
Bende membuka password pintu masuk dan langsung bergegas ke kamarnya mencari keberadaan sang istri. Saat melihat Denna yang tertidur Bende lantas memelankan langkahnya tidak ingin mengganggu tidur istrinya
Membersihkan diri dan berganti pakaian lalu ikut merebahkan tubuhnya " Lelahku terbayarkan saat melihatmu tertidur dengan lelap seperti ini "
Karena sebuah pergerakan di sebelahnya Denna terbangun dan ternyata Bende tersenyum ke arahnya dengan wajah tampannya
" Sudah lama pulang? " tanyanya dan beranjak duduk.
Bende menganggukkan kepalanya dan kembali mengambil IPad untuk mengecek email masuk
" Bendefidh.. tadi sedikit keluar darah seperti flek " adunya
Bende meletakkan kembali IPad nya dan beringsut mendekati Denna " Flek apa? apa maksudnya itu? kau baik-baik saja kan tidak ada yang sakit? " tanyanya bertubi-tubi, Bende sama sekali tidak tahu mengenai tanda-tanda wanita yang akan melahirkan
" Tadi saat aku menyapu kamar perutku sedikit kontraksi " adunya lagi mengabaikan pertanyaan Bende
" Kenapa tidak menghubungiku? kita ke rumah sakit sekarang ayo " ajaknya begitu panik
" Bendefidh HPL nya masih lama " bantah Denna
" Itu hanya prediksi Dokter wife.. " ujarnya lagi
Terjadilah adu mulut di antara keduanya, Bende yang kukuh mengajak Denna ke Rumah Sakit dan Denna yang mantap tidak ingin karena yang dia rasakan baru kontraksi palsu.
__ADS_1
Bende mengalah lagi untuk kesekian kalinya
" Auhh.. " ringis Denna meremas lengan Bende
" Sudah ku bilang ayo kerumah sakit! " kekeuh Bende
Denna mengambil tangan Bende dan meletakkan di atas perutnya " Coba rasakan " ujarnya
Seketika tendangan itu kembali menghampiri hingga membuat Bende takjub " Heii.. sayang dia menendang? ucapnya dengan mata berbinar
" Shhh dia lasak sekali didalam sana " rintih Denna pelan
" Babby, jangan nakal jika tidak Daddy akan memarahimu " tegur Bende yang kini beralih berjongkok di hadapan perut Denna
" Ayo ke Dokter, aku khawatir melihatmu seperti ini " ajak Bende untuk kesekian kalinya
Dengan tersenyum Denna menjawab " Aku baik-baik saja, semua wanita hamil juga mengalami hal seperti ini sayang "
" Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku " ujar Bende, sangat terlihat jelas ada raut wajah yang sulit diartikan
" Ada apa? kau tidak pandai menyembunyikan sesuatu dariku Bendefidh "
" Waktu usia kehamilanmu memasuki 7 bulan, aku dan Dava pergi membeli tiket untuk kita kembali ke Italy. Di perjalanan aku melihat sepasang suami istri yang kebetulan istrinya juga sedang hamil besar. Aku dan Dava membantu mereka hingga ke rumah sakit, kau tahu? wanita itu meninggal setelah beberapa menit ia melahirkan anaknya. Denna... " ujarnya bercerita panjang lebar namun Bende tak mampu lagi untuk meneruskannya
__ADS_1
Mengingat kejadian 2 bulan lalu itu membuatnya takut akan kehilangan wanita yang begitu amat ia cintai
" Karena itulah aku memutuskan batal membeli tiket untuk kita kembali ke Italy, berjanjilah wife kau akan terus bersamaku " ujarnya, Bende mulai menitikan air matanya
Seumur hidup, hanya wanita ini yang mampu membuatnya menangis
" Sayang ayo berjanjilah " tambahnya
" Kenapa kau menangis huhh " ujar Denna sembari tertawa
" Aku benar-benar takut " lirih Bende dengan memeluk Denna bersembunyi di balik perut buncitnya
" Kau boleh menikah lagi jika aku tidak ada, kau bis- " ucapannya terpotong
" Aku akan mati jika kau tidak ada " tekannya
" Apa yang kau katakan!! haishh ayo bagunlah Daddy tidak malu dilihat babby? " hibur Denna
" I love you, really " ucapnya
" Aku tahu itu. Bendefidh aku ingin salad buah " ujar Denna mengalihkan pembicaraan supaya Bende tak lagi memikirkan hal semacam itu
Bende menghubungi Asisten Dava mengecek handphone nya dan mengirim pesan untuk membeli yang istrinya mau.
__ADS_1
Hanya menunggu waktu 20 menit salad buah itu telah sampai dan di makan dengan lahap oleh Denna