlelap.
" Sayang.. " ujar Bende pelan membangunkan sang istri
" Hmm.. " balas Denna
" Ayo bangun ternyata sudah malam "
Denna bangkit dari tidurnya setelah mendengar ucapan Bende, ia terkejut waktu sudah jam 20.00 malam kemudian keduanya mandi bersama
Setalah itu mereka turun ikut bergabung bersama keluarga di ruang TV yang sedang menonton berita lokal
Denna tersenyum melihat Ben yang duduk dipeluk oleh Jio putra sulung Bendi & Nayla
Bender Jionel Fabzi Wilson & Benniac Arellano Eraznath Wilson
" Sayang jempolnya jangan digigit nak " ujar Denna kemudian menjauhkan jempol Ben dari mulutnya
" Mereka terlihat lucu " ujar Nayla
" Padahal jika bersama Gio, Jio tidak mau memeluk adiknya seperti itu " ujar Bendi dengan tertawa
" Jika kalian besar nanti akur-akur, jangan seperti Daddy kalian ini " ucap Nayla menyinggung suami dan iparnya
" Aku merasa tersinggung " ujar Bendi hingga semua orang tertawa
...~...
Suasana pagi di kamar Bende & Denna
" Sayang siapkan pakaianku, aku ingin ke kantor mengecek perusahaan " ujar Bende
" Baiklah.. " kemudian Denna menyiapkan pakaian Bende, memasangkan dasinya dan hal-hal lainnya yang biasa ia lakukan saat suaminya akan bekerja
" Kuttt.. Dyyy kutttt "
__ADS_1
( Ikut, Daddy ikut " ujar Ben pada Bende
" Jagoan mau ikut, baiklah Tuan Kecil kita akan ke kantor " ujar Bende
Denna merapihkan pakaian mereka di dalam lemari sementara Bende mengenakkan pakaian pada Ben yang tengah memakan permen lolipop
" Sayang coba lihat, bagaimana penampilan kami? " ujar Bende dengan menaikkan kedua alisnya
" Tampan sekali anak Mommy " puji Denna
Bende yang mendengar ucapan sang istri merasa kesal " Daddy nya? " tanyanya
" Kau selalu terlihat tampan sayang " balas Denna
Ucapan itu berhasil membuat Bende tersenyum, kemudian mereka turun untuk sarapan pagi bersama
" Cucu Nenek mau kemana ini tampan sekali " tanya Mama Wina lalu memberikan ciuman pada Ben yang di gendong oleh Bende
" Mau ikut Daddy nya ke kantor Ma " balas Denna
" Lucunya Benni.. " tambah Nayla
Kemudian mereka semua sarapan pagi bersama, setelah selesai Bendri, Bendi dan Bende berangkat menuju kantor masing-masing
Beberapa bulan kemudian..
Kehidupan mereka berjalan baik, tidak ada lagi pertengkaran bahkan keluarga mereka kini rukun, aman dan damai.
Malam hari saat semua orang tengah tertidur pulas, Denna terbangun merasa terus menerus ingin buang air kecil.
Hingga tak terasa perutnya mulai kontraksi, ia tak berminat membangunkan Bende karena kontraksinya tak menentu
Namun semakin ia mencoba merelaxkan tubuhnya rasa sakit itu semakin bertambah
" Ahhhhh ya Tuhan.. " keluhnya sembari mengusap perutnya
" Adek sudah tidak sabar bertemu Daddy, Mommy dan Kakak ya? ayo berjuang ya nak berikan Mommy tenaga " ucapnya pada perut buncitnya
Hingga pukul 03.00 pagi Denna tak bisa lagi menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya yang bisa ia lakukan hanyalah menangis
Bende terbangun dari tidurnya mendengar suara itu dan terkejut melihat Denna memegangi perutnya bertumpu pada sofa kamar
" Sayang.. " serunya
" Hiksss sakit hikss... "
" Ya Tuhan, kita ke Rumah Sakit sekarang tenang yaa " ujarnya lalu mengangkat tubuh sang istri
Saat berada di bawah Mama Wina dan Nayla melihat mereka dan mendekat
" Bende! Denna kenapa? " tanya Mama Wina
" Sepertinya mau melahirkan, Nay tolong bangunkan Bendi untuk menyupirkan mobil "
Nayla lari menuju kamarnya mengguncang tubuh Bendi yang tengah tertidur lelap, saat Nayla memberitahunya bahwa Denna akan melahirkan Bendi melompat dari atas kasur dan mencari kunci mobil kemudian buru-buru keluar menyiapkan mobil secepat kilat
" Sakitt hikss... ahhh " keluh Denna
" Denna atur nafas ya nak " ujar Mama Wina
Saat mobil siap mereka semua naik dan menuju rumah sakit, Bende merasa panik melihat Denna yang kesakitan sepertu itu
" Wife.. heii jangan tutup matamu "
Hingga tak lama kemudian mereka semua sampai di rumah sakit dan Denna segera di bawa ke ruang VVIP yang sudah di pesan jauh-jauh hari
Di dalam ruang persalinan, ditemani Bende ia sedang berusaha mengeluarkan anaknya sekuat tenaga
" Eunghhhh.. "
" Atur nafas nya Nyonya, jika kontraksi langsung dorong "
" Ahhh.. Bendefidhh... " dorongnya
Kemudian setelah beberapa kali mengejan tangisan bayi mulai terdengar memenuhi ruangan
" I love you, thank you wife "
" Selamat Tuan & Nyonya, bayinya perempuan dan sangat cantik " ujar Dokter
Mendengar itu membuat Bende membinarkan matanya, rasa haru dan bahagia hingga tanpa sadar air matanya menetes
" Perempuan? " tanyanya tak percaya
Kemudian dokter memberikan bayi mungil itu pada mereka
" Lihat, dia sangat cantik dan mirip sepertimu " ujar Denna
Bende mencium kening istrinya " Bermata hijau sepertimu, terimakasih wife "
" Selamat ulang tahun Daddy.. " ujar Denna pada Bende
Hari ini adalah hari ulang tahunnya, Bende bahkan tidak pernah mengingatnya. Semenjak Denna hadir, wanita itulah yang selalu mengucapkan setiap tahunnya padanya
Bende tersenyum " Selamat ulang tahun juga Bridiee Anzeely Yurachell BR Wilson "
" BR? " tanya Denna
" Singkatan namaku, Bell adalah kado terindah seumur hidupku " jawab Bende sembari mencium kening Denna
Kemudian Mama Wina, Nayla & Bendi masuk untuk menjeguk baby Bell, saat mengetahui bayinya perempuan semua orang merasa bahagia karena sudah lama menanti keturunan perempuan dari keluarga Wilson
" Kau benar-benar memberikanku anak perempuan " ujar Bendi pada Bende
Setelah cukup 3 hari di rumah sakit, kini Denna dan babby Bell kembali ke rumah. Mereka di sambut dengan meriah saat tiba di Mansion Induk A. Wilson
Kelahiran babby Bell sudah di nanti-nanti sejak lama dan dia adalah satu-satunya perempuan keturunan Wilson.
Hari-hari berikutnya di jalani dengan penuh bahagia, kini telah tersebar kabar bahwa keluarga Wilson kini memiliki keturunan perempuan hingga membuat media gempar memperbincangkannya
Namun media belum tahu muka kedua anak dari pengusaha muda ternama Bendefidh Reginaldo Wilson itu
Kini Bende tengah bersama kedua anaknya yang tertidur di atasnya dengan posisi seperti dibawah ini
Denna kemudian masuk kamar dan membawa sarapan Bende yang melum makan sejak tadi karena Ben dan Bell rewel ingin selalu bersama Daddy nya
" Sayang ayo makan dulu " ujar Denna, ia tersenyum menatap kedua anaknya yang begitu lengket pada sang Daddy
" Wife, ambil Bell dulu aku akan membenarkan posisi tidur Ben " ujarnya kemudian Denna mengambil Bell yang tertidur nyenyak
" Stttt.. " ucap Denna sembari menepuk ****** Bell dalam gendongannya sedangkan Bende membenahkan posisi Ben
" Jagoan Daddy, pindah ya nak jangan seperti ini " ucap Bende
Setelah selesai mengatur posisi tidur kedua anaknya, Bende makan di temani Denna di sampingnya
Hari demi hari keadaan Papa Elson pun semakin membaik, apalagi saat mendengar cucu perempuannya lahir
Keluarga Wilson kini berbahagia, mereka memutuskan berlibur sekeluarga besar ke Luar Kota untuk menghabiskan waktu bersama.
Impian Denna kini terwujud, ia memiliki keluarga lengkap yang ia dapatkan dari Bende. Pria yang sangat ia cintai
Di tengah hamparan pasir bersama berdeburnya ombak, keduanya saling menyalurkan rasa lewat ci*man lembut mereka.
" Terimakasih sudah melengkapiku, I love you the most " ucap Bende
Denna tersenyum dan membalasnya " Terimakasih juga sudah menjadikanku wanita paling beruntung di dunia ini "
Kemudian mereka kembali mendekat kepada Benni dan babby Bell, keluarga mereka kini hidup bahagia.
...TAMAT...
Hallo semuanya para readers Menemukan Cinta, terimakasih othor ucapkan karena sudah memberi semangat dan dukungannya dan dimana pun kalian berada semoga kalian sehat selalu
Sampai jumpa di karya othor selanjutnya, love you guyss ❤
Berikan tanggapan kalian untuk episode terakhir ini yaa..
Note: Jangan lupa mampir ke karya othor yang satunya judulnya Masih Dia Pemenangnya oke, see you guys!
__ADS_1