
Bende bersama Asisten Dava duduk di kursi belakang dan berbincang singkat mengenai pekerjaan saat mobil telah di lajukan
Kemudian beralih pada kondisi di Italia yang sudah beberapa bulan ia tinggalkan
" Bagaimana keadan Mansion di Italy? " tanya Bende tanpa menoleh dan fokus ke IPad nya
" Tidak ada penyerangan sama sekali, wanita bernama Vina itu telah terbunuh. Saat aku kembali dari Singapore pasukan khusus telah membunuhnya lebih dulu " jawab Asisten Dava
" Lalu apart?? "
" Sedang dalam masa perbaikan dan hampir selesai Tuan "
" Apa selama itu? "
" Penyerangan terjadi bukan hanya dari satu sisi tuan itulah sebabnya perbaikannya sangat lama " jelas Asisten Dava
" Dava, ku dengar satpam penjaga disana mati tertembak. Apa itu benar? "
" Benar Tuan, saya sudah membantu keluarganya dengan memberikan asuransi jaminan untuk mereka meneruskan hidup "
" Kerja bagus, ah ya dengan siapa meeting hari ini? " tanya Bende mengakhiri perbincangan mengenai kejadian beberapa bulan lalu tentang insiden penyerangan yang di lakukan Vina dan orang suruhannya
__ADS_1
" Dengan Tuan Aditya pimpinan dari PT. Tamba milik Mr. Targo Monbashu bersama 25 kolega bisnis lainnya " jelas Asisten Dava
Bende hanya menganggukan kepalanya pelan kemudian tak lama mereka sampai di perusahaan besar ke 7 di Jerman itu
Saat tiba di lobby utama Bende dan Asisten Dava disambut dengan baik disana hingga sampailah pada ruang meeting yang di selenggarakan dengan kolega bisnis lainnya yang sudah datang lebih dulu
" Tuan Bende selamat datang, lama tidak melihatmu " ucap salah satu pemilik perusahaan terbaik di Jerman itu
" Ah ya, hallo " jawabnya singkat
Rapat pun dimulai, pembahasan demi pembahasan Bende dengarkan dengan seksama dan mengoreksi yang menurutnya tidak masuk kriteria dirinya.
Pembahasan tadi seolah menyudutkan Bende supaya memberikan modal lebih banyak dibanding kolega lainnya. Dengan cepat ia membuka suara dan membantah itu dengan keras
" Tuan, anda memiliki beberapa perusahaan besar yang tersebar luas di beberapa Negara ja- " ucapannya terpotong dan di dahului oleh Bende
" Saya tidak tertarik dengan kerjasama ini, saya mengakhirinya detik ini juga. Jangan lupa perusahaan kalian semua masih berdiri berkat saham yang ku tanam. Saya bisa menarik itu kapan pun dan membuat perusahaan kalian tumbang kapan saja " ucapannya kini telah di selimuti emosi yang meluap
" Sudah ku katakan, dia adalah pria yang memiliki IQ diatas rata-rata, Tuan Muda dikenal sebagai pria cerdas tidak mudah untuk menipunya karena itu akan berbalik pada kita sendiri! " bisik salah satu pebisnis yang lain pada pebisnis di sampingnya
" Perlu kalian ingat, sudah sering saya mengatakan bahwa saya tidak suka di curangi. Dan ya, semua saham yang saya tanam untuk membantu kalian semua akan saya tarik kembali! " ucap Bende kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang rapat diiringi Asisten Dava
__ADS_1
Melihat Bende yang beranjak dari tempat duduknya membuat semua orang ikut beranjak dan mencegah kepergiannya
" Tuan Muda! "
" Tuan anda harus mendengarkan lebih dulu! "
" Tuan mari lanjutkan dan perbaiki ini semua! "
" Tuan Muda kita bisa berbicara baik-baik! "
" Tuan Muda jangan pergi begitu saja mari selesaikan rapat dulu! "
Seruan demi seruan Bende abaikan, bersama Asisten Dava yang selalu di sampingnya ia pergi meninggalkan perusahaan milik Mr. Targo Monbashu
Jalan keluarnya di hadang oleh penjaga pintu utama namun dengan sekali tendangan membuat kedua satpam itu terpelanting jauh
" Jalan! " seru Bende saat sudah memasuki mobilnya
" Berbisnis dengan orang Indonesia benar-benar membuatku muak! tikus-tikus itu sangat rakus akan kekuasaan juga uang " ucap Bende menggerutu di dalam mobil
" Anda benar, mereka mencoba mempermainkan anda namun mereka sendiri terkena imbasnya " tambah Asisten Dava
__ADS_1
" Dava, hubungi pihak kantor di Indonesia. Suruh manager disana untuk menarik semua saham yang ku tanam di 25 perusahaan yang ada di list rapat tadi " perintah Bende yang langsung dilaksanakan Asisten Dava