
Merasa sudah satu jam lamanya gadisnya itu tak muncul dari daun pintu, Bende beranjak dari kamar bergegas mencari keberadaan gadisnya
" Mau kemana? " tanya Denna yang muncul dari belakangnya, ia tampak heran dengan raut wajah Bende yang tampak kusut seperti kehilangan sesuatu
" Kau kemana, jangan membuatku khawatir kenapa lama sekali! " seketika ucapannya naik satu oktaf, Bende merasa khawatir namun diiringi dengan emosi
" Aku sedang membereskan barang mu yang di dalam koper Bendefidh " ujar Denna
" Setidaknya datanglah ke kamar dulu dan beritahu aku " ucap Bende lalu memeluk tubuh Denna
Tubuh pria di hadapannya ini tampak gemetar, raut wajahnya tersorot kekhawatiran. Tak ingin memperpanjang masalah ia lebih memilih mengalah
" Maafkan aku " ucapnya membalas pelukan Bende, masih sangat tampak akan trauma nya beberapa tahun lalu yang ditinggalkan bahkan seperti diasingkan oleh kurangnya perhatian orang tuanya.
Keduanya sama-sama tidak mendapat kasih sayang orang tua. Bedanya, Denna tumbuh sebagai gadis lembut dan penyayang sedangkan Bende tumbuh menjadi pria arogan dan keras kepala.
Itulah sebabnya kenapa Bende sangat mencintai wanita satu ini, Denna bahkan bisa berperan sebagai ibu yang penuh kasih sayang dan seorang ayah pemberi semangat dan saran terbaik.
__ADS_1
Begitu pun juga sebaliknya, ia mendapatkan cinta yang tulus dan penjagaan yang baik dari Bende. Meskipun awal-awalnya ia tampak membenci Bende. Namun seiring berjalannya waktu, semesta menyatukan mereka, memeluk jiwa yang rapuh itu untuk saling melengkapi
Kemudian Bende melepaskan pelukannya dan menatap wajah Denna " Jangan pergi, kau tahu aku tak munyukai itu bukan? "
" Aku tidak kemana-mana Bendefidh, segeralah mandi dan makan aku menunggu disini okey "
Ucapannya langsung dituruti Bende, kini pria itu bergegas mandi dan menyusul gadisnya kemudian.
Tak berselang lama kegiatan keduanya pun selesai, Bende yang tengah mengecek email masuk pun seketika dikejutkan oleh panggilan masuk
Ia mengangkat teleponnya berbicara begitu serius, sekitar 15 menit barulah percakapan mereka berakhir.
" Sayang.. aku harus ke kantor bersama Dava " pamitnya pada Denna
Seketika Denna merasa bingung dengan yang dikatakan Bende padanya " Bukankah ini hari libur " ujarnya
" Iya, aku harus datang ke kantor karena ada berkas penting yang harus ku tanda tangani, tidak akan lama sungguh " ucapnya lagi
__ADS_1
" Baiklah.. " balas Denna
" Jaga dirimu, hubungi aku jika ada hal yang mencurigakan " ucap Bende kemudian ia dan Dava meninggalkan apartemen
Denna melihat langkah Bende yang terlihat buru-buru itu keheranan " Justru kau yang tampak mencurigakan Bendefidh " lirihnya
Namun Denna tak mau ambil pusing, setelah membereskan pekerjaannya ia kembali ke belakang mengobrol bersama staf apartemen disana
Ucapannya yang sopan dan ramah membuatnya bisa berteman dengan siapa saja termasuk staf dan pengurus apart.
Disisi lain, Bende tengah menyusun strategi bersama anak buahnya yang lain, dan kemudian ia telah tiba di sebuah gedung kosong tempat persembunyian mata-mata
" Maaf sampai harus merepotkanmu, Regi " ujar Bonanno ketika melihat kedatangan Bende
" Tak masalah, ini hal kecil man " balasnya
" Sudah hampir seminggu disini namun kami masih belum bisa membunuh mata-mata itu, maaf aku harus membawamu kedalam masalah kami " giliran Lucchese berucap
__ADS_1
" Tidak masalah, aku juga akan membatu perjalanan kalian selama akan kembali ke New York " ujarnya