
Saat perjalanan pulang, Denna memikirkan bagaimana caranya agar dia mendapat pekerjaan tambahan untuk memenuhi biaya hidupnya.
Saat di pertengahan jalan, tiba-tiba sepeda motor melintas sangat kencang hingga hampir menabraknya
"Hey apa kau tidak punya mata saat berkendara!!" kesal Denna pada laki-laki yang berhenti di depannya
"Maafkan aku, aku sangat terburu-buru" balas laki-laki itu
"Bagaimana jika aku tertabrak! kau pikir hanya kau saja yang mempunyai sepeda motor hah?!" Denna terus menggerutu di hadapan laki-laki itu.
Ia membuka helmnya di hadapan Denna hingga membuat Denna terkejut
"Panji??" ucap Denna kepada laki-laki itu
"Denna?" balas Panji tak kalah kagetnya
"Maafkan aku tentang kejadian tadi, aku sangat terburu-buru. Caffe tempatku bekerja tiba-tiba penyanyi yang sering mengisi disana mengundurkan diri karena dia melanjutkan pendidikannya di Jakarta" jelasnya
"Apa hubungannya penyanyi dengan keterburu-buruanmu?" tanya Denna bingung
"Aku sedang mencari pengganti, aku menghubungi semua teman-temanku namun tak ada satupun yang dapat menolongku" keluhnya lagi
"Kenapa kau yang mencarinya? kau kan pegawai disana?" tanya Denna lagi sehingga membuat Panji menggarukkan kepalanya yang tak gatal
"Denna.. Aku di perintahkan untuk mencarinya" kesalnya
__ADS_1
"Panji, aku sedang membutuhkan pekerjaan. Aku bisa bernyanyi kau boleh membawaku ke tempatmu bekerja, tapi aku hanya memiliki waktu hanya shift malam, jika siang aku tidak bisa" tawar Denna
"Ya Tuhan rejeki anak ganteng, baiklah ayo ikut bersamaku" ajak Panji begitu semangat
Di perjalanan, mereka mengobrol tentang masa-masa SMP mereka, Panji adalah sahabat Denna sejak SMP. Mereka kemudian terpisah karena pendidikan tingkat atas yang berbeda kota
Sesampainya disana, Denna langsung di terima. Tapi dia ingin di kenal sebagai Tasya, bukan Denna. Ia meminta bossnya untuk menutup identitasnya serapat mungkin.
Ia mulai bernyanyi dengan suara merdunya, semua orang yang sedang menikmati santapan di Caffe itupun merasa damai dengan lagu yang di bawakan Denna
Pengunjung semakin ramai berdatangan, mereka mulai menikmati setiap bait lirik lagu yang Denna bawakan
"Siapa wanita itu? sepertinya dia baru" tanya seorang laki-laki yang di ketahui adalah pemilik Caffe itu
"Namanya Tasya pak, dia memang baru bekerja disini" jawab bawahannya
"Baik pak Abbas" jawabnya kepada atasannya yang di ketahui bernama Abbas Jonathan Carloes
Di dalam ruangannya, Abbas terngiang-ngiang dengan suara indah milik Tasya. Entah kenapa ia menyukai wanita yang baru di lihatnya beberapa menit lalu.
Saat ia menerima berkas berisi identitas Tasya, ia melihat pas foto yang tertempel di sebuah kertas, "Sangat cantik" pujinya
Malam semakin berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Itu artinya pekerjaan Tasya telah selesai dan ia bergegas pulang.
Saat berada di depan pintu, ia menabrak laki-laki yang tidak di kenalinya
__ADS_1
"Maaf saya tidak sengaja" ucap Denna yang membuat pria di hadapannya melongo
DEGG
Detak jantung Abbas terus berontak, berbunyi sangat cepat
"Semoga wanita ini tidak mendengarnya" batinnya
"Tidak apa-apa, pulanglah ini sudah malam" ucapnya memecah keheningan
"Tasya! Ayo pulang" ajak Panji pada Tasya
"Ayo.." balas Tasya
Panji melongo, ia tak menyadari keberadaan bossnya disitu sejak tadi
"Pak Abbas? Selamat malam pak hehe" tegurnya cengengesan
"Malam" jawab Abbas
"Denna! ucapkan salam padanya. Dia pemilik Caffe ini" bisik Panji
Mendengarnya Denna langsung terkejut tak percaya
"Maaf pak, saya tidak tahu bahwa anda pemilik Caffe ini" ucapnya sopan
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sebaiknya kalian segera pulang" jawabnya
"Permisi pak" ucap Panji dengan membawa Denna pergi mengantarkannya pulang.