Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 40


__ADS_3

Tanpa bicara sepatah kata apapun lagi, ia berlalu meninggalkan Denna yang masih terpaku


Bende pergi ke ruang tengah sedangkan Denna kembali ke kamarnya


Di dalam kamarnya, Denna menangis terisak, dadanya terasa sakit. Bukan karena cengkraman yang Bende berikan melainkan karena bentakan yang Bende lontarkan


Sedangkan di ruang kerja, Bende tampak memijit pelipisnya pelan, ia nampak lelah.


Tak lama kemudian Dava masuk


" Tuan.. Maaf saya ti- " ucapannya terhenti


" Denna ada di kamar " jawaban Bende membuat Dava mengerti, ia tak lagi bertanya dan hendak melangkah meninggalkan ruangan Bende


" Dava.. Apa aku terlalu berlebihan padanya? " tanya Bende


Dava menghentikan langkahnya dan langsung mengerti kemana arah pembicaraan Bende


" Tidak salah jika tuan muda mencintai nona Denna, namun perlakuan yang tuan berikan kurang baik" jawabnya


" Keluarlah! Sebelum aku memenggal kepalamu " balasnya


.


.


.


.


Menjelang siang, Denna keluar menuju lantai 1, melewati Bende, asisten Dava dan sekretaris Gino yang tengah memeriksa berkas perusahaan cabang

__ADS_1


Matanya tampak bengkak dan pandangan Denna lurus tanpa menoleh, ia menuju dapur


Bende sedari tadi memperhatikan gerak gerik gadisnya, ia tak ingin semakin membuat Denna tertekan sehingga Bende lebih memilih diam


" Asisten Dava, bisakah kau menolongku? " tanya Denna perlahan


Dava menoleh ke arah Bende, ia mendapat anggukan darinya hingga Dava beranjak dari duduknya


Keduanya bergegas ke dapur


" Apa yang harus saya bantu nona? " tanya Dava


" Bisakah kau mengupas kelapa ini? Tanganku sakit jadi sedikit susah " jawabnya pelan


" Baiklah " lalu Dava mulai mengupas kelapa


Tak lama kemudian Dava selesai mengerjakan tugasnya, ia menatap wajah Denna sejenak


" Tentu aku baik-baik saja, terimakasih sudah membantu " jawab Denna tenang


Kemudian Dava mengangguk, ia kembali pada Bende dan sekretaris Gino dan mulai menyelesaikan tugasnya


Denna melewati ketiga pria yang tengah sibuk dengan berkas-berkas di tangannya, melalui seolah tidak ada hal yang terjadi sebelumnya


Setibanya di kamar, Denna tampak pusing hingga mual-mual, ia merasa seluruh tubuhnya terasa remuk pegal-pegal


Entah apa yang terjadi pada gadis ini, ia merasa aneh pada tubuhnya


" Huwekk.. Huwekk.. Huhh, sakit sekali 🥺🥺 " keluhnya sembari menumpahkan muntahnya


Sementara Bende yang tengah beristirahat di kamarnya mencoba menetralkan pendegarannya

__ADS_1


Bende mendengar dari sebelah kamarnya, ia bergegas ke kamar Denna dengan langkah cepat karena kamar mereka bersebelahan


Saat hendak membuka pintu, sayangnya pintu itu terkunci dari dalam


" Huweekk.. 🥺🥺 " dengan air mata yang mulai berlinang, ia terus menumpahkan muntahannya di wastafel


Bende yg mendengarnya merasa panik, ia mendobrak pintu kamar Denna dan bergegas mencari keberadaanya


" Sayang.. Ada apa? " paniknya dan menopang tubuh Denna


" Ya Tuhan kau pucat sekali, katakan kau kenapa! " cemas nya


" Menyingkirlah Bendefidh " lirihnya


" Hueekk.. Huwekkk.. "


Bende dengan telaten memijat tengkuk Denna lembut


" Apa masih mual? " tanyanya lembut yang di balas anggukan oleh Denna


Bende memeluk tubuh gadisnya dan memberikan ketenangan disana, ia mengelus surai Denna dengan lembut


Lalu, ia mulai menggendong tubuh Denna dan meletakkannya di atas kasur


" Badanmu panas sayang, apa ada yang sakit? " tanya Bende


" Huhuu.. Hiks.. Hikss.. " hanya di balas isak tangis oleh Denna


" Katakan yang mana yang sakit "


" Semuanya.. Hikss.. Hikss.. " jawabnya lirih

__ADS_1


Bende memeluk Denna mencoba memberikan ketenangan pada gadisnya, kali ini tanpa berteriak ia memanggil Dava menyuruhnya menghubungi Dr. Willy


__ADS_2