
" Sayang.. " panggil Bende terdengar manja
" Hmm? " balasnya dengan mengusap rambut Bende pelan
Kemudian bende merubah posisinya berganti memeluk Denna dan menyembunyikan wajahnya diantara Benda kenyal milik Denna
Denna hanya membalas pelukan Bende dan mengusap kepalanya pelan, ia sudah terbiasa dengan hal tiba-tiba ini
" Wangi,. tubuhmu sangat wangi " ujar Bende lalu menghisap aroma tubuh Denna dalam-dalam, ia semakin memperdalam kepalanya hingga sangat terasa benda kenyal itu menghimpit mukanya
" Shhhh Bendefidh.. " ringis Denna pelan
" Aku ingin merasakannya, ku rasa ini sangat pas di genggamanku " ujar Bende berbicara spontan tanpa rasa malu
" Kenapa kau sangat mesum, menyingkirlah! " segah Denna mulai kesal
" Tidak mau " balasnya yang justru semakin mempererat pelukannya pada Denna
__ADS_1
Raut wajah tampan itu tampak sangat kelelahan, tak seperti biasanya Bende tidur siang hari. Ia tidur begitu tenang dan damai tanpa melepas pelukannya dan justru semakin lelap berada di antara kedua benda kenyal milik gadisnya
" Sepertinya kau sangat kelelahan " gumam Denna dengan membelai rambutnya pelan
" Tuan mu- " ucapan Asisten Dava terhenti saat melihat adegan di depannya
" Stttttt.. " ucap Denna mengisyaratkan pada Asisten Dava dengan menggunakan telujuk pada bibirnya
Asisten Dava langsung diam tak berani meneruskan ucapannya karena takut menggangu tidur lelap si Singa itu.
" Maafkan saya Noona,, saya akan kembali lagi disaat Tuan Muda telah bangun " kemudian Asisten Dava beranjak menjauh meninggalkan sepasang manusia itu
Denna yang hanyut akan suasana pun lama-lama matanya semakin berat, hingga ia tertidur di sofa dengan tetap memeluk Bende
Asisten Dava pergi menuju pintu belakang dan memberikan perintah pada semua pengurus apart " Jangan lewat dari pintu depan yang terhubung dengan lift lantai bawah, gunakan lift belakang " perintahnaya
Tanpa bertanya apa alasannya semua pengurus menyetujuinya, mereka bahkan tak berani membantah ucapan tangan kanan dari bos nya itu
" Sementara beri peringatan untuk lift yang terhubung dengan pintu depan, jangan biarkan siapapun masuk kedalamnya sampai perintah selanjutnya diberikan " Asisten Dava memberi perintah untuk staff apartemen lantai 4 tempat Bende dan Denna sekarang.
__ADS_1
" Baik tuan " balas semua staff pada Asisten Dava
Kemudian Asisten Dava menuju ruangannya mengecek email yang mulai masuk. Ia agak sedikit terkejut atas pesan yang dikirimkan Bonanno dan Lucchese di ponsel miliknya.
Kabarkan pada Regi, kami sudah di Bandara Leonardo da Vinci, sekitar 15 menit lagi take off. Ada sedikit kekacauan yang terjadi, kami harus segera melarikan diri bisakah kami meminta bantuan kalian sekali lagi?
Begitulah kira-kira isi pesan yang dikirimkan Lucchese pada Asisten Dava.
Asisten Dava sedikit bingung, ia mendapat kabar telah terjadi beberapa penembakan di Bandara itu kemudian ia bergegas cepat keluar apart bersama anak buahnya menuju bandara tempat Bonanno dan Lucchese yang akan melakukan penerbangan
Kali ini Asisten Dava bergerak sendirian, ia tak mau mengganggu Bende dan ia sendirilah yang akan turun tangan kali ini.
Bak secepat kilat kini Asisten Dava telah sampai di Bandara Leonardo da Vinci, Kota Roma di Italia. Kini Asisten Dava mengatur strategi sendiri dan memerintahkan anak buahnya sendiri.
" Ambil posisi sesuai strategi! " perintahnya melalui handy talky
Anak buahnya bergerak cepat mengambil posisi yang telah di tentukan, namun tiba-tiba serangan mendadak muncul dari arah berlawanan.
Bersambung...
__ADS_1