
Tok.. tok.. tok..
Terdengar suara pintu dari luar, Bende melepaskan pelukannya dan menuju pintu membuka pintu
" Maaf menganggu Tuan, saya hanya mengantar makanan yang di beli Nyonya tadi " ucap Bibi Noise yang membawa makanan yang sudah di alihkan di piring
" Terimakasih " balas Bende mengambil nampan berisi makanan itu lalu kembali menutup pintu
Ia meletakkannya di atas ranjang di samping sang istri " Makanlah " ujarnya
" Maaf.. a-aku menghabiskan uang 33,41 USD tadi " ujarnya takut-takut
Bende tersenyum dan mengangkat wajah sang istri yang menunduk " Untuk apa aku marah? itu sudah tugasmu menghabiskan uangku wife " ujarnya
Denna diam, ia kemudian memakan makanan yang ia beli tadi. Bende hanya tersenyum menatap sang istri yang terlihat gemas saat sedang makan
" Coba ini sangat enak " ujar Denna kemudian dengan senang hati Bende menerimanya
Sementara Ben sibuk sendiri dengan mainan baru mobil-mobilan Lamborghini yang di beli tadi, padahal koleksi mobil-mobilannya sudah banyak dengan merek berbeda.
.
.
Indonesia
__ADS_1
Kondisi Papa Elson tidak ada perubahan, tidak buruk dan tidak juga membaik
" Pa, jangan terlalu banyak pikiran " tegur Mama Wina yang entah sudah berapa kali mengucapkan itu
" Percuma kau mengatakan itu terus Wina " jawab Papa Elson
Tak lama kemudian Bendi datang menemui Papa Elson di dalam kamarnya, ini adalah kali pertamanya Papa Elson sakit
Selama ini ia melihat Papa Elson yang begitu cekatan dalam bekerja meskipun lembur sekalipun namun tidak pernah jatuh sakit
" Setidaknya kondisi Papa membaik saat Bende pulang, jadi Bendi mohon berusahalah melawan pikiran Papa " ujarnya saat masuk
" Adikmu dimana Bendi? "
" Apa dia tidak akan pulang? " tanya Papa Elson
" Anak Papa bukan hanya Bende tapi juga Bendi dan Bendriko. Setidaknya hargai perjuangan Bendi yang ingin melihat Papa seperti biasanya walaupun tak bisa di pungkiri bahwa Bendi juga marah dan kecewa" jelas Bendi
Sifat mudah marah dan terpancing emosi itu menurun pada ketiga putranya, jadi jangan bertanya kenapa mereka mudah marah karena Papa Elson yang menurunkan sifat itu pada anak-anaknya
Setelah mengucapkan itu, Bendi keluar dari sana untuk meredam amarahnya
" Jangan terlalu emosi, Papa butuh waktu Bend " tegur Nayla
" Aku sangat muak dengan ini semua Nay, sudah dua minggu sejak aku mengabari Bende ia belum menunjukkan tanda ingin pulang "
__ADS_1
" Mungkin ada kendala, jangan berpikiran buruk dulu dan kita tunggu saja " imbuh Nayla
" Hmm.. dimana anak-anak? " alihnya
" Di ruang bermainnya " jawab Nayla
Sementara di kamarnya, Papa Elson termenung sendiri mengingat apa yang ia lakukan kepada Denna yakni wanita yang sangat dicintai putranya
Saat Bende kembali pulang bersama Denna, ia berjanji pada dirinya akan memberikan restu kepada keduanya
" Karena ambisiusku untuk menjadi pengusaha ternama, aku kehilangan ketiga putraku " ujar Papa Elson yang di dengar oleh Mama Wina
" Bukan hanya kau, aku bahkan kehilangan moment masa kecil mereka " tambah Mama Wina
" Win, jika Bende pulang mari berikan restu untuknya dan Denna dan nikahkan mereka berdua "
" Aku sudah lama merestui mereka Elson, egomu yang menghancurkanmu jadi inilah akibatnya sekarang. Bendri memilih menetap di Luar Negeri, dan Bende juga sama, Bendi meskipun selalu bersama kita namun lihatlah rasa kecewanya. Kau pikir aku tak hancur? "
" Maaf, karena harus mengikutiku kau juga ikut seperti ini " ujar Papa Elson
" Tidak ada gunanya menyesalinya lagi, sudah terlanjur "
Papa Elson ataupun Mama Wina sama-sama terpuruk, keduanya sungguh menyesal dengan semuanya. Bahkan ia tak begitu paham tentang anak-anaknya, ia merasa cemburu karena orang lain lebih mengerti putra-putranya dibandingkan dia ibunya
Namun itu memang kesalahannya, apa boleh dibuat? nasi sudah menjadi bubur.
__ADS_1