
Hari ini Bende kembali menemui Mr. Tamba di sebuah Restoran mewah di Jerman atas permintaannya setelah kejadian beberapa hari lalu
Pendapatan perusahaannya kini turun drastis sejak Bende menarik kembali sahamnya
Ditemani Asisten Dava yang duduk di sebelahnya, keduanya tengah menunggu kedatangan Mr. Tamba yang sudah telat 10 menit
" Dav, mari pulang " ajak Bende dengan muka datarnya
Asisten Dava yang mengerti langsung mengekor di belakang Bende karena ia paham betul bahwa Bende sangat tidak suka menunggu
Dari depan pintu Mr. Tamba diiringi Asistennya berlarian menuju pintu masuk, mukanya seketika menjadi panik saat melihat Bende mulai berjalan keluar meninggalkan Restoran
" Tuan Muda Bende! " seru Mr. Tamba yang berlarian dengan peluh yang bercucuran di dahinya
Bende menoleh sekilas namun tetap terus melajukan langkahnya seolah tidak peduli dengan panggilan itu
" Tuan Muda maaf saya terlambat, mari duduk kembali saya mohon " ucapnya mencegah langkah Bende
" Buat janji lain kali saja, urusan saya masih banyak! " datar Bende
" Saya mohon maafkan saya Tuan, mari bicarakan ini baik-baik saja mohon " ujarnya
" Tidak ada waktu " balas Bende lagi
" Saya mohon kali ini saja " mohonnya lagi
Kemudian Bende berbaik hati dan mau di ajak kompromi, sungguh ini adalah kejadian langka
__ADS_1
" Bicaralah " ujar Bende
" Begini, mengenai yang terjadi pada rapat kemar- "
" Jangan bertele-tele, langsung ke intinya! " potong Bende
" Maafkan saya, bisakah anda kembali membantu perusahaan saya? saya mohon maafkan kesalahan Manager perusahaan karena telah berani berusaha berbuat curang. Saya janji hal semacam ini tidak akan terulang lagi " ujarnya memohon
" Jaminan apa yang kau berikan jika suatu saat bawahanmu kembali berbuat curang? " tanya Bende
Mr. Tamba kembali diam, ia bingung harus menjawab apa atas pertanyaan yang baru saja dilontarkan Bende
" Kau tahu aku sangat benci di curangi, apa kau bisa menjaminnya dengan nyawamu? " tambah Bende langi dengan penuh penekanan
DEGG.. Jantung Mr. Tamba berdegup, ia menelan air liurnya ketika mendengar ucapan tajam itu. Sungguh, bermain-main dengan seorang Bende sangatlah berbahaya
" Apapun resikonya saya akan terima, saya bisa jamin jika hal seperti ini tidak akan terulang Tuan " jawabnya sembari mengelap keringat di pelipisnya
" Baiklah, akan saya pikirkan kembali " jawab Bende
" Terimakasih Tuan Muda " ujar Mr. Tamba
Bende kemudian berdiri dan mendorong kursinya, tanpa berpamitan ia pergi begitu saja meninggalkan Mr. Tamba disana
" Kami permisi " tutup Asisten Dava ketika melihat Bende lebih dulu meninggalkan mereka, Mr. Tamba hanya membalas dengan anggukan
Asisten Dava buru-buru menyusul langkah Bende dan berjalan di belakangnya dengan sigap kemudian kembali memasuki mobil mengecek keadaan perusahaan tambang dan batu bara miliknya
__ADS_1
Sesampainya disana, Bende dengan sigap mengecek keadaan disana. Sudah lama Bende tidak terbang ke Jerman untuk mengecek perusahaan penghasil terbesar untuknya ini
" Bereite den Helikopter vor, ich überprüfe die Lage von oben "
" Siapkan helikopter, aku ingin mengecek situasi dari atas " perintah Bende yang langsung di laksanakan semua petugasnya dengan cepat
Sementara Asisten Dava mengawasi dari bawah saat Bende sudah mulai naik helikopternya
" Dava willst du nicht kommen? geh hoch, wenn du willst "
" Dava, kau tidak ingin ikut? naiklah jika mau " ujar Bende berbahasa Jerman
Dengan cepat Asisten Dava ikut naik, ia juga sudah lama tidak mengunjungi Negara ini juga memantau pekerjaan yang selalu dilakukan Bende seperti ini jika ingin melihat situasinya
Saat sudah berada di atas, seperti biasa menggunakan teropongnya Bende memantau pekerja dibawah dengan teliti
" Walaupun sudah beberapa tahun aku tidak mengecek situasi disini, namun semuanya selalu berjalan baik " ucap Bende pada Asisten Dava di sebelahnya setelah melihat keadaan dari atas
" Pekerja bekerja sangat keras, saya merasa takjub dengan tingginya pendapatan setiap tahunnya " balas Asisten Dava
" Tolong kau atur gaji mereka untuk di tambah 5% " perintah Bende
" Baik tuan " jawab Asisten Dava
" Nieder! "
__ADS_1
" Turun! " ujar Bende pada pengemudi helikopternya setelah selesai memantau semuanya dari atas sana
Dan kemudian mereka mendarat dengan aman, Bende kembali berbicara kepada semua pekerja mengucapkan banyak terimakasih untuk kerja keras mereka, setiap bulan ia selalu menerima laporan dengan baik. Jadi Bende berinisiatif menambah gaji mereka berkat kerja yang mereka lakukan dengan baik.