
Kini usia kandungan Denna telah memasuki usia 4 bulan, semenjak kejadian dua bulan lalu Bende sekarang lebih hati-hati dan extra menjaga istrinya
Kini bumil itu tengah di sibukkan dengan aktifitas dapur, di kehamilan yang pertama ini Denna terlihat lebih banyak bergerak misalnya dengan berbagai macam pekerjaan yang dia kerjakan
" Kau sedang hamil tidak bisakah kau duduk manis biar mereka yang mengerjakannya? " tegur Bende yang entah sudah ke berapa kalinya
" Sudah kesekian kalinya kau mengatakan itu, apa kau tidak lelah? " ujar Denna
" Istirahat Dennastasya Reginaldo! ini perintah "
Denna menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bende yang semakin posesif semenjak ia hamil
" Aku mau buat susu dulu " ucapnya dengan menjinjit karena letak susu hamil nya lumayan tinggi
Bende bergegas mendekat membantu sang istri " Kalau tidak bisa panggil seseorang " ucapnya
Karena minggu lalu Denna pernah menaiki meja hanya untuk mengambil susu hamilnya hingga hampir membuatnya terjatuh, beruntung Bende melihatnya dan menopangnya dengan sigap
" Maaf.. " balas Denna menunduk
Tanpa menjawab akhirnya Bende sendirilah yang membuat susu untuk istrinya yang langsung di teguk habis
" Ke kamar istirahat! " perintah Bende kemudian ia berjalan mendahului sedangkan Denna mengekor padanya dengan menunduk
" Bendefidh usap-usap pinggangku " pinta Denna kemudian ia merebahkan tubuhnya di kasur
__ADS_1
" Apa ada yang sakit? " tanyanya khawatir
" Tidak, hanya pegal sedikit " jawab Denna
Bende beranjak menuruti kemauan sang istri sedangkan Denna mencoba memejamkan matanya menikmati usapan yang diberikan suaminya
" Dia sedang apa di dalam sana? " tanya Bende beralih mengusap perut sang istri
" Sedang main bola " jawab Denna sambil terkekeh
" Aku tak sabar menunggu dia lahir " ucap Bende diiringi senyuman di wajahnya
" Bendefidh.. bagaimana jika dia laki-laki? " tanya Denna
" Memangnya kenapa? " Bende bertanya balik
" Dengar aku, dia laki-laki ataupun perempuan aku akan tetap menyayanginya " ujar Bende
" Kau ingin USG jenis kelaminnya? besok waktunya check-up " tambah Denna
" Tidak, biarkan jadi kejutan nanti saat dia lahir " jawab Bende kemudian mencium perut istrinya
Kembali mengusap-usap dengan lembut dan bahkan ia mengajak berbicara sesekali.
" Tidurlah.. kau belum istirahat hari ini " ujar Bende
__ADS_1
" Peluk " balas Denna dengan suara manjanya
Bende beringsut ikut merebahkan tubuhnya memeluk tubuh Denna dengan terus mengusap perutnya, tak lama kemudian Denna pun tertidur pulas dalam dekapannya
Bende membenahkan posisi tidurnya setelah itu ia beranjak dari ranjang dan mengambil laptopnya kembali untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai
Drrttt.. Drrttt.. Drrtt..
Handphone nya berbunyi pertanda panggilan masuk, dengan cepat ia mengangkatnya
" Ada apa? " tanya Bende
" Tuan Muda, anda harus pergi ke Jerman 4 hari lagi. Anda harus menghadiri rapat tahunan apakah anda ingat? " tanya Asisten Dava di seberang telepon
" Ah ya aku lupa, tapi bagaimana mungkin aku kesana Denna sedang hamil muda " ujar Bende
" Benarkah? selamat untuk anda tuan "
" Terimakasih, aku lupa memberi tahumu. Usianya sudah 4 bulan, selamat untukmu juga Dava kau akan memiliki keponakan sebentar lagi " ucap Bende yang terdengar sangat bahagia oleh Asisten Dava
" Anda benar tuan saya akan di panggil paman olehnya. Tuan Muda saya tidak bisa menggantikan anda untuk rapat tahunan di Jerman. Kerena disini saya masih menangani masalah yang belum selesai "
" Ya, aku mengerti "
" Baiklah tuan, saya harus menutup teleponnya " ucapnya kemudian telepon pun mati
__ADS_1
Bende beralih menatap sang istri yang masih tertidur pulas " Tidak mungkin aku meninggalkannya " gumamnya yang sedang bertengkar dengan isi kepalanya