Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 77


__ADS_3

Kini Denna telah sadar dari pingsannya yang kurang lebih satu jam-an, Bende merasa lebih tenang ketika gadis itu membuka matanya


" Kau baik-baik saja? apa ada yang sakit? " tanya Bende pelan


Denna lantas menggelengkan kepalanya pelan, ia mencoba melupakan yang terjadi beberapa waktu lalu


" Aku takut Bendefidh.. " lirih Denna pelan, air matanya tumpah di sela-sela ucapannya


" Aku disini kau tak perlu takut " balas Bende dengan menggenggam erat tangan gadisnya


" Bibi menemui ku, dia bilang aku harus ikut bersamanya tapi aku menolak dan bibi marah padaku hikss.. "


" Bibi? Bunda maksudmu? " tanya Bende yang di balas anggukan oleh Denna


" Ia memaksaku ikut hikss.. " ungkapnya lagi


Kemudian Bende bergeser dan merebahkan dirinya memeluk tubuh rapuh Denna, ia mengerti situasi yang di alami gadisnya sekarang


" Itu hanya mimpi sayang kau tak perlu khawatir, bibi tidak akan berani mengambil mu dariku " balas Bende


Tangisan Denna justru semakin pecah, mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang menewaskan kedua orang tua sambungnya itu.

__ADS_1


" Apa mereka marah karena aku tidak bisa menyelamatkannya hikss.. hikss aku takut Bendefidh.. "


" Tenanglah okey.. itu hanya mimpi " ucapnya mencoba meyakinkan Denna


Bende membiarkan Denna menangis sepuasnya kali ini, mungkin dengan cara itu gadisnya akan merasa lebih baik, dan mungkin dengan itu pula ia mampu mengobati rasa rindunya pada orang tua sambungnya yang telah tiada beberapa tahun lalu.


" Bendefidh.. " seru Denna


" Ya? kau butuh sesuatu? "


" Ayo menikah secepatnya " ujar Denna hingga Bende mengernyitkan dahinya


Bende mencium kening Denna lama hingga membuat gadis itu terpejam " Sesuai permintaanmu sayang " balasnya


" Tidak akan " jawab Bende matang


Kemudian Denna semakin memeluknya dengan erat " Bajumu basah " ujarnya setelah melihat separuh pakaian Bende di bagian depan basah karena air matanya


" Tak apa, kau tidak ingin tidur? "


Denna lantas menggelengkan kepalanya, hal itu semakin membuat Bende bingung karena biasanya gadisnya ini selalu tertidur jika sehabis menangis

__ADS_1


...~...


Di Indonesia


Kini seluruh keluarga telah kembali ke kediaman masing-masing setelah melakukan penerbangan dari Amsterdam


Peter dan Lexi bersama istrinya pun telah menetap di Belanda.


" Apa ada kabar dari Bende? " tanya Papa Elson pada putra keduanya Bendi


" Tidak, ada apa tumben Papa menanyakannya? " tanya Bendi heran


" Mama ingin bicara untuk meluruskan semua ini " tambah Oma Queena pada anak dan menantunya


" Tentang apa Ma? " tanya Mama Wina


" Mama minta segera akhiri perdebatan antara kalian dan Bende, belajarlah menjadi orang tua yang dewasa untuk anak-anak kalian termasuk kau Elson " ucap Oma Queena yang sudah lama muak dengan hal ini


" Benar yang Oma katakan, maaf jika kali ini Bendi ikut campur. Namun sebaiknya Papa mengalah karena ini sepenuhnya kesalahan Papa " tambah Bendi


" Benar yang dikatakan Mama dan Bendi, Elson. Tak hanya kau aku juga akan meminta maaf pada putraku, Bende sudah dewasa apa kau akan seperti ini terus sedangkan usiamu semakin hari semakin tua " timpal Mama Wina

__ADS_1


" Aku sudah lama memikirkannya, namun untuk menghubunginya aku masih malu karena aku Papa yang buruk. Aku akan menyetujui apapun yang ia mau selagi itu baik untuknya, Win. " balas Papa Elson


" Jika Bende kembali, Mama harap kau memasang muka di depannya dengan mengatakan semua penyesalanmu " tambah Oma Queena lagi kemudian berlalu pergi


__ADS_2