Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 41


__ADS_3

Setelah kurang lebih 1 jam, akhirnya Denna bangun dengan mata membengkak dan tubuh yang lemas


Air matanya luruh seketika, mengenang bagaimana cara paman dan bibinya merawatnya dulu. Ia mengenang bagaimana tangguhnya keduanya berperan sebagai Ibu dan Ayah baginya.


Bende yang semula ikut tertidur kini terbangun mendengar isak tangis. Ia terkejut pipi gadisnya sudah banjir air mata


"Sayang.." lirihnya sendu sembari menarik Denna ke dekapannya


"Sudahlah jangan menangis, Ayah dan Bunda akan sedih jika melihatmu seperti ini terus" ucapnya menenangkan


"Aku tak bisa menyelamatkan mereka Bendefidh hikss..hikss.." lirihnya perlahan dengan air mata yang terus mengalir


"Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa" sesal Bende


Tak ada jawaban apapun, Denna hanya terus menangis


Tiba-tiba Bendi masuk dan melihat keduanya, ia merasa kasihan pada Denna yang kehilangan orang-orang yang dia sayang.


"Denna.. Maafkan kakak tidak bisa menyelamatkan mereka" sesal Bendi berjongkok sembari menatap lekat wajah gadis yang tengah menangis di pelukan adiknya


Denna tak menjawab, ia terus saja menangis dan itu membuat Bende semakin teriris, Bende merasakan pelukan Denna semakin mengerat Bende membalasnya dengan terus menenangkan. Kini bajunya sudah basah oleh air mata Denna


"Aku tidak akan meninggalkanmu, tenanglah.." ujar Bende


"Bendefidhh.. Aku tidak memiliki siapapun lagi hikss.. hikss.." lirihnya


"Tidak sayang.. Aku bersamamu, ada Bendi, kak Nayla, Bendri juga Ken. sudahlah ya jangan menangis" ucapnya dengan terus menenangkan gadisnya


"Kakak dan semua orang dirumah ini akan selalu ada untukmu" ujar Bendi menguatkan

__ADS_1


Bukannya berhenti, tangis Denna justru semakin pecah dalam pelukan Bende.


Hari berganti hari, waktu terus bergulir, semua orang begitu perhatian pada Denna, luka dan keadaannya perlahan dapat membaik dia sudah mulai berdamai dengan keadaan.


Bendri membawa Oma juga Ken kembali ke LA, Bendi dan Nayla kembali ke kediaman mereka, karena waktu itu, Bende meminta waktu untuknya agar bisa memulihkan luka Denna


.


.


.


"Bendefidh.. Kau sudah pulang?" tanyanya saat Bende memasuki kamarnya


"Aku sangat lelah.. Bantu aku menarik jas ini sayang" pintanya, lalu Denna beranjak dan membantunya


"Tidak usah di pakai lagi, ini sudah kecil namanya" ujar Denna


"Yayaya.. Terserah padamu" jawabnya


"Malam ini Oma, Sean, Bendri, Bendi, kak Nayla juga Ken akan datang" ujar Bende


"Benarkah??" jawab Denna membinarkan matanya


"Kita akan menikah hari Sabtu, jadi mereka akan pulang kesini sampai acara pernikahan kita selesai" jelas Bende dengan menggenggam kedua tangan Denna


"A..apa maksudmu? Menikah?" Denna kaget saat bende mengucapkan kata menikah


"Iyaa sayang, kau dan aku" ucap bende menekankan

__ADS_1


"Bendefidh apa ini? Kau memutuskan semuanya tanpa memberitahuku dulu" kesalnya


Bende menarik Denna ke pelukannya, sambil melingkarkan kedua tangannya di antara pinggul Denna "Will you marry me?" ucapnya penuh cinta (OMG author baper guyss wkwk)


"Tidak mau! Bendefidh lepaskann" Denna memukul dada Bende hingga akhirnya mereka terjatuh di kasur dengan posisi Bende berada di atas Denna


Bende menatap lekat wajah cantik yang sudah lama mengisi kekosongannya, entah mengapa saat bersamanya Bende merasa damai, Denna meyilangkan kedua tangannya di dadanya, tatkala ia melihat Bende yang tengah tersenyum ke arahnya sembari memiringkan kepala mengarah padanya. Spontan Denna menutup mukanya dengan kedua tangannya


Bersamaan dengan hal itu, pintu kamar terbuka, Raffi dan Bagas kedua sepupu Bende dari anak ketiga Oma Queena itu terpelongo melihat pemandangan di depan mereka itu


"Bendeeeeeeee!!!" teriak keduanya


"Sabar bung! kau akan merasakannya beberapa hari lagi, jangan mengambil start duluan!" goda Bagas


"Oh Tuhan pemandangan apa yang aku lihat" tambah Raffi


"Itu hanya kecelakaan kak" ujar Denna


"Ya, kami percaya padamu. Hanya dengan dia yang kami ragukan" lalu Raffi dan Bagas membawa Bende keluar dari kamar Denna dengan menjewer telinganya kiri kanan


"Aduh.. Aduhh.. Perlahan saja ini sakit kalian sudah gila" ujar Bende


"Tuan ada apa ini hm" ujar Dava yang melihat ketiga sudara sepupu itu tengah ribut kecil


"Diam saja, bukan urusanmu" ucap Raffi sembari memberi kode isyarat pada Dava


Raffi dan Bagas menjauhkan Bende dari Denna beberapa jam, hal itu membuat Bende ingin marah atas kejahilan kedua kakak sepupunya. Hingg menjelng sore Bende baru bisa menemui Denna, hal itu snagat membuat Bende sebal.


Jangan lupa vote and comment ya

__ADS_1


Tetap stay di novel ini, happy reading semuanya 🙂


__ADS_2