Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 11


__ADS_3

yang baru selesai bersih-bersih


"Bi, kau melihat Denna?" tanyanya


"Tidak tuan, bibi tidak melihat Non Denna turun" jawab bi Emma


"Jika bibi melihatnya panggilkan saya" ujarnya dan bi Emma mengangguk


"Dava! serunya memanggil asistennya itu namun Dava tak kunjung datang Davaaaaaaaa!!!" kesalnya yang mulai emosi


"Iya tuan" Dava datang dari arah berlawanan


"Dimana Denna?" tanyanya dengan menahan emosi


"Saya tadi melihat Nona Denna masuk ke kamar tuan untuk membangunkan tuan agar kembali bekerja hari ini" jawabnya


"Ya, dan dia pergi setelah itu. Sepertinya dia marah padaku" jawab Bende dengan gusar


"Panggilkan yg lain sekarang!" perintahnya lagi


Setelah semuanya berkumpul di hadapan Bende, dia emosi karena satu di antara banyak anak buahnya itu tidak ada mengetahui Denna pergi


"Untuk apa aku membayar kalian jika kalian tidak mengetahui dimana wanitaku!" marahnya, dia sangat ingin menendang semua orang dari rumahnya itu karena kesal yang bercampur emosi yang meledak-ledak


Semua orang yang berada di kediaman Bende pun mulai kelimpungan, semua orang mencari keberadaan Denna dan mulai takut melihat majikannya sudah sangat marah besar.


Bende kembali ke kamarnya dengan perasaan gusar, tanpa sengaja matanya tertuju pada foto yang berada di meja tak jauh dari ranjangnya.


"Kau membangunkanku untuk bekerja, tapi kau meninggalkanku! Apa kau pikir aku akan bekerja jika kau tidak ada disini? Kenapa kau sangat suka membantahku Denna?!" ujarnya sendiri berbicara dengan foto Denna


Denna yang mendengarpun hanya tertawa di kamar mandi, lalu berinisiatif keluar

__ADS_1


Suara pintu terbuka, seorang wanita keluar dengan senyum di raut mukanya. Lalu berdiri di dekat pintu "Oh, sudah bangun rupanya" ujarnya santai


Bende terbelalak kaget. Seseorang yang membuatnya hampir membunuh orang pagi-pagi begini ternyata sedang bermain mengelabuhinya


"Kau membodohiku? Dengan membanting pintu seperti tadi?" tanyanya


"Tidak, aku hanya numpang ke kamar mandimu untuk cuci muka. Itu saja" jawabnya masih santai


"Lalu dengan membanting pintu seperti tadi?" tanyanya lagi


"Ya, aku membanting pintu kamar mandimu, bukan pintu kamarmu. Kau yang salah, jangan menyalahkanku. Cepatlah mandi Bendefidh lalu pergilah bekerja" perintahnya


"Kau memerintahku?" lagi-lagi bende terkejut, biasanya dia yang memerintah orang lain


"Kenapa? Apa itu tidak enak? Begitulah yang orang lain rasakan ketika kau memerintah mereka dengan semua ancamanmu itu! Kini kau merasakannya bukan?!" ujar Denna


Bende terdiam sesaat, "Baiklah nyonya Wilson, aku akan mandi dan bekerja"


"Terserah padaku, nyonya Wilson, nyonya Wilson, nyonya Wilson!!" ucapnya dengan sengaja membuat Denna kesal


"Diamlah Bendefidh!"


Bende berlalu meninggalkan Denna yang kesal


Selesai mandi Bende kembali di recokkan oleh tingkah Denna yang keukuh untuk ikut dengannya pergi ke kantor. Bukannya Bende tidak mau, hanya saja dia hanya ingin Denna istirahat di rumah karena kondisinya belum begitu pulih


"Tidak sayang, kau harus tetap di rumah. Aku berjanji akan pulang lebih awal" ucapnya meyakinkan


"Tidak, aku ingin ikut bersamamu!" keukuh nya


"Kau harus istirahat, aku akan pulang cepat aku berjanji" bujuknya lagi

__ADS_1


"Tidak, tidak, tidak, aku ingin ikut Bendefidh! Aku berjanji tidak akan mengganggu pekerjaanmu, aku hanya ingin ikut aku sangat bosan di mansion ini" bantahnya lagi dan terus berdebat dengan Bende


"Jangan membantahku Denna!! Aku bilang tidak ya tidak!!" bentaknya dengan penuh emosi


Denna kaget, ini bukan pertama kalinya ia di bentak oleh Bende. Dengan mata yang berkaca-kaca dia mulai menjawab "Baiklah" sembari masuk ke kamarnya


"Denna aku tidak bermak.." ucapnya terhenti karena Denna sudah menutup pintunya terlebih dahulu


Dia mengusap mukanya kasar dan mulai mengetuk pintu kamar Denna


"Maafkan aku, baiklah aku mengalah. Kau ingin ikut kan, ayo ikut" ucap bende dengan lembut "Sayangg.." sambungnya "Maafkan aku, buka pintunya ayo ikut aku ke kantor" ulangnya lagi


Tidak ada jawaban apapun dari Denna, entah apa yang dilakukan Denna dengan mengurung diri di kamar seharian. Karena pertengkaran tadi pagi, Bende memutuskan untuk tidak berangkat bekerja


"Berapa lama lagi kau akan mengurung diri disana?" Bende kembali mengetuk pintu kamar Denna, tetap saja tidak ada jawaban apapun


"Sayang buka pintunya atau aku akan mendobraknya!" ujarnya hampir ingin marah


Brakkk.. Dengan sekuat tenaga Bende berhasil bendobrak pintu kamar Denna.


Bende menatap gadis itu dari arah pintu, Denna tengah tertidur. Lalu ia mulai mendekat ke arahnya gadisnya


"Maafkan aku" sesalnya sembari menatap Denna dengan mata yang membengkak akibat menangis


"Kau masih saja kebo sayang, aku mendobrak pintu dengan keraspun kau tidak terbangun" ujarnya lagi berbicara sendiri


Denna tertidur sangat nyenyak, mungkin kelelahan sehabis menangis.


"Aku mencintaimu" ucapnya sebelum beranjak meninggalkan kamar Denna


"Aku ingin tidur hikss.. hikss.." Denna berucap namun tetap menutup matanya

__ADS_1


"Sayang.." panggil Bende namun tak ada jawaban "Apa dia mengigau" pikirnya


__ADS_2