
Hari ini adalah hari libur Bende, ia menghabiskan waktunya bersama sang istri di mansion.
"Hubby, ayo bangun ini sudah jam 9 pagi"
Suara lembut itu sontak membuat Bende mengerjapkan matanya perlahan, Bende menarik Denna kedekapannya
"Hari ini libur sayang" jawabnya dengan suara khas bangun tidurnya
"Lalu? kau akan tidur seharian begitu?"
Tanpa menjawab Bende malah menyembunyikan wajahnya di antara kedua gunung kembar milik istrinya. Mende menghisap aroma tubuh istrinya yang sangat menghanyutkan baginya
Entah mengapa setiap di dekat istrinya tubuhnya langsung on seketika, Bende menelusupkan tangan kanannya ke dalam pakaian istrinya dan meremas kedua gunung kembar itu bergantian.
"Hubby hentikan" cegah Denna
"Sayang.. aku ingin" ucap Bende dengan mata yang sudah berkabut gairah, ia semakin mempererat pelukannya pada Denna
Denna melihat Bende merasa kasihan, ia berfikir sejenak. Akhirnya ia menuruti kemauan suaminya, karena jika ia menolak itu sebuah dosa besar.
Mendapat persetujuan dari istrinya, Bende memulai pagi panasnya memulai pergelutan panasnya bersama sang istri.
Denna hanya menerima sentuhan-sentuhan lembut yang di berikan suaminya sehingga membuatnya dapat mengimbangi permainan suaminya, hingga menjelang siang mereka baru menghentikan aktifitasnya.
"Eughh.."
"Terimakasih wife, I love you" ucap Bende lalu mengecup kening istrinya
"Hubby sudah ya, aku sangat lelah" balas Denna perlahan dengan memejamkan matanya
"Iyaa sayang, ayo mandi bersama" ajak Bende menyetujui permintaan istrinya, karena dia juga berfikir jika ia terus menyerang istrinya, Denna akan kelelahan dan kesulitan berjalan
"Gendong.." ucapnya manja dengan merentangkan kedua tangannya
Dengan sigap Bende menggendong tubuh istrinya berjalan memasuki kamar mandi tanpa mengenakkan sehelai benangpun
Sesampainya di kamar mandi, Bende membawa istrinya ke bath up untuk berendam berdua dengannya, Bende mulai menggosok punggung istrinya dengan telaten dan lembut
Bende membalikkan posisi dengan Bende berada di bawah dan Denna di atasnya, posisi itu justru membuat Bende on kembali, hingga terjadilah percintaan panas itu lagi
"Eghh.. aku mencintaimu Dennastasya Reginaldo Wilson" ucap Bende saat ia menghentikan aktivitasnya
"Love you more" balas Denna
"Sayang kita mandi okey, jangan terlalu lama berendam nanti kau masuk angin" ucap Bende
__ADS_1
"Kau yang membuatku lama berendam disini" jawab Denna dengan memanyunkan bibirnya
"Jangan seperti itu jika tidak kau akan susah berjalan nanti" ucapan Bende sontak membuat Denna bangun dari atas tubuh suaminya dan membersihkan dirinya dan kembali ke kamar
Bende yang mentap istrinya itu tersenyum kemenangan, dan ia mulai menyusul istrinya kembali ke kamar.
.
Bende terkejut melihat lemari pakaian istrinya acak-acakan, Bende melihat Denna nampak gelisah dengan masih tetap memakai handuknya
Bende tersenyum melihat pakaian dalam milik Denna berserakan, dari belakang pun istrinya itu masih nampak sexy dengan rambut yang masih basah.
"Wife, kenapa seperti ini?" tanya Bende ia kebingungan melihat istrinya yang terus melemparkan bra miliknya
Pertanyaannya tak di gubris oleh Denna, Denna terus mencari bra yang cocok untuk dia kenakkan namun lagi-lagi tidak ada yang sesuai, ia melemparnya lagi hingga bra itu mengait di kepala Bende
Sontak hal itu membuat Bende kaget, ia memegang bra milik istrinya.
"I like it" gumam Bende dengan senyuman nakalnya, ia mendekati istrinya dan bertanya hal apa yang membuat Denna mengobrak abrik lemari pakaiannya
"Wife, what are you doing?"
"Hubby, bra ini semuanya kecil padahal kemarin-kemarin ini pas untukku" keluh Denna pada suaminya
Mendengar jawaban Denna, Bende tersenyum lebar dan mengecup singkat bibir ranum istrinya
"Sebelum kita menikah" jawaban Denna kembali membuat Denna tersenyum
"Tanganku berhasil membesarkannya sayang.." jawab Denna
"Mesum!" kesalnya, jawaban Bende membuat Denna sedikit malu
"Ke istri sendiri tidak masalah bukan? yang penting bukan ke wanita lain" jawabnya membuat Denna menoleh cepat
"Jika kau berani melakukannya pada perempuan lain, kau akan kehilanganku, aku akan per..."
"Stop! jangan teruskan aku membenci kalimat itu" jawab Bende cepat dengan menutup mulut istrinya
Denna diam tak menjawab, ia melepaskan tangan Bende dari bibirnya dan beranjak ke arah lemari pakaiannya. Sontak Bende langsung menarik tangan istrinya hingga tubuhnya rapat dengan Denna.
"Jangan marah, aku hanya bercanda wife" tuturnya
"Hmm.." jawab Denna dan melepaskan tangan suaminya darinya.
Tanpa rasa malu Denna memakai semua pakaiannya, hal itu tak lepas dari pandangan Bende, ia nampak kesusahan meneguk salivanga saat melihat tubuh sexy milik sang istri
__ADS_1
"Belikan aku bra baru" ucap Denna membuat Bende tersenyum
"Baiklah ayo.." jawab Bende
"Tidak, kau sendirian membelinya" jawab Denna, Bende membulatkan matanya mendengar jawaban sang istri. Bagaimana mungkin dirinya memberi bra?
"Wife, kau serius dengan ucapanmu?"
"Yeah" jawab Denna singkat
"Sayang ayo kita berdua yang membelinya, aku kesusahan saat membelinya sendirian" bujuk Bende oada Denna
"Hubby bagaimana aku bisa ikut, aku tidak memakai bra itu tidak nyaman" jawab Denna
Bende keluar dari kamarnya, ia menuju lantai 1 mencari keberadaan Dava. Hingga sampai di ruang depan ia melihat Dava tengah bersama Leo sekretarisnya
"Dava!" suara bariton yng tak asing di telinganya membuat yang di oanggil menoleh
"Iya tuan?" jawab Dava
"Pergilah ke Mall, belikan bra" ucapan Bende sontak membuat Dava dan Leo kaget, mereka berdua saling pandang
"Bra?" tanya Dava tak percaya
"Tuan bukankah itu pakaian milik perempuan, untuk apa tuan memakainya?" tanya Leo karena dia bingung atas perintah boss nya
"Bukan untukku, sudah lakukan saja yang aku perintahkan"
"Sendirian?" tanya Dava lagi
"Ajaklah sekretaris Leo bersamamu" jawabnya lalu berlalu pergi meninggalkan keduanyaa
Leo sontak kaget tak percaya, bagaimana mungkin mereka membeli pakaian perempuan, mereka akan sangat malu terlebih yang menjual kebanyakan perempuan.
"Oh my god" ucap Leo lalu mengusap wajahnya
"Sudahlah ayo, nanti tuan muda mengamuk" ucap Dava
"Jika seperti ini rasanya aku yang akan mengamuk" balas Leo
"Tidak ada gunanya kau mengamuk, tidak ada yang akan peduli" jawab Dava lagi
Keduanya beranjak pergi ke Mall, membeli apa yang di perintahkan Tuan Muda mereka. Sesampainya disana mereka mencari yang penjualnya laki-laki, namun saat penjual itu menanyakan ukurannya, keduanya tercegang karena mereka tak tahu ukuran apa karena Tuan Muda itu tidak memberitahukannya.
Dava berniat menelepon Bende, ia menanyakan ukuran berapa yang harus dia beli. Saat mendengar jawaban Bende, Dava terkejut dengan ukuran yang disebutkan Tuan Mudanya itu.
__ADS_1
Selesai membelinya mereka pulang, dengan ragu-ragu Dava memberikannya pada Bende, ia merasa takut jika ada yang salah.
Dengan cepat Bende menutup pintu kamarnya dan kembali mendekati istrinya.