
" Lebih baik? " tanya Bende pada istrinya yang berhenti memuntahkan isi didalam perutnya
Denna tak menjawab apapun, ia hanya menangis mengadu tidak nyaman dengan yang terjadi pada tubuhnya
" Hiks.. hikss.. Bendefidh.. "
" Kita ke dokter hm? " tanya Bende dengan mengusap bahu sang istri pelan
Dengan cepat Denna menggelengkan kepalanya " Tidak mau hikss.. "
Dengan sigap Bende menggendong tubuhnya dan mendudukkannya di atas kasur empuk milik mereka
" Pangku hikss.. " ucap Denna dengan merentangkan kedua tangannya
" Baiklah berhentilah menangis wife " ujar Bende lalu ia singap memangku tubuh sang istri dan bersandar pada kepala ranjang
Denna menyandarkan tubuhnya pada dada bidang suaminya, mencium aroma tubuh Bende membuat rasa mualnya berkurang sedangkan Bende mencoba memberikan rasa nyaman pada sang istri dengan mengusap perut istrinya pelan
" Masih mau muntah? " tanya Bende menatap wajah istrinya masih tampak pucat
" Tidak.. kau memakai parfum apa Bendefidh kau sangat wangi " ujar Denna
" Kau tahu aku bahkan belum mandi karena percintaan panas kita semalam " jawab Bende
Ia sedikit heran melihat sang istri yang manja akhir-akhir ini, biasanya Denna akan mengomel menyuruhnya mandi namun sekarang ia malah bergelayut manja padanya
" Bendefidh.. " serunya
" Kenapa? perutmu sakit? " tanya Bende
__ADS_1
" Aku ingin jalan-jalan " tutur Denna pelan
" Kemana? Swiss? London? Paris? Je- "
Belum sempat ia meneruskan ucapannya dipotong Denna lebih dulu " Aku tidak ingin ke luar negeri, aku ingin jalan-jalan keliling disini " bantah Denna
" Disini? " tanya Bende heran dibalas anggukan pelan oleh istrinya
Kemudian Bende bergegas mandi dan bersiap kemudian ia membawa Denna berjalan-jalan keliling kota Roma, Italia
Disepanjang perjalanan Denna tersenyum sembari memandangi orang-orang yang berlalu lalang yang tengah sibuk dengan urusan mereka kesana kemari
Hingga keduanya melewati sebuah bangunan besar yang ramai pengunjung serta banyak wisatawan yang hadir disana. Bahkan tak jarang ada yang mengabadikan moment mereka dengan mengambil foto di dekat bangunan tersebut
" Itu tempat apa Bendefidh? " tanya Denna kemudian
" Itu bangunan apa Bendefidh? kau lihat disana sangat ramai " ujar Denna lagi
" Itu sebuah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator, yakin kau tidak mau kesana hmm? " tawar Bende lagi
" Tidak.. lain kali saja " jawabnya
" Baiklah sekarang mau kemana? "
" Ayo pulang " jawab Denna
Kemudian Bende melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia memperhatikan sang istri yang terus tersenyum senang sejak tadi
__ADS_1
" Suatu kebahagiaan kecil untukku, hanya dengan keliling kota seperti ini kau sudah merasa sangat senang " lirih Bende didalam hatinya
Perjalanan semakin dekat dengan apartement dan sebentar lagi mereka akan sampai, namun melihat sebuah anggur yang di jual di tepi jalan Denna mendadak sangat ingin memakannya
" Bendefidh stop! "
Mendengar itu Bende lantas menepikan mobilnya " Ada apa wife? " tanyanya
" Aku ingin anggur itu " ucap Denna menunjuk anggur berwarna hijau itu
" Tunggu disini aku akan membelinya " ucap Bende lalu beranjak keluar menuruti apa yang istrinya mau
Setelah selesai membeli anggur, ia beralih pada sebuah minuman di sebelahnya membeli air mineral dua botol kemudian kembali ke mobil
" Yeiyy.. terimakasih sayang " ucap Denna lantas mencium singkat pipi Bende
" No, jangan disitu. Disini " tunjuk Bende pada bibirnya
Cup! satu kecupan mendarat di bibirnya, Bende tersenyum kemudian kembali melajukan mobilnya
" Stop! cuci dulu " perintah Bende saat ia melihat Denna ingin memakan langsung anggurnya
" Pakai air ini? " tanya Denna menunjukkan air mineral yang dibeli Bende tadi yang hanya di angguki olehnya
Setelah selesai ia memakannya dengan lahap, Bende tampak heran dengan sedikit perubahan yang terjadi pada istrinya.
Tak lama kemudian keduanya tiba di apartement.
To be continue..
__ADS_1